Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Penyesalan Orang Surabaya yang Tinggal di Malang, Ingin Hidup Tenang malah Dipaksa “Berdamai” dengan Sound Horeg

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Juli 2025
A A
Sound horeg di Malang bikin orang Surabaya kesal. MOJOK.CO

ilustrasi - karnaval sound horeg di Malang munculkan banyak masalah baru. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Aku sih nggak masalah, tapi waktu itu kondisiku lagi urgent banget. Harus segera pulang ke rumah. Panggilan alam!” kata Ines. 

Sementara, di tengah situasi perutnya yang mules, ia masih masih harus melihat orang-orang joget di belakang sound horeg memakai baju kebaya. Sungguh pemandangan yang menyebalkan.

Nggak berani lapor

Jalanan sekitar Alun-alun Batu, Malang pun mulai lengang pukul 12.00 WIB setelah karnaval sound horeg berakhir. Sialnya, saat baru saja menghirup napas lega, Ines malah berjumpa dengan karnaval sound horeg lain, tak jauh dari rumahnya,

“Nah ternyata, di rest area Karangploso, Kabupaten Malang, ada acara pesta rakyat yang menggunakan sound horeg. Aku pikir, maksimal bakalan selesai pukul 21.00 WIB lah ya karena mereka baru mulai sore. Eh, nggak tahunya sampai jam 02.00 WIB,” ujar Ines.

Alhasil, sepanjang hari itu Ines mengaku tak bisa tidur karena jendela rumahnya terus bergetar. Ia takut tiba-tiba kacanya pecah saat ia lengah. Namun, kata Ines, kejadian itu masih mending karena di sekitar rumahnya ada sound horeg yang baru mati pukul 04.00 WIB.

Sebagai orang Surabaya yang tinggal di Malang, Ines hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menahan murka. Ia tidak bisa lagi melapor atas ketidaknyamanannya, karena karnaval sound horeg itu sudah mendapat persetujuan dari sang camat. Jelas saja, Ines kalah suara.

“Belum lagi, aku dengar ada berita viral soal surat edaran di daerah Malang yang menyuruh warga buat mengungsi jika risih dengan sound horeg, khususnya lansia dan keluarga yang memiliki bayi. Makin ciutlah aku buat lapor,” ujarnya.

Sebuah surat edaran dari Pemerintah Desa Dnowarih di Kabupaten Malang memang sempat viral di media sosial. Isinya mengimbau warga untuk menjaga jarak atau mengamankan diri sementara dari kegiatan karnaval pesta rakyat yang menggunakan sound horeg pada Rabu (23/7/2025).

Tak ada tempat tenang bahkan di Malang

Maraknya sound horeg di Malang membuat Ines jadi pikir-pikir ulang alasannya tak kembali ke Surabaya. Hingga kini, ia mengaku masih bisa bertahan walaupun mengalami banyak ketidaknyamanan. 

“Sebetulnya kalau dari rumahku, nggak sampai yang ramai sekali setiap jam. Aku sebagai rental sound system pun jadi merasa risih saja, karena yang disalahkan malah sound,” kata Ines.

Hanya saja, kata dia, sesuatu yang berlebihan pasti hasilnya tidak baik.

“Dimana lagi aku harus mencari ketenangan?” ucap warga Malang itu.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: Derita Mahasiswa KKN di Desa Sound Horeg: “Dipaksa Jadi Jamet” buat Karnaval, Kalau Nolak Bisa Diusir atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2025 oleh

Tags: kabupaten malangkarnaval sound horegMalangslow livingsound horegSurabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO
Ragam

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026
Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO
Ragam

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Slow Living Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong (Unsplash)
Pojokan

Slow Living dan Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong, Apalagi Kalau Kamu Cuma Buruh Rendahan dan Gajimu Mengenaskan

4 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: Malam-malam ada suara ceplak-ceplok, saling pukul di kamar, hingga terusir gara-gara sengketa warisan MOJOK.CO

Sewa Kos Rp350 Ribu Berdinding Triplek di Tamsis Kota Jogja, Bonus Suara “Ceplak-ceplok” Tengah Malam hingga Terusir Gara-gara Sengketa Warisan

6 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
foto orang meninggal di media sosial nggak sopan kurang ajar. mojok.co

Meninggal di Desa Itu Sebenarnya Mahal, Menjadi Murah karena Guyub Warganya

5 Januari 2026
Hidup di Desa.MOJOK.CO

Jadi Anak Terakhir di Desa Itu Serba Salah: Dituntut Merawat Ortu, tapi Selalu Dinyinyiri Tetangga karena Tak Merantau

7 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.