Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Purwokerto Memberi Kenangan Menyakitkan Orang Surabaya hingga Tak Mau Lagi Pergi ke Sana

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
23 Juni 2024
A A
Purwokerto Membero Kenangan Menyakitkan bagi Orang Surabaya MOJOK.CO

Ilustrasi - Purwokerto memberi kenangan menyakitkan bagi orang Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Purwokerto yang belakangan disebut-sebut nyaman pernah memberi kenangan menyakitkan pada orang Surabaya, hingga tak mau lagi pergi ke sana.

***

Purwokerto belakangan viral lantaran ucapan dari komika senior Pandji Pragiwaksono.  Ia menyebut kalau Purwokerto adalah tampat paling nyaman baginya. Memang tak seistimewa Jogja. Tapi kota kecil di Jawa Tengah tersebut memberikan kenyamanan yang tak bisa Jogja berikan.

Awalnya, memang begitulah pandangan dari Dipta (26) tentang Purwokerto. Ia bahkan sudah Menyusun sekian rencana untuk pindah dari Surabaya untuk menetap dan menua di sana.

Sayangnya, kenangan menyakitkan di Purwokerto membuat pemuda asli Surabaya itu urung. Purwokerto memang nyaman dan tenang. Tapi menyimpan kisah dan kenangan menyakitkan yang sulit ia lupakan.

Turun Gunung Slamet bertemu perempuan idaman

Dalam kamus pendaki, memang ada ungkapan: kurang afdal jika tidak menuntaskan gunung 3S di Jawa Tengah. Yakni Gunung Sindoro, Sumbing dan Slamet.

Setelah khatam dengan gunung-gunung di Jawa Timur (kecuali Gunung Raung di Banyuwangi), Dipta lalu mulai menyisir gunung-gunung di Jawa Tengah. Sindoro-Sumbing pun sudah ia jelajahi.

Hingga akhirnya pada 2021 silam ia memutuskan untuk mendaki Gunung Slamet lewat via Banyumas. Di gunung inilah ia kemudian bertemu dengan pendaki perempuan asal Purwokerto yang membuatnya jatuh hati.

“Turun dari Slamet sempat nyantai-nyantai dulu kan di Purwokerto. Ternyata setenang itu. Sejuk, orangnya ramah-ramah,” ujar Dipta.

Mirip seperti Pacet Mojokerto, tapi Purwokerto lebih baik lah. Karena meskipun kecil, tapi aksesabilitasnya jauh lebih gampang,” tutur penjual tembakau asal Surabaya tersebut kepada Mojok, Minggu (23/6/2024).

Ia merasa sefrekuensi saja dengan perempuan asal Purwokerto tersebut. Sehingga terjalin lah hubungan romansa antar keduanya.

Ingin menua di Purwokerto

Sejak saat itu, Dipta menjadi lebih sering bolak-balik Surabaya-Purwokerto. Di samping untuk bertemu kekasih, juga berniat menepi sejenak dari hiruk-pikuk Surabaya yang sumpek dan penuh ketergesa-gesaan.

Bagi Dipta, setiap masuk Purwokerto, pikirannya langsung segar. Hatinya langsung lepas dari kesumpekan yang membelenggunya dari Surabaya.

Selama di Purwokerto, kekasihnya kerap mengajaknya pergi ke tempat-tempat indah di Purwokerto. Tempat yang membuatnya kian betah dan nyaman.

Iklan

“Asli pagi di Purwokerto itu pagi yang menyenangkan. Apalgi yang di desa. Aku pagi-pagi minum kopi di teras rumah, terus ada pemandangan warga berangkat ke sawah atau ladang dengan riang. Sesekali mereka menyapa,” tutur Dipta.

Pemandangan tersebut adalah pemandangan yang mustahil ia lihat di Surabaya. Karena di pagi hari, orang-orang sudah tampak bergegas, buru-buru berangkat ke tempat kerja dengan wajah tegang karena harus berhadapan dengan kemacetan.

“Bahkan di titik yang disebut sebagai “kota” pun, situasinya bener-bener sangat slow. Harga-harga juga masuk akal. Gaji kecil hidup di sini sepertinya akan tetap aman,” ungkap Dipta.

Oleh karena itu, ia mantap ingin menua di Purwokerto. Setelah menikah, ia akan membangun bisnis tembakau kecil-kecilannya di sana. Menikmati hidup dengan hati yang gembira.

Baca halaman selanjutnya…

Kenangan menyakitkan yang bikin tak mau ke sana lagi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2024 oleh

Tags: banyumasdaerah terbaik untuk pensiungunung slametjawa tengahkota terbaik untuk pensiunpensiun di purwokertoPurwokertopurwokerto nyamanSurabayaUnsoed
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO
Esai

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)
Pojokan

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO
Ragam

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.