Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Honda PCX 150 Memang Biadab, tapi Masih Jadi Motor Terbaik untuk Pemudik Orang Surabaya

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Maret 2025
A A
Honda PCX 150 cocok bagi pengendara jarak jauh. MOJOK.CO

ilustrasi - pengendara Honda PCX 150 yang unggul. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ia juga memaklumi jika Honda PCX 150 memiliki desain tubuh yang besar. Dengan begitu, kapasitas bagasinya pun tergolong besar. Muat untuk mengisi banyak barang. Walaupun, Abduh biasanya hanya membawa kebutuhan barang secukupnya, seperti sebuah ransel berisi pakaian ganti.

Karena kapasitas bagasinya yang besar, maka joknya pun terasa luas. Bikin leluasa juga saat dipakai berboncengan. Belum lagi, tinggi joknya mencapai 764 milimeter. Lagi-lagi, pilihan tepat bagi penumpang yang ingin menikmati pemandangan. Syukur-syukur, kakinya bisa selonjoran.

Selain luas bagasinya yang besar, kapasitas tangkinya juga terbilang unggul jika dibandingkan dengan jenis motor Honda lainnya. PCX 150 rata-rata memiliki kapasitas tangki sebanyak 8 liter, sehingga cocok digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Abduh mengaku tidak merasa bosan di jalan walaupun harus menempuh perjalanan selama enam jam untuk tiba di Kecamatan Ngunut, Tulungagung.

Honda PCX 150 tidak mengecewakan

Meski begitu, Honda PCX 150 tetaplah motor yang tidak sempurna. Mojok pernah menuliskan pengalaman seorang pengendara Honda PCX 150 yang dipenuhi kekesalan karena masalah kelistrikan.

Suatu hari, Rizky tiba-tiba tidak bisa menyalakan motornya. Berkali-kali ia menghidupkan mesinnya, tapi Honda PCX 150 miliknya sudah gondok tidak karuan. Rizky pun tak kalah dongkol.

Ia sudah mengecek aki dan fisik motornya. Namun tak menemukan keanehan. Beberapa waktu berlalu, barangkali ia memang harus menunggu sebentar hingga motornya mau nyala. Namun, upaya itu nihil.

Rizky akhirnya membawa Honda PCX 150 miliknya ke tukang aki. Siapa tahu kalau akinya sudah diganti, motornya bisa nyala. Ndilalah, kok tetap tidak bisa hingga akhirnya ia membawa motor tersebut ke bengkel AHASS.

“Teknisinya bilang, setelah beberapa jam kemudian kalau salah satu soket listrik saya meleleh. Bajindul!” keluh Rizky.

Beruntung, Abduh tak pernah mengalami kesialan Rizky. Selama 6 tahun memiliki Honda PCX 150, Abduh belum pernah merasa dikecewakan.

“Oke lah untuk mudik. Bisa juga buat silaturahmi di hari raya dan unjung-unjung ke tetangga yang rumahnya jauh,” ujar Abduh.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

Iklan

BACA JUGA: 6 Tahun Pakai Scoopy Pemberian Bapak, Motor “Gemuk” yang Nyaman Dipakai Saat Melewati Jalan Terjal di Jawa Timur atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2025 oleh

Tags: keunggulan Honda PCXmudik lebaranmudik pakai motorPCX 150
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO
Catatan

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

26 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga
Urban

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO
Edumojok

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa.MOJOK.CO

Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa

13 April 2026
Journaling

Journaling, Ringankan Beban Pikiran dan Perasaan untuk Lebih Berani Menikmati Hidup

13 April 2026
Arif Prasetyo, alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta penerima LPDP. MOJOK.CO

Kerap Didiskriminasi Sejak Kecil karena Fisik, Buktikan Bisa Kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dengan LPDP hingga Jadi Sutradara

13 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.