Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kuliah S2 Astronomi hingga ke Jerman, Tetap Ingin Pulang demi Majukan Indonesia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 November 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seleksi LPDP S2 Jurusan Astronomi ketat

Selama kuliah di ITB, Hafvid sudah menyiapkan diri untuk mendaftar beasiswa LPDP. Dia mengikuti proses seleksi substansi dan memperoleh skor 1.230 dari 1.500. Seleksi substansi merupakan tahap penentuan akhir dalam proses seleksi penerima beasiswa LPDP. 

Dalam proses seleksi itu, Havid harus menyiapkan Letter of Admission/Acceptance (LoA). Salah satu cara mendapatkan LoA adalah kemampuan Bahasa Inggris yang bagus. 

Hafvid harus melatih Bahasa Inggrisnya selama 8 bulan. Dia belajar International English Language Testing System (IELTS) melalui e-book, YouTube, dan ChatGPT. 

“Alhamdulillah dapat skor lumayan bagus, 6.5 dari 9, dengan persiapan yang singkat,” ucapnya.

Hafvid kemudian mempersiapkan esai sebagai syarat mendaftar di kampus. Dia mengaku kesulitan saat mencari data untuk menunjang esainya, lantaran informasi tentang Astronomi di Indonesia masih sedikit. Beruntung, ada dosen-dosennya yang ikut membantu mencarikan referensi.

Pada Januari 2024, Hafvid melakukan wawancara bersama pihak LMU München. Secara umum, dia ditanya soal konsep Astrofisika. Hingga akhirnya berhasil mendapatkan LoA. 

Selanjutnya, dia mempersiapkan diri untuk seleksi adimistrasi dan tahap seleksi substansi atau wawancara. Sebagai latihan, Hafvid menyiapkan 90 pertanyaan sekaligus jawaban. Dia dibantu orang tua, teman-teman, dan juga para awardee LPDP lain, hingga akhirnya lolos sebagai mahasiswa S2 Jurusan Astronomi di Jerman.

Mau tidak mau, harus pulang ke Indonesia

Hafvid berujar, dia bisa saja membuka lapangan kerja di Indonesia sesuai bidang yang dia kuasai. Namun, untuk merealisasikannya, tetap perlu modal yang besar dan dukungan maksimal dari pemerintah, serta pihak lainnya.

Misalnya, ketika dia ingin mengadakan kolaborasi internasional untuk membuat teleskop, tentu dia butuh dukungan dari pemerintah maupun masyarakat. Tidak hanya dari dana, tapi juga kesamaan persepsi bahwa program tersebut perlu dan penting di Indonesia. 

“Ibarat mau masak. Niatnya ada, tapi alat dan uangnya nggak ada. Ya sama saja, nggak bisa masak. Kan gitu?,” kata mahasiswa S2 Jurusan Astronomi itu.

Dia mengaku ingin sekali berkontribusi di Indonesia dalam bidang Astronomi dan Astrofisika. Sebab menurutnya, ilmu itu penting. Kemunculan kamera dan GPS (global positioning system) dapat dipelajari dari ilmu tersebut.

“Ketika saya pulang ke Indonesia saya ingin menjadi dosen atau peneliti Astronomi,” kata Hafvid.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Editor: Achmad Aly Reza

BACA JUGA: Penerima Beasiswa LPDP Tak Harus Pulang Itu Hanya Dalih Pemerintah yang Tak Becus Menyediakan Lapangan Kerja

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 17 November 2024 oleh

Tags: astronomicara dapat lpdpmahasiswa indonesiapenerima lpdps2 jurusan astronomi
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu
Edumojok

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)
Edumojok

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi
Edumojok

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
penerima beasiswa LPDP menderita. MOJOK.CO
Kampus

Sulitnya Jadi Mahasiswa Penerima Beasiswa LPDP, Dituntut Banyak Ekspektasi padahal Nggak Bahagia di Luar Negeri

25 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO

Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental

8 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.