Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Derita Mahasiswa KKN di Desa Sound Horeg: “Dipaksa Jadi Jamet” buat Karnaval, Kalau Nolak Bisa Diusir

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Juli 2025
A A
Derita Mahasiswa KKN ikut karnaval sound horeg. MOJOK.CO

ilustrasi - mahasiswa KKN terpaksa ikut karnaval sound horeg. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selama ini, Riksa* (22) hanya menyaksikan karnaval sound horeg melalui media sosial dan pemberitaan media massa. Itu saja sudah membuatnya kesal dan heran. Kesal, karena kok bisa ada orang yang denial setengah mampus saat dibilang bahwa sound horeg meresahkan. Heran karena kok bisa ada orang yang menikmatinya. Sampai akhirnya, Riksa harus KKN di sebuah desa yang mayoritas warganya menggandrungi sound horeg.

Syok lihat warga giat latihan untuk karnaval sound horeg

Riksa merupakan mahasiswa di salah satu kampus di Surabaya yang saat ini menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebagai pengalaman pertama, ia sudah membayangkan bakal ditempatkan di sebuah desa pelosok yang memiliki keterbatasan infrastruktur maupun sumber daya.

Dengan begitu, mahasiswa KKN dapat bersama-sama membantu warga–paling tidak–membuka mata untuk berinovasi, itu sekurang-kurangnya jika tidak benar-benar bisa disebut memberi solusi atau memecahkan persoalan. 

Namun nyatanya, Riksa dan kesepuluh anggota KKN-nya hanya ditempatkan di sebuah desa di Jawa Timur yang tidak terlalu pelosok. Jika dilihat dari segi infrastruktur, desa tersebut masih memiliki akses jalan yang mudah, warganya pun tidak terlalu tertinggal.  

“Jujur itu memudahkan kami. Karena kami tinggal menyerