Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kos Muslim Jogja Bikin Mahasiswa Malang Rajin Salat dan Ngaji, Berkat Nasihat Tanpa Suara

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Februari 2024
A A
Kos Muslim Jogja Bikin Mahasiswa Malang Raji Salat dan Nagji MOJOK.CO

Ilustrasi - Mahasiswa Malang jadi rajan salat dan ngaji usai tinggal di kos muslim Jogja. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahasiswa Malang mengaku terpaksa jadi rajin salat dan ngaji al-Quran setelah beberapa bulan tinggal di kos muslim Jogja.  Bukan karena ada aturan khusus para penghuni kos harus rajin salat lima waktu dan ngaji selama ada di kosan, tapi karena sebuah “nasihat tanpa suara”.

***

Saat berangkat ke Jogja per akhir 2022 lalu untuk melanjutkan S2, Bayu* (25), bukan nama sebenarnya, awalnya ingin mencari kos-kosan yang tidak jauh berbeda dengan kosnya di Malang; kos bebas.

Namun, setelah mencari-cari info, baik dari media sosial, website, maupun dari teman-temannya, sementara—waktu itu—yang tersedia adalah kos muslim di sekitaran Seturan.

“Awalnya mau sekos dulu sama temenku, tapi kupikir-pikir, ah nggak dulu lah. Karena sejak di Malang aku memang suka ngekos sendiri,” ungkapnya.

Karena eks mahasiswa Malang itu butuh kos cepat, maka Bayu pun memilih untuk memgambil kos muslim yang masih kosong tersebut.

Toh, pikirnya, kos itu hanya akan ia tempati sementara waktu saja, selama awal-awal di Jogja. Setelahnya, ia berniat untuk mencari-cari lagi.

“Pikirku, halah paling nggak jauh beda sama kos muslim di Malang. Paling kan cuma soal jam malam dan menginapkan lawan jenis yang jadi persoalan. Untuk sementara, bisa lah aku menyesuaikan”. Awalnya, begitulah yang ada di benak Bayu.

Sebab, seturut pengalamannya di Malang, teman-temannya yang tinggal di kos muslim pun pada dasarnya tak “muslim-muslim” amat. Mabuk (pesta miras) di kos pun tak sekali-dua kali saja.

Sambungan WiFi kos muslim ingatkan penghuni salat tepat waktu

Sebelum lanjut ke cerita Bayu, sebelumnya saya sempat baca-baca cerita di Quora tentang penghuni kos muslim di Jogja.

Si penghuni kos bercerita, selama tinggal di kos muslim tersebut, ia merasa mendapat ajakan salat secara tak langsung dari sambungan WiFi.

Pasalnya, setiap memasuki jam salat, maka sambungan WiFi akan terputus. Lalu akan nyala kembali satu jam kemudian. Sehingga, ia menangkapnya sebagai ajakan secara tak langsung untuk salat, tidak hanya lengkap lima waktu, tapi juga tepat waktu.

Meskipun pada praktiknya, hal itu tak serta merta membuat si penghuni kos muslim tersebut lantas bergegas untuk mengambil air wudu.

Jadi rajin salat dan ngaji karena sungkan dengan penghuni lain

Sementara dalam kasus Bayu, ia sebenarnya merasa agak lega karena si induk semang kos muslim yang ia tempati terkesan tak ribet-ribet amat soal peraturan.

Iklan

Tidak ada siklus WiFi terputus tiap jam salat. Tak ada aturan tegas soal jam malam. Pertama kali saat ia ke kos muslim tersebut, si induk semang hanya mengecek KTP Bayu.

“Mungkin ngecek aja, aku muslim beneran nggak (lewat kolom agama),” kata eks mahasiswa Malang itu.

“Cuma ditegasin aja, di sini nggak boleh bawa temen cewek ya, Mas,” imbuhnya.

Namun, nuansa kos muslim justru terasa dari penghuni-penghuni kos yang lain yang memiliki beberapa poin perilaku yang terbilang Islami.

Kos Muslim Jogja Bikin Mahasiswa Malang Raji Salat dan Nagji MOJOK.CO
Ilustrasi – Mahasiswa Malang jadi rajin salat dan ngaji usai tinggal di kos muslim Jogja. (Unsplash)

Misalnya, setiap azan salat, tak lama setelahnya pasti banyak penghuni kamar sebelah yang hilir-mudik mengambil air wudu.

Ada yang salat di kos saja, bahkan ada pula yang salat berjamaah di masjid dekat kos. Itulah “nasihat-nasihat tanpa suara” yang Bayu dapatkan di kos muslim tersebut.

“Kalau abis magrib atau subuh, biasanya pada ngaji. Dan itu nggak satu orang aja,” tutur Bayu.

“Awalnya aku merasa bener-bener salah kos. Maksudnya, soal ibadah, jujur saja, aku ini kan nggak keurus. Salat saja sudah lama nggak,” lanjutnya.

