Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pacaran sama Pendekar PSHT: Dulu Merasa Bangga dan Keren Punya Pacar Jago Gelut, Setelah Putus Eh Imbasnya Nggak Hilang-hilang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 Juli 2025
A A
Pacaran dengan warga (pendekar) perguruan pencak silat PSHT dulu terasa keren kini malah malu sendiri MOJOK.CO

Ilustrasi - Pacaran dengan warga (pendekar) perguruan pencak silat PSHT dulu terasa keren kini malah malu sendiri. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Melepas pacar konvoi PSHT terasa dramatis

Bodohnya lagi, kalau kata Anisa sendiri, dulu selalu ada momen dramatis tiap kali sang pacar berpamitan hendak konvoi sesama anggota perguruan pencak silat PSHT.

“Pokoknya hati-hati. Jaga diri baik-baik.” Itulah kalimat yang terucap dengan penuh waswas dari Anisa. Waktu itu dia belum memahami, bahwa konvoi anggota pencak silat sering kali bisa memicu peristiwa nahas.

“Loh sering juga dia ikut tawuran dengan perguruan pencak silat lain. Aku pasti khawatir. Tapi aku nggak sadar kalau itu harus dilarang. Aku tahunya itu hal biasa dalam pencak silat,” sambungnya.

Bayangan pernikahan penuh atraksi pencak silat

Bayangkan. Masih SMA, tapi waktu itu obrolan Anisa dengan sang pacar sesekali menjurus soal rencana pernikahan mereka kelak. Padahal waktu itu, pernikahan tentu terasa masih sangat jauh, sebab Anisa masih berpikiran untuk kuliah.

“Lucunya adalah, dia membayangkan kalau nanti menikah ya dia membuat pertunjukan silat. Entah sabung (peragaan duel), dan lain-lain. Kalau yang sekarang tren kan ada atraksi membelah balok,” jelas Anisa. Waktu itu dia hanya menggut-manggut saja menyimak rencana-rencana sang pacar si pendekar PSHT itu.

Hanya saja, sebagaimana kebanyakan cinta monyet masa SMA, hubungan Anisa dan sang pacar tidak berlanjut lama. Mereka putus menjelang kelulusan sekolah.

Kena imbas yang hilang-hilang

Anisa akhirnya melanjutkan kuliah di Malang. Sementara mantan pacarnya, warga PSHT itu, langsung bekerja. Setelah mulai sibuk kuliah di Malang tahun-tahun belakangan ini, Anisa mengaku sudah tidak tahu menahu lagi kabar soal mantannya tersebut.

Sialnya, label bahwa dia pernah menjalin hubungan dengan anggota pencak silat PSHT terus saja mengikuti. Kalau ada kabar-kabar tidak baik, atau bahkan tingkah-tingkah anggota PSHT—yang menurut warganet—konyol, teman-teman cewek masa SMA Anisa pasti meledeknya.

“Sering mereka itu kirim-kirim link video yang berhubungan sama PSHT. Entah kenapa aku malah jadi malu sendiri, jadi ilfeel juga,” kata Anisa. “Malah kadang ikut kesel misalnya lihat di medsos ada konvoi sampai bikin onar di jalan.”

Lebih-lebih, sejak putus dengan cowok PSHT itu, Anisa memang masih menjomblo. Itupun akhirnya jadi bahan ledekan di WhatsApp. Ledekan teman Anisa: Anisa susah cari pacar karena kriterianya tidak Anisa temukan di kampus: yakni spek pendekar PSHT.

“Anjrit memang. Padahal nggak gitu. Di kampus ada juga ada kok anggota pencak silat di UKM,” kata Anisa.

Kini Anisa kadang merasa kasihan dengan para atlet pencak silat profesional, baik di tingkat sekolah maupun di kampus seperti yang dia lihat. Sebab, mereka sejatinya rutin berlatih untuk beprestasi di kompetisi resmi.

Sialnya, kadang mereka harus kena cipratan buruk jika sekelompok anggota pencak silat di level kampung berulah di jalanan.

“Di kelasku ada loh anak PSHT. Ikut UKM. Wah kalau PSHT lagi viral, pasti dia jadi bahan ledekan,” kata Anisa.

Iklan

Nilai luhur yang seharusnya dipegang teguh

Perguruan pencak silat—termasuk PSHT—memang organisasi untuk mengasah keterampilan bela diri. Tapi sejatinya tidak sebatas itu. Pencak silat juga menekankan pentingnya kontrol diri.

Merujuk laman resmi PSHT, Mojok menemukan banyak sekali nilai luhur yang menjadi falsafah hidup bagi setiap anggota: berbudi luhur, tahu mana benar mana salah, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ada juga prinsip “Memayu Hayuning Bawono”: Menjaga kedamaian dan stabilitas dunia, serta memberantas sifat angkara murka dan serakah pada diri.

Menekankan pula  implementasi falsafah Jawa “Aja adigang, adigung, adiguna”: Jangan sok kuasa, gumedhe, sok sakti. Melainkan biasa saja, tawadu, serta menghormati dan menghargai sesama.

Pertanyaannya, kenapa berita-berita kurang baik tentang arogansi anggota pencak selalu mencatut nama PSHT? Artinya, ada nilai prinsipil yang belum terinternalisasi dalam diri si oknum anggota pencak silat yang berbuat kerusuhan.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kapok Berurusan dengan PSHT: Dihajar Tanpa Ampun saat Latihan, Babak Belur Dikeroyok Gara-gara Hal Sepele atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2025 oleh

Tags: pencak silatpendekar PSHTperguruan pencak silatPSHTwarga psht
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Atlet pencak silat asal Kota Semarang, Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya, raih medali emas di SEA Games 2025 Thailand MOJOK.CO
Kilas

Menguatkan Pembinaan Pencak Silat di Semarang, Karena Olahraga Ini Bisa Harumkan Indonesia di Kancah Internasional

22 Desember 2025
Jadi manusia paling apes dan ironis: Punya kakak PSHT fanatik dan bapak kru sound horeg sampai batin tertekan MOJOK.CO
Ragam

Nasib Jadi Manusia Paling Apes dan Ironis: Punya Kakak Fanatik PSHT dan Bapak Kru Karnaval Sound Horeg, Hari-hari Batin Tersiksa

15 Agustus 2025
4 Sisi Terang PSHT: Ternyata Ada, Sebelumnya Terkubur Dosa MOJOK.CO
Esai

Dosa PSHT Memang Banyak, Bahkan Saya Pernah Mereka Ancam, tapi Selesai dengan Baik Bukti Ada Juga Sisi Terang Organisasi Silat Ini

1 Agustus 2025
PSHT vs Tapak Suci. MOJOK.CO
Ragam

PSHT dan Tapak Suci, Sama-sama Ajarkan Budi Pekerti Luhur tapi Satu Dikenal Biang Rusuh dan Satu Lagi Anti Tawur

29 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan tiket kereta api lebih mudah pakai KAI Access MOJOK.CO

5 Fitur KAI Access yang Memudahkan Perjalanan dengan Kereta Api

23 Januari 2026
Salah Paham Konsep Menabung Bikin Kamu Malah Sulit Cuan MOJOK.CO

Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID

22 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.