Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kolaborasi Indomie dan Warmindo yang Mengubah Dunia Kuliner Mahasiswa, Anak Kos Melarat di Semarang Bisa Makan Gratis Sebulan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
19 Juni 2024
A A
indomie di warmindo semarang.MOJOK.CO

Ilustrasi Indomie di warmindo (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kerja sama unik, bantu mamang-mamang Sunda mudik Lebaran

Salah satu bentuk kerja sama antara produsen Indomie dengan warmindo, selain lewat bantuan banner usaha juga lewat program mudik. Setiap tahun, belasan ribu pekerja warmindo difasilitas kendaraan untuk mudik gratis.

Pada Lebaran 2023 ini misalnya, ada 194 bus yang diberangkatkan dari Jabodetabek, Bandung, Jogja, dan Malang untuk mengantar para penjual warmindo mudik ke kampung halaman. Totalnya, ada 11.275 orang yang ikut program tersebut.

Kepala Cabang PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK Divisi Noodle Semarang, Devie Permana mengatakan bahwa program ini jadi bentuk menjalin kedekatan dengan mitra. Pemberian fasilitas mudik ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

“Bagi kami pengusaha warmindo bukan hanya sebagai mitra, tapi sudah jadi bagian keluarga besar Indomie,” terang  Devie melansir dari Antara.

Kerja sama antara Indomie dengan warmindo memang unik. Sebab, warung ini begitu dekat dengan kehidupan mahasiswa dan anak kos. Bahkan, jadi saksi peliknya kehidupan anak muda di Jogja hingga Semarang.

Saya pernah berbincang dengan beberapa orang yang hidupnya pernah terselamatkan berkat warmindo. Salah satunya Ikki (32), alumnus Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA) Semarang.

Warmindo selamatkan mahasiswa melarat di Jogja hingga Semarang

Dulu, pada tengah malam yang sedang hujan, ia sedang menyantap Indomie yang diolah menjadi mie dok-dok khas warmindo. Tidak ada yang aneh saat ia dan seorang rekannya sedang makan.

Sampai saat hendak membayar, tiba-tiba rekan Ikki kebingungan mencari dompetnya. Ia bertanya, apakah Ikki menyimpan dompet itu sebab tadi sang rekan merasa meletakannya di meja. Sedangkan Ikki merasa bahwa sang rekan membawa dompet itu saat memesan.

Situasi itu masih tergambar jelas di ingatan Ikki. Wajah sang kawan memerah, nyaris menitikkan air mata. Ia bingung sekaligus pasrah, tanggal kiriman uang masih lama, sedangkan nyaris semua uang jajan sisanya tersimpan di dompet itu.

Ikki mencoba membantu menenangkan dan sedikit bertanggung jawab karena lalai mengawasi meja. Ia menawarkan untuk membayar semua makanan yang rekannya pesan malam itu. Namun tiba-tiba Aa warmindo menyela.

“Udah ikhlasin saja uangnya. Nanti masnya yang kehilangan dompet kalau makan ke sini saja. Saya gratisin, sampai akhir bulan nunggu kiriman uang lagi,” kata Ikki, menirukan ucapan sang Aa warmindo.

Mendengar itu, wajah sang rekan yang tadi sudah memerah, malah justru pecah air mata. “Saya terharu di situ. Malah ikutan nangis,” kata Ikki.

Selama sisa bulan itu, Aa warmindo berbadan agak gempal itu memberikan makan gratis setiap mahasiswa itu datang. Ikki tentu tidak ikut makan gratis. Tapi ia sempat menjadi saksi saat beberapa kali menemani sang rekan menikmati nasi telur dan indomie tanpa perlu mengeluarkan sepeser uang pun.

Setelah kiriman uang datang, sang rekan sempat menghampiri Aa warmindo untuk mencoba membayar segala hal yang pernah ia berikan secara gratis. Tapi Aa itu tak mau menerimanya. Ia ikhlas dan memberi pesan agar lebih hati-hati menjaga barang saat makan.

Iklan

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kisah Kebaikan Warmindo Menyelamatkan Hidup Mahasiswa yang Kehabisan Uang

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2024 oleh

Tags: IndomieJogjaSemarangwarmindo
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO
Kilas

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.