Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Nyeseknya Cewek Jombang saat Bapak Meninggal di Malam Lebaran, Padahal Baru 5 Hari Bertemu Setelah Sekian Lama Terpisah

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
6 April 2024
A A
Nyeseknya Cewek Jombang Bapak Meninggal saat Lebaran MOJOK.CO

Ilustrasi - Nyeseknya cewek Jombang bapak meninggal di malam lebaran. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kesedihan akan menyerang Hanifa (25) tiap memasuki hari raya Idul Fitri. Dadanya mendadak sesak. Bayangan-bayangan momen pedih lebaran dua tahun sebelumnya terus berkelebat, membuat Hanifa tak kunjung bisa ikhlas atas kepergian sang bapak.

“Sekarang setiap malam lebaran rasanya hampa,” ucap Hanifa saat Mojok hubungi, Rabu (3/4/2024).

Bapak meninggal di malam lebaran

Selama bertahun-tahun bapak Hanifa merantau di Kalimantan, membuka bisnis di sana. Karena jarak yang sangat jauh antara Kalimantan dan Jombang, Jawa Timur (tempat asal Hanifa), dalam satu tahun bapak Hanifa bisa pulang paling banyak hanya dua kali. Salah satunya yakni saat lebaran.

Oleh karena itu, Hanifa selalu antusias setiap menyambut lebaran. Karena ia bisa bermanja-manja dengan sang bapak. Karena memang Hanifa terbilang sangat dekat dengan bapaknya tersebut.

Pada lebaran tahun 2022 silam, yang ternyata menjadi lebaran terakhir Hanifa bersama bapaknya, Hanifa bahkan rela bergadang untuk menunggu kapal bapaknya berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Bapak nyampe di pelabuhan pas Subuh, h-5 lebaran. Setelah itu kami motoran pulang ke Jombang. Ya pokoknya kalau ada bapak, aku langsung jadi anak kecil. Manja banget,” tutur Hanifa.

Hanya saja, suasana hangat menyambut lebaran sirna setelah kabar duka menyergap rumah Hanifa persis di malam lebaran tahun 2022 tersebut.

Setiba di rumah, kata Hanifa, sang bapak sebenarnya tak menunjukkan gejala apapun. Alih-alih mengeluh sakit, sang bapak justru terlihat sangat aktif. Mulai dari badminton bersama tetangga selepas Tarawih hingga mengajak Hanifa dan ibunya berbelanja ria.

“Baru seharian sebelum malam lebaran, bapak agak berubah, kayak lemes. Akhirnya tidur-tiduran. Tapi malamnya, persis setelah azan Isya, di sela-sela gema takbiran, bapak malah nggak ada,” tutur Hanifa.

Di tengah tangis histeris ibu dan beberapa saudara di rumahnya, Hanifa saat itu hanya bisa menatap kosong tubuh sang bapak yang terbaring kaku di ranjang. Saking tak bisa mencerna apakah yang terjadi di hadapannya nyata atau tidak, Hanifa sampai tak bisa menangis.

“Aku pingsan berkali-kali. Ibu juga. Duniaku rasanya sudah berakhir,” ungkap perempuan asal Jombang tersebut.

Janji bapak menemani wisuda, malah meninggal di malam lebaran

Bahkan sejak jenazah sang bapak dikebumikan pun, perempuan asal Jombang itu masih suka tiba-tiba pingsan. Di dalam kepalanya seperti berjejal sesuatu yang berat, di dalam hatinya ada rasa sakit yang dahsyat. Hanifa tak mampu menahannya, alhasil ia jatuh pingsan.

Bagaimanapun, menerima kenyataan saat bapak meninggal di malam lebaran pasti amat sangat tidak mudah. Sebab, sedianya malam lebaran menjadi momen untuk bahagia, menghabiskan waktu bermanja-manja dengan sang bapak sebagaimana yang lalu-lalu.

Nyeseknya Cewek Jombang Bapak Meninggal di Malam Lebaran MOJOK.CO
Ilustrasi – Nyeseknya cewek Jombang bapak meninggal di malam lebaran. (Danny G/Unsplash)

Kesedihan Hanifa makin menjadi-jadi karena bapaknya meninggal satu bulan sebelum Hanifa mengikuti prosesi wisuda di kampusnya di Surabaya.

Iklan

“Bapak sudah janji buat nemani wisuda. Bapak juga sudah persiapan bakal di Jombang sedikit lebih lama. Nggak keburu balik Kalimantan,” kata Hanifa.

Gelar Cumlaude nggak ada artinya

Setelah satu bulan berlalu, Hanifa sebenarnya sudah berniat untuk tidak mengikuti acara wisuda. Ia hanya berniat mengikuti yudisium. Baginya itu yang lebih penting karena sekalian penerimaan transkrip nilai dari kampus.

“Ikut wisuda pun buat apa? Yang ada aku dan ibu nanti malah pingsan bareng saat prosesi wisuda karena keingat bapak,” tutur Hanifa.

Namun, setelah ngobrol dengan sang kakak dan beberapa teman dekatnya, Hanifa pun dengan ogah-ogahan mengikuti prosesi wisuda tersebut. Meski dengan hati dan pikiran yang sangat kacau.

“Kalau inget momen wisuda itu, aku malah nggak enak sama temen-temenku yang datang. Aku nggak nunjukin wajah bahagia blas. Nggak antusias juga ngobrol sama mereka,” tutur perempuan yang bapaknya meninggal di malam lebaran tersebut.

Di momen wisuda itu, Hanifa ternyata mendapat predikat Cumlaude lewat jalur prestasi non akademik. Tapi bagi Hanifa gelar itu sama sekali tak ada artinya. Karena tak bisa ia persembahkan pada sang bapak sebagai sosok yang lewat perjuangannya bertahun-tahun di Kalimantan mengantarkannya menjadi seorang sarjana.

Gagal S2, jadi tulang punggung keluarga

“Kenyataan pedih lainnya, bapak sebenarnya mendorong aku buat lanjut S2. Bapak menegaskan bakal nanggung semua biayanya,” terang Hanifa. Namun karena sang bapak sudah meninggal sebelum hal itu terwujud, maka niat lanjut S2 pun pupus sudah.

Sang kakak sudah punya tanggungan anak dan istri. Sehingga tidak mungkin jika membiayai Hanifa untuk lanjut S2. Sementara ibunya pun selama ini tidak bekerja. Full sebagai ibu rumah tangga.

Alhasil, mau tidak mau Hanifa lah yang kemudian mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga untuk membantu mencukupi kebutuhan ibunya sehari-hari. Apalagi ia juga masih punya satu adik yang masih sekolah SMA.

“Biaya sekolah adik dibagi dua. Kakakku SPP, aku uang saku. Begitu juga buat kebutuhan ibu,” ucap perempuan asal Jombang itu.

Kesedihan masih akan terus berlanjut. Termasuk jika kelak Hanifa akan melangsungkan lamaran hingga pernikahan. Harusnya ada sosok bapak yang duduk gagah menitipkan anak perempuannya pada seorang laki-laki agar dijaga dengan sebaik-baiknya. Sayangnya kenyataannya tidak demikian.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Guru Honorer Nekat Lamar Pacar, Ditolak Mentah-Mentah Calon Mertua karena Gaji Cuma Rp300 Ribu, Kerja Lain Nggak Bisa

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2024 oleh

Tags: anak cewekbapak meninggal di malam lebaranIdul FitriJawa TimurJombangLebaranMalam LebaranMalam takbiranpilihan redaksi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co
Urban

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik

9 April 2026
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

2 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Buka bisnis di desa sengsara, tidak bikin slow living MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.