Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Penyesalan Meninggalkan Surabaya buat Kerja di Jogja tapi Malah “Ketipu Brosur”, Tak Sesuai Ekspektasi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 April 2025
A A
pekerja hotel, surabaya, jogja.MOJOK.CO

Penyesalan Meninggalkan Surabaya buat Kerja di Jogja tapi Malah “Ketipu Brosur”, Tak Sesuai Ekspektasi (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jogja itu murah. Orang-orangnya ramah. Pokoknya istimewa. Begitulah kira-kira gambaran Jogja di mata Rendi (22), pekerja asal Surabaya saat awal datang ke Kota Gudeg pada akhir 2023 lalu.

Rendi paham UMR Jogja jauh lebih kecil kalau dibanding upah minimum kota kelahirannya itu. Namun, label sebagai “kota istimewa”, “kota budaya”, bikin dia kepincut buat tinggal di sini.

Apalagi, ia diterima kerja di sebuah hotel elite kawasan Sleman. Kalau dari poster lamaran yang beredar sih, kata Rendi, cukup menjanjikan. “Gajinya di atas UMR,” ujarnya.

Sialnya, setelah setahun menjalani kesibukan kerja sebagai buruh di Jogja, ia memahami betul kalau ekspektasinya jauh dari realitas.

“Aku ini ketipu brosur,” jelasnya, Jumat (28/3/2025), dengan nada bercanda meski tak mampu menyembunyikan wajah kecewanya karena tak bisa mudik lebaran. Ini adalah tahun kedua di mana lelaki asal Surabaya ini merayakan Hari Raya Idulfitri jauh dari rumah.

“Generasi Covid” yang sempat merasakan nikmatnya berwirausaha di Surabaya

Rendi lulus SMK pada 2022 lalu. Ia mengaku sebagai “generasi Covid” lantaran dua tahun terakhirnya di sekolah dihabiskan di rumah saja. 

“Nggak kemana-mana tahu-tahu lulus sekolah aja,” kelakarnya.

Selepas lulus sekolah vokasional jurusan perhotelan, ia memutuskan di rumah dulu. Ingin kerja, situasi sedang tak memungkinkan. Sementara opsi lanjut kuliah sama sekali tak dia lirik.

Untungnya, selama di rumah, ia melihat peluang. Di tengah situasi badai Covid-19, Rendi nekad membuka usaha kopi keliling di sebuah taman di Surabaya. 

“Meskipun lagi Covid, itu taman jarang sepi, selalu ramai orang nongkrong,” jelasnya.

Tak disangka, usaha yang dibangun berbekal rasa iseng itu malah membuahkan hasil. Omzet hariannya besar. Ia tak ingat tepatnya berapa. Yang jelas hanya dalam waktu dua bulan, Rendi bisa menabung buat membeli iPhone keluaran terbaru.

“Sehari bersih itu bisa 200 sampai 300 ribuan segitu.”

Usaha di Surabaya seret, melihat peluang merantau ke Jogja

Sayangnya, pada pertengahan 2023, Rendi dipaksa menutup usahanya. Baik itu oleh aparat, maupun oleh warga sekitar. Sampai sekarang ia sendiri tak paham apa alasan penutupan itu.

Alhasil, ia pun terpaksa memindahkan gerobak usahanya di dekat rumah; ada di tengah-tengah pemukiman. Sayangnya, lokasi baru itu tak se-strategis taman kota Surabaya. Omzetnya pun turun drastis.

Iklan

“Kadang benar-benar nombok. Modal sama omzet gedean modal,” keluhnya.

Merasa sudah tak memiliki prospek, Rendi pun memutuskan buat merantau saja. Saat itu, Jogja berada di top of mind-nya. Baginya kala itu, Jogja merupakan kota yang ideal buat ditinggali.

Gayung pun bersambut. Setelah mencari info-info lowongan kerja di Instagram, ia menemukan satu yang pas. Sebuah hotel elite di kawasan Sleman. Setelah mencari tahu, ternyata banyak alumni sekolahnya yang kerja di sana.

“Akhirnya mantep kerja di situ. Akhir 2023 mulai berangkat, bareng beberapa teman dari Surabaya,” katanya.

Bertahan hidup di kerasnya Jogja

Boleh dibilang, kenalan Rendi di Jogja ada banyak. Alumni sekolahnya di Surabaya, banyak yang kerja di sini. Namun, kata dia, ini tak menjadi jaminan hidup nyaman di Jogja.

“Ternyata perantau itu sifatnya gitu. Memang kami asalnya dari kota yang sama, tapi di perantauan kayak orang asing. Mikirin kehidupan masing-masing,” jelasnya.

Baca halaman selanjutnya…

Pindah-pindah kos karena lingkungan Jogja kurang ramah. Ditambah gaji yang dibayangkan pun jauh dari ekspektasi.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 April 2025 oleh

Tags: Jogjakerja di jogjapekerja surabayaSurabayaumr jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran
Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Jogja macet saat mudik Lebaran
Urban

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Karjimut di Jogja yang merantau pilih tidak mudik Lebaran. MOJOK.CO
Urban

“Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja

9 Maret 2026
wayang, plaza ambarrukmo.MOJOK.CO
Seni

Di Balik Pagelaran Wayang 20 Jam Nonstop: Menaklukkan Angin, Hujan, dan 40 Kepala Manusia di Atap Mal

8 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu MOJOK.CO

Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu

4 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO

Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental

8 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada

Lebaran Jadi Momen Menyedihkan usai Nenek Tiada, Keluarga Sudah Nggak Mau Kumpul apalagi “Sungkeman”

5 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan

6 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.