Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cuma Ngajar Pramuka di Surabaya Bisa buat Bertahan Hidup, Gaji Jauh Lebih Layak dari Guru Honorer

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
1 Maret 2024
A A
Pembina Pramuka Rezekinya Dimatikan Pemerintah MOJOK.CO

Ilustrasi pembina Pramuka. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gaji ngajar Pramuka lebih layak ketimbang guru honorer

Angga lulus pada Agustus 2023 lalu. Ia kemudian dihadapkan dengan situasi kesulitan mendapat pekerjaan tetap, alias nganggur.

“Setelah lulus, makin nggak punya bayangan kalau harus minta orang tua,” ucap Angga.

Namun, Angga merasa masih beruntung karena masih bisa lanjut mengajar Pramuka di tiga sekolah yang ia ajar sejak kuliah itu. Ya meskipun bisa dibilang ngajar Pramuka hanyalah sampingan, bukan pekerjaan tetap.

“Aku nggak mau nyebut (angkanya). Tapi kalau tiga sekolah itu ditotal, dalam sebulan jauh lebih layak ketimbang guru honorer,” bebernya.

Sebagai gambaran, di Surabaya saya punya beberapa teman seangkatan-sejurusan di UINSA yang saat ini menjadi guru honorer. Seorang teman mengaku mendapat gaji Rp300 sampai Rp500 ribu per bulan.

Teman yang lain menguatkan dengan mengaku paling tinggi hanya mendapat Rp500 ribu, dengan beban kerja dan tingkat stres yang lebih tinggi dari guru Pramuka.

“Aku Pramuka kan seminggu tiga kali. Itu pun cuma beberapa jam,” kata Angga.

“Pokoknya jauh lebih layak lah dari honorer dan bisa lah buat bertahan hidup di Surabaya, meski kadang kehabisan pas mau masuk tanggal tua. Pokoknya pinter-pinter berhemat saja,” sambung alumnus Jurusan Hukum Keluarga Islam UINSA tersebut.

Belum lagi jika ada event Pramuka tingkat SMP/SMA, sekolah pasti akan meminta Angga mendampingi anak didiknya. Dan setiap event tersebut, ia pasti akan mendapat salary tambahan dari sekolah tempatnya mengajar itu.

***

Saat saya hubungi baru-baru ini, Angga ternyata tengah merintis usaha fotokopi. Ia menyewa sebuah kontrakan di Gang Masjid, samping UINSA.

“Kalau fotokopi kan mahasiswa pasti butuh terus. Jadi berani ambil usaha ini. Kemungkinan tokcer karena lokasi pun di kawasan yang banyak kos-kosan mahasiswa,” ujarnya.

Dan usaha fotokopi yang tengah Angga rintis itu pun, seturut pengakuannya, modalnya juga dari solidaritas kakak-kakak seniornya di Pramuka.

“Sambil tetap ngajar (Pramuka). Jadi nggak aku lepas. Lumayan buat tambah-tambahan,” tutupnya.

Iklan

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Mirisnya Perantau Surabaya yang Tak Kuat Sewa Kos: Tidur di Warkop, Pos Satpam, hingga Jadi Benalu di Kos Teman  

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2024 oleh

Tags: ekstrakurikulerguru honorerpilihan redaksipramukaSurabayaUINSA
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO
Urban

Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi

6 Februari 2026
self reward.mojok.co
Ragam

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co
Ragam

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co
Urban

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.