Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Dari Jogja Mencari Harimau Jawa 10 Hari Membelah Ujung Kulon, Hutan Jadi Mencekam Saat “Mbah Gembong” Datang

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
4 April 2024
A A
harimau jawa di ujung kulon.MOJOK.CO

Ilustrasi harimau jawa (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Momen kedatangan hewan besar diduga harimau jawa

Hari terus berganti hingga jelang batas estimasi waktu penjelajahan di dalam hutan berakhir. Regu Fajar, belum mendapat temuan yang lebih kuat dari beberapa ekspedisi lain yang pernah dilakukan. Temuannya berkisar dari feses, bekas cakaran, dan jejak.

“Sampai di sekitar hari kedelapan atau kesembilan, saat dua regu termasuk regu saya sudah sampai di titik kumpul sekitar aliran sungai, ada kejadian yang cukup menegangkan,” ceritanya.

Saat itu, selepas waktu magrib, anggota regu sudah berada di tenda perkemahan. Suara hutan yang biasanya agak riuh dengan berbagai bunyi-bunyian tiba-tiba menjadi sunyi. Keheningan itu berlangsung sekitar lima menit sampai tiba-tiba ada suara yang cukup mengagetkan.

“Suaranya itu grrr… kencang, kalau pernah dengar suara harimau di kebun binatang, ini lebih besar lagi suaranya,” terangnya.

Setelahnya, beberapa di antara anggota regu berpencar untuk mencari sumber suara. Sambil berjalan, lampu senter mereka sorot ke berbagai arah.

“Salah satu anggota kami itu ke pinggir aliran sungai dan kemudian mengaku melihat sorot mata di balik dedaunan pohon talas liar. Dia kaget, terjatuh, nggak sempat dokumentasi. Sekelebat saja terus penampakan itu menghilang,” tuturnya.

Malam itu, Fajar merasa tempat perkemahannya seperti “diawasi” dari sekitar. Para anggota bergantian berjaga sampai hari kembali terang.

Akhir dari ekspedisi

Sampai ekspedisi berakhir, momen itulah, Fajar mengaku merasa begitu dekat dengan “Mbah Gembong” -julukan untuk harimau jawa. Temuan tim ekspedisi “Menjemput Harimau Jawa” kemudian diserahkan kepada Dirjen KSDAE KLHK. Pada 2019, setelah pulang ke Jogja Fajar kembali terlibat dalam ekspedisi tindak lanjut di Ujung Kulon kembali namun dengan waktu yang lebih singkat.

Kini, perbincangan mengenai harimau jawa kembali menguat setelah peneliti dari BRIN mempublikasikan hasil tes DNA dari sehelai rambut yang ditemukan di Sukabumi, Jawa Barat. Sampel itu 97% cocok dengan DNA spesimen harimau jawa koleksi Museum Zoologicum Bogoriense [MZB] tahun 1930. Namun, perjalanan untuk benar-benar membuktikan keberadaan Mbah Gembong masih terus berlanjut.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Harimau Jawa Mengintai Permukiman Dekat Hutan, tapi Warga Desa Tak Perlu Khawatir Seperti Orang Kota

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 April 2024 oleh

Tags: ekspedisi menjemput harimau jawaharimau jawaJogjaujung kulon
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang "Hidup" buat Anak-anak. (sumber: InJourney)

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak

23 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.