Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pacitan: Daerah yang Tak Terjamah Pemerintah, padahal Punya Banyak Cerita Sejarah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Maret 2025
A A
Pantai di Pacitan. MOJOK.CO

ilustrasi - Kabupaten Pacitan yang menyimpan banyak keindahan alam. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Potensi Kabupaten Pacitan yang “berlebih”

Sebetulnya, Kabupaten Pacitan memiliki sumber daya alam yang melimpah, bahkan disebut sebagai “Kota 1001 Gua”. Dengan kata lain, daerah tersebut punya potensi sebagai tempat pariwisata yang dapat meningkatkan ekonomi warga.

Namun, menurut Vio, ada beberapa sumber daya alam yang belum terlalu diekspor. Belum lagi, infrastrukturnya yang kurang memadai, sehingga sulit untuk diakses.

“Kadang tempat-tempat yang indah di Pacitan itu sulit untuk dijangkau oleh kendaraan roda dua dan harus jalan kaki untuk mencapainya,” ujar Vio. 

Selain itu, untuk mendapatkan perizinan alam sebagai destinasi wisata tidaklah mudah, mengingat prosedurnya yang panjang. Kadang kala, kata Vio, ada juga spot destinasi yang sudah dikelola oleh stakeholders setempat.

“Tapi memang butuh waktu untuk bisa mengelolanya sebagai sebuah destinasi yang besar,” ujarnya.

Alih-alih mengunjungi gua di Kabupaten Pacitan, Vio justru lebih nyaman berkunjung ke pantai. Apalagi, semasa Covid-19. Menurut dia, orang-orang masih takut atau ragu untuk masuk ke gua atau ruangan yang tertutup. Mangkanya, ia lebih suka berkunjung ke pantai.

Punya cerita sejarah dari tokoh-tokoh besar

Destinasi wisata di Kabupaten Pacitan sebetulnya tak kalah terkenal karena punya cerita sejarah dari orang-orang besar. Presiden Indonesia kedua, Soeharto, misalnya. Ia pernah mengunjungi Gua Kalak di Pacitan untuk bertapa.  

Terlebih mereka terdiri dari kelompok sosial dengan etnisitas, agama, kesejahteraan dan tingkat kebersamaan yang tinggi. Dengan demikian, kelompok tersebut biasanya menuntut pembentukan pemerintah daerah sendiri.

Seorang juru kuci Gua Kalak, Tugiman (85), berujar Soeharto pernah bersemedi di tengah gua tersebut pada tahun 1972. Tugiman atau yang akrab dipanggil Manrejo menjelaskan saat itu Soeharto menghadap barat dan bersemedi selama satu malam.

“Pak Soekarno juga pernah ke sini, tapi tahun berapa kurang tahu,’’ ucapnya dikutip dari Jawapos.com pada Kamis (20/3/2025).

Selain wisata alam, Kabupaten Pacitan juga punya tempat wisata baru yakni Museum dan Galeri Seni SBY-Ani. Museum ini diresmikan langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Presiden Indonesia keenam pada Senin (17/8/2023).

Lokasinya tak jauh dari pusat Kota Pacitan karena berada tepat di tepi Jalan Lintas Selatan atau JLS Pacitan. Bangunannya pun terlihat unik karena mirip Gedung Putih (White House) di Amerika Serikat.

Di sana, pengunjung dapat melihat foto-foto SBY bersama mendiang istrinya, Ani Yudhoyono, serta perjalanan hidupnya saat menjadi presiden. Hanya ada satu ruangan yang mengisahkan hubungan Ani dan SBY mulai dari bertemu, menikah, mendampingi SBY, hingga saat-saat terakhirnya. 

Iklan

Oleh karena itu, museum itu disebut-sebut sebagai simbol kesetiaan SBY untuk mengenang kisah cintanya bersama Ani.

“Warga mungkin bisa membanggakan museum tersebut, apalagi di dunia politik,” ujar Vio.

Walaupun, dampaknya dari segi ekonomi belum terlihat signifikan. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mengikuti Ritual di Goa Langse Gunungkidul, Tempat Semedi Jokowi hingga Anies Baswedan di Pantai Selatan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2025 oleh

Tags: 1001 goagoa di Pacitankabupaten termiskin di Jawa TimurPacitanSoeharto semediwisata di Pacitan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jenderal Sudirman dan orang-orang yang menganggapnya sakti
Geliat Warga

Rumah Tua, Jejak Gerilya Jenderal Sudirman, dan Jimat yang Membuatnya Dianggap Sakti

8 September 2022
wayang beber mojok.co
Liputan

Wayang Beber Sabendino dan Pusaka Keraton Mataram Islam yang Tercecer

4 Mei 2022
satpol pp-mojok
Otomojok

Mereview Panther Dinas Polisi dan Kijang Satpol PP dari Kursi Belakang

12 Oktober 2017
Musique

Selamat Jalan, Mas Chester Bennington …

22 Juli 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Modus judi online makin canggih. MOJOK.CO

Marak Akun Spam Berkedok Foto Wanita, Waspada Promosikan Judi Online Tanpa Sengaja

3 Juli 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, lewat PLTMH membuat dusun mereka tetap. Tak takut pemadaman listrik MOJOK.CO

Inisiatif dan Semangat Handarbeni Warga Kedungrong Kulon Progo, Bikin Dusun “Tak Terdampak” Pemadaman Listrik

2 Juli 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.