Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cuma Ngajar Pramuka di Surabaya Bisa buat Bertahan Hidup, Gaji Jauh Lebih Layak dari Guru Honorer

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
1 Maret 2024
A A
Pembina Pramuka Rezekinya Dimatikan Pemerintah MOJOK.CO

Ilustrasi pembina Pramuka. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pramuka menyelamatkan seorang sarjana di Surabaya yang tak kunjung mendapatkan pekerjaan tetap. Gaji yang ia terima dari mengajar ekstrakurikuler tersebut membuatnya bisa bertahan hidup di Surabaya.

Bahkan, gaji dari Pramuka membuat gaji guru honorer terkesan amat sangat miris.

Iklan

***

Belakangan tersiar kabar simpang-siur yang tak begitu mengenakkan bagi pegiat Pramuka.

Muncul desas-desus bahwa dalam Kurikulum Merdeka Belajar, Pramuka tidak akan lagi menjadi ekstrakurikuler wajib. Hal itu seiring dengan adanya program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Saya mencoba menghubungi teman tetangga kamar di kosan dulu, Angga (24), sebagai mantan Ketua Dewan Racana Putra Pramuka UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

“Memang masih simpang-siur, tapi (sementara ini) di beberapa sekolah yang aku ajar, Pramuka masih wajib,” ungkap Angga, Kamis, (29/2/2024) petang WIB.

Angga mengaku tak bisa komentar banyak soal desas-desus tersebut. Namun, ia membeberkan bahwa Pramuka selama ini menyelamatkan hidupnya selama di Surabaya. Dari masa kuliah hingga kini lulus dan tengah merintis sebuah usaha.

Kuliah tak minta uang orang tua

Angga berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Kedua orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai petani dengan kondisi ekonomi yang serba pas-pasan.

Itulah kenapa kemudian orang tua Angga sempat tak setuju kalau Angga lanjut kuliah.

Namun, tekad Angga untuk bisa menjadi sarjana sangat besar. Alhasil, ia nekat berangkat kuliah dengan menekankan pada orang tuanya bahwa ia akan mengusahakan segalanya sendiri.

“Orang tua nggak tega kalau aku harus berjuang sendiri demi kuliah. Tapi risikonya memang begitu. Kalau mau kuliah, ya harus usaha sendiri. Orang tua nggak punya uang,” bebernya.

Sejak awal kuliah pada 2018 silam, apapun yang menghasilkan uang akan Angga kerjakan. Driver Shopee Food hingga jadi tukang sablon di usaha clothing milik temannya ia lakukan.

Bahkan pada awal 2023 lalu, Angga sempat coba-coba usaha nasi bakar yang ia jajakan melalui sistem pre order (PO).

Saya menyaksikan sendiri bagaimana ia seorang diri bergadang untuk mempersiapkan daganganya tersebut, sampai ia tertidur sambil duduk dengan tangan kanan memegang daun pisang yang akan ia jadikan bungkus nasi bakarnya.

“Aku pengin buka warung di sini (Surabaya), kecil-kecilan buat mahasiswa UINSA. Tapi kayaknya sulit. Potensi ruginya masih besar,” ungkapnya.

Semua itu ia lakukan agar ia tak sampai meminta uang pada orang tuanya selama masa kuliah di Surabaya. Sebab, kuliah adalah kemauannya sendiri.

Pramuka jadi penyelamat hidup

Angga sendiri mengaku sempat mendaftar beasiswa Bidikmisi. Sayangnya, ia tak tembus.

Iklan

Sebenarnya sama seperti saya, UKT Angga terbilang sangat murah, yakni Rp900 ribu. Namun, untuk kondisi seperti Angga, Rp900 ribu pun masih terbilang besar.

“Akhirnya mengajukan banding, turun, jadi Rp400 ribu per semester,” ujarnya.

Bagi Angga, Pramuka benar-benar menyelamatkan hidupnya selama berada di Surabaya.

Bagaimana tidak. Melalui kegiatan Pramuka di kampus, Angga kemudian mendapat peluang untuk mengajar ekstrakurikuler di beberapa sekolah di Surabaya.

Ia mengambil tiga sekolah. Dua SMP dan satu SMA. Jadwal ngajarnya merentang dari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Dari situlah ia mendapat pundi-pundi uang untuk bertahan hidup.

Gaji Pramuka Surabaya Lebih Layak dari Guru Honorer MOJOK.CO
Ilustrasi mengajar Pramuka. (Mochammad Hafidz/Unsplash)

Tak hanya itu, solidaritas dan jiwa korsa teman-temannya di Pramuka juga mengambil andil dalam menyelamatkan hidup Angga di Surabaya.

“Kadang kalau kehabisan uang, temen-temen yang ngutangi. Mau bayar kos duitnya kurang, ada yang nalangi,” tuturnya.

“Bahkan loh, aku setiap mau usaha, pasti temen-temen, khususnya kakak-kakak senior yang ngasih modal. Itungannya ngutang, tapi soal balikin mereka santai,” sambung Angga.

Baca halaman selanjutnya…

Guru honorer menangis iri

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2024 oleh

Tags: ekstrakurikulerguru honorerpilihan redaksipramukaSurabayaUINSA
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.