Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pantai Kenjeran Sering Diolok-olok karena Kumuh, Tapi Sisi Lain Memberi Berkah bagi Orang-orang di Surabaya Utara

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
8 April 2025
A A
Pantai Kenjeran Surabaya jadii jujukan wisata andalan selama libur lebarab 2025 MOJOK.CO

Ilustrasi - Pantai Kenjeran Surabaya jadii jujukan wisata andalan selama libur lebarab 2025. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jika mendengar nama “Pantai Kenjeran”, sering kali beberapa orang—baik yang asli Surabaya maupun luar daerah—meresponsnya dengan nada olok-olok. Hal tersebut tidak lepas dari kondisi pantai di utara Kota Pahlawan tersebut yang dianggap tidak representatif disebut sebagai tempat wisata: air keruh cokelat-kehitaman dan kondisi kumuh di sekitar.

Akan tetapi, nyatanya Pantai Kenjeran Surabaya memberi keberkahan. Ia berhasil menyedok pengunjung yang datang dalam rangka wisata. Seperti yang terjadi di masa libur lebaran 2025 ini.

Keriuhan Pantai Kenjeran Surabaya

Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran Surabaya dipadati pengunjung selama libur Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah dan cuti bersama tahun 2025.

Kepala UPTD Pengelola Obyek Wisata THP Kenjeran Surabaya, Rusdi Ismet mengungkapkan, peningkatan tercatat cukup signifikan dibanding masa libur lebaran 2024 lalu. Kenaikannya di angka 5%-7%.

“Dibandingkan libur Idulfitri 2024, tahun ini ada peningkatan. Sejak hari pertama libur sudah terlihat kenaikan. Libur tahun ini juga lebih panjang,” ungkap Ismet dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/4/2025).

Pantai Kenjeran Surabaya jadii jujukan wisata andalan selama libur lebarab 2025 MOJOK.CO
Pantai Kenjeran Surabaya jadii jujukan wisata andalan selama libur lebarab 2025. (Dok. Pemkot Surabaya)

Berdasarkan data THP Kenjeran, sejak Senin (31/3/2025) hingga Jumat (4/4/2025), total pengunjung Pantai Kenjeran Surabaya telah mencapai 10.366 pengunjung. Peningkatan harian tertinggi tercatat pada Rabu (2/4/2025) dengan 3.004 pengunjung.

“Kami optimis, target 16.000 hingga 17.000 pengunjung selama periode 31 Maret hingga 7 April 2025 dapat tercapai. Terutama dengan perkiraan 4.000 hingga 5.000 pengunjung pada hari ini (Sabtu),” sambung Ismet.

Jujukan wisata orang-orang luar Surabaya

Menariknya, para pengunjung yang wisata ke Pantai Kenjeran Surabaya tidak hanya berasal dari Surabaya. Tapi juga daerah-daerah Jawa Timur sekitarnya.

Pada awal liburan, pengunjung memang didominasi oleh warga Surabaya. Namun, sejak 1 April, THP Kenjeran mulai dibanjiri wisatawan dari luar kota seperti Sidoarjo, Gresik, Jombang, Kediri, bahkan Tulungagung.

“Mereka rombongan menggunakan kendaraan roda empat seperti mobil Hiace, bus, dan travel. Sementara, pengunjung roda dua masih didominasi oleh warga Surabaya,” terang Ismet.

Tidak hanya menawarkan wisata pantai

Ismet menjelaskan, tentunya ada beberapa polesan untuk menambah daya tarik Pantai Kenjeran Surabaya agar menjadi salah satu jujukan wisata di Jawa Timur.

Di antaranya, kata Ismet, THP Kenjeran menyuguhkan beragam hiburan di sisi utara dan selatan area wisata. Sejak 1-7 April 2025, sisi selatan THP Kenjeran diisi alunan musik dangdut ambyar yang tengah digandrungi masyarakat. Sedangkan di sisi utara, pengunjung disuguhi sajian live music akustik.

Selain itu, ada juga beberapa pertunjukan seni tradisional seperti barongsai pada Rabu (2/4/2025), Reog pada Sabtu (5/4/2025), dan Jaranan pada Minggu (6/4/2025).

“Tampilan hiburan ini menjadi daya tarik wisatawan. Selain menawarkan pantai, harapan kami ke depan tampilan seni bisa lebih sering dan beragam, tidak hanya di tanggal tertentu,” tuturnya.

Iklan

Atas sajian pertunjukan seni tersebut, Ismet menghaturkan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya karena telah mendukung pengembangan seni di THP Kenjeran.

“Harapannya, obyek wisata ini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai wadah pelestarian dan pertunjukan seni budaya,” ungkap Ismet.

Berkah untuk pedagang di Pantai Kenjeran Surabaya

Naiknya jumlah pengunjung yang wisata ke Pantai Kenjeran Surabaya secara langsung memberi berkah bagi para pedagang di sana.

Kata Ismet, omzet pedagang di Pusat Oleh-Oleh THP Kenjeran turut mengalami peningkatan signifikan. Jika di hari biasa pedagang meraup omzet sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, selama libur lebaran 2025 ini, pendapatan mereka melonjak menjadi Rp800 ribu hingga Rp1 juta per hari.

Dampak paling signifikan dirasakan oleh pedagang UMKM kuliner. Pasalnya, setelah bermain-bermain di kawasan THP Kenjeran, para pengunjung yang merasa lapar tentu akan mengarah ke pedagang-pedagang kuliner yang buka, seperti lontong kupang sebagai kuliner khas Surabaya. Alhasil, laris manislah pedagang kuliner tersebut.

“Keramaian pembeli oleh-oleh seperti kerupuk, ikan asin, dan souvenir juga merata. Libur lebaran ini menjadi kesempatan emas bagi para pedagang untuk meningkatkan kesejahteraan,” beber Ismet.

Berkah bagi para nelayan

Di luar urusan wisata, nelayan juga kecipratan berkah atas kondisi Pantai Kenjeran Surabaya. Karena perahu wisata yang mereka tawarkan bisa beroperasi dengan leluasa tanpa bayang-bayang cuaca buruk.

Berdasarkan pantauan cuaca dari BPBD Surabaya, Polair Polda Jatim, dan BMKG, sejak Senin (31/3/2025 hingga puncak libur lebaran Senin (7/4/2025), cuaca di Pantai Kenjeran terus cerah. Selain itu, kendati mengalami pasang, tapi gelombangnya terpantau datar.

Di satu sisi kondisi tersebut tentu menjadi sinyal aman bagi para pengunjung yang ingin bermain air. Apalagi pihak Polair Polda Jatim juga melakukan pengamanan ketat dari bibir pantai hingga di area peraraian.

Di sisi lain, kondisi cuaca tersebut memberi rezeki bagi para nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Perahu Wisata THP Kenjeran.

Perahu wisata di Pantai Kenjeran Surabaya MOJOK.CO
Perahu wisata di Pantai Kenjeran Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya)

Sejak Senin (31/3/2025), sebanyak 11 hingga 15 perahu wisata beroperasi setiap harinya. Pengelola juga memberikan tanda khusus pada perahu wisata untuk memudahkan pengawasan oleh petugas keamanan dan Polair Polda Jatim.

“Dengan peningkatan jumlah pengunjung, beragam hiburan menarik, kenaikan omzet pedagang, serta kondisi keamanan dan pantai yang terjaga, libur Lebaran tahun ini membawa berkah bagi THP Kenjeran dan masyarakat sekitarnya,” tandas Ismet.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: THR Ludes sementara Gajian Masih Lama, Kembali ke Perantauan dengan Nelangsa dan Hidup dalam Keprihatinan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 8 April 2025 oleh

Tags: kenjeran surabayaPantai kenjeranSurabayawisata surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO
Urban

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO
Ragam

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO
Ragam

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.