Lama-kelamaan, Bayu pun jadi sungkan dan tak enak sendiri. Pasalnya, ia merasa menjadi satu-satunya penghuni kos yang tak pernah kelihatan mengambil air wudu sekaligus yang dari kamarnya tak pernah terdengar lantunan ayat-ayat suci.

“Akhirnya, tipis-tipis mulai salat, tipis-tipis mulai ngaji. Walaupun ya masih bolong-bolong. Tapi minimal kalau lagi di kos, aku tetep kelihatan salat dan ngaji,” akunya.

Awalnya tak betah, tapi malah tak ingin pindah

Seperti yang Bayu singgung sebelumnya, awalnya ia berencana hanya tinggal sementara di kos muslim tersebut, sembari cari-cari info kos bebas yang kosong untuk pindahan.

Namun, setelah menjalani hari-hari di kos muslim dengan intensitas aktivitas religius seperti itu, Bayu malah mulai merenungkan perihal hidupnya selama ini.

“Hidupku sejak kuliah (S1) di Malang sudah rusak. Sudah jauh dari agama. Di kos muslim ini aku jadi merenung, kedepan aku makin tua, makin dekat dengan mati. Aku ngerasa, kayaknya cukup lah nakalnya,” ujar pemuda asli Kediri tersebut.

“Maksudnya ya nggak hijrah-hijrah banget lah. Tetep biasa aja. Tapi cuma seenggaknya yang wajib-wajib (seperti salat) itu aku biasakan,” tambahnya.

Alhasil, hingga saat ini pun Bayu masih tinggal di kos muslim di Seturan tersebut.

Bikin pacar bangga

Perubahan Bayu dari yang sebelumnya sama sekali nggak pernah salat menjadi sedikit lebih peduli pada salat diakui Bayu membuat pacarnya bangga.

Bahkan, seturut pengakuan Bayu, si pacar sampai bilang bahwa ia tak salah memilih Bayu sebagai pacar dan sebagai calon pasangan hidup. Karena Bayu selalu menunjukkan perubahan ke arah positif.

“Minimal nanti kalau sowan ke rumah bapak, nggak kagok kalau tiba-tiba disuruh ngimamin (salat jamaah). Gitu i kata cewekku,” ungkap Bayu.

Ibu kos muslim ngasih contoh langsung soal ibadah

Dalam kasus lain, Puji (24), mahasiswa asal Aceh menceritakan bagaimana ibu kos muslim yang ia tempati memberikan contoh lewat tindakan dalam persoalan ibadah.

Ibu kos muslim yang Puji tempati pun sebenarnya jauh dari kata rewel soal peraturan. Di kosnya pun tak ada siklus putus-nyambung WiFi di jam-jam salat.

Hanya saja, kadang kala Puji merasa tersindir dengan perilaku sehari-hari si ibu kos.

“Abis magrib dan abis subuh pasti ngaji di dekat jendela. Otomatis terdengar langsung ke anak-anak kos,” beber Puji.

“Kalau terdengar azan, ibu kosku pasti terdengar ngajak anak-anaknya salat jamaah di masjid. Mungkin kayak gitu-gitu sih. Ya kadang kala itu “mengganggu” batinku. Kayak, wah aku kok jarang menghadap Tuhan,” katanya.

Selain itu, tetangga-tetangga kamar di kos muslim yang Puji tempati mayoritas merupakan orang-orang yang taat. Setidaknya dalam hal salat, mereka selalu tepat waktu, karena mereka selalu mengambil wudu tiap azan berkumandang.

Dan menurut Puji, hal itu sedikit banyak mengusik hatinya, membuatnya sesekali harus merenung seperti yang Bayu lakukan.

Reporter: Muchamad Aly Reza

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Membuktikan 3 Tesis yang Sukar Disangkal Kebenarannya Terkait Malang, Bakso, Rawon, dan Aremania

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2024 oleh

Tags: Jogjakos muslimmahasiswa malangpilihan redaksi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Penangkaran merak di Jogja City Mall. MOJOK.CO
Ragam

Merak Bukan Lagi Sekadar Simbol Keagungan, tapi Teman yang Merakyat di Pojokan Mal Jogja

23 Januari 2026
Potensi Sebenarnya Gudeg Jogja Dibunuh oleh Branding Wisata (Unsplash)
Pojokan

Potensi Besar Gudeg Jogja Mati karena Branding Makanan Khas Jogja yang Cuma Dikenal Sebagai Makanan Serba Manis

23 Januari 2026
Warung Bakso Horor di Selatan Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

22 Januari 2026
Open Donasi Bodong Mengeksploitasi Kemiskinan MOJOK.CO
Catatan

Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah

22 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

OB dan satpam kantor, orang paling tulus untuk berbagi kerja ketimbang teman-teman di tempat kerja MOJOK.CO

OB dan Satpam Kantor Paling Nyaman buat Berbagi Cerita dan Berkeluh Kesah, Lebih Tulus ketimbang Teman Kerja yang Kebanyakan Bermuka Dua

21 Januari 2026
Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Warung Bakso Horor di Selatan Jogja MOJOK.CO

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

22 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.