Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tolak UMR Karawang Demi Bisa Kerja di Jogja, Padahal Gaji Hanya Rp1,8 Juta tapi Merasa Hidup Lebih Tenang

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
16 Mei 2024
A A
tolak umr karawang demi kerja di Jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi tolak kerja di Karawang demi kerja di Jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pada saat bersamaan, temannya menawarkan lowongan kerja menjadi admin media sosial di sebuah lembaga nonprofit. Hal itu membuatnya bimbang. Pilih Jogja dengan kenyamanannya atau pergi ke Karawang untuk memulai hidup baru.

Kerja di Jogja daya tariknya bukan semata urusan gaji

Jogja baginya jadi tempat yang terlanjur membuat nyaman. Baginya, di kota ini hidup berjalan pelan. Cocok dengan pribadinya yang tak suka tergesa-gesa dan banyak tekanan. Ia merasa kepribadiannya cocok dengan suasana Jogja. Dengan kedai-kedai kopi, angkringan, dan suasananya.

“Sebenarnya di rumah sih juga slow living karena desa. Tapi, karena bareng keluarga kan jadinya banyak tuntutan ini dan itu,” tuturnya.

Akhirnya, ia mantap mengambil kerja di Jogja meski gajinya bahkan tidak sampai UMR, hanya Rp1,8 juta. Namun, dengan modal skil desain grafis yang ia punya, Ula yakin bisa dapat beberapa pemasukan tambahan dari kerja lepas.

Bukan hanya Ula, kisah lain datang dari Tasya (22) yang memutuskan untuk menetap di Jogja setelah lulus kuliah pada awal 2023 silam. Padahal, di Jogja, masih sulit untuk menemukan pekerjaan yang bisa membuatnya nabung.

Tiga bulan setelah lulus, ia sempat mendapat kerja di perusahaan outsourcing. Gajinya, UMR Jogja lebih sedikit. Namun, kontraknya berhenti di bulan ketujuh dan tidak dilanjutkan oleh perusahaan.

Sejak saat Februari 2024 lalu hingga sekarang ia belum mendapatkan pekerjaan lagi. Namun, memutuskan masih tinggal di Kota Pelajar dengan sisa-sisa tabungan sambil cari kerjaan lain.

“Sebenarnya orang tua ya nyuruh pulang. Saudara di Cikarang juga ada yang nyuruh cari kerja di sana aja, secara gaji lebih besar,” kata perempuan asal Jambi ini.

Sekadar tak ingin pulang kampung

Ia yakin dengan cadangan dana yang ia punya sekarang, jika tak segera dapat kerja, paling lama hanya bisa bertahan tiga bulan lagi di Jogja. Namun, ia memutuskan untuk terus bertahan selama mungkin.

Selain karena terlanjur nyaman di Jogja, ia memang tak ingin pulang ke kampung halaman. Jika gagal di Jogja, ia akan coba di kota selain asalnya yakni Jambi. Namun, lantaran pernah kuliah di Jogja, kota itu jadi tempat yang tepat untuk berposes sambil menimbang lebih jauh keputusan hidupnya nanti.

“Selain nyaman karena Jogjanya, sebenarnya, sederhananya aku nggak pengin pulang ke asalku saja,” tuturnya.

Baik Ula maupun Tasya, adalah gambaran segelintir orang yang memutuskan menetap setelah lulus kuliah di Jogja. Ada beragam alasan, selain urusan gaji kerja yang membuat mereka bertahan.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Tinggalkan Warung Madura di Bekasi, Perantau Sumenep Pilih Kerja di Jogja Gara-gara Keseringan Nonton FTV, Sempat Kelaparan Kini Penghasilan Besar

Ikuti berita an artikel Mojok lainnya Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2024 oleh

Tags: jakartaJogjaKarawangkerja di jogjaumr karawang
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)
Pojokan

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO
Urban

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Penyesalan pasang WiFi di rumah MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

17 April 2026
Habis Doa Langsung Goyang- Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri MOJOK.CO

Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

17 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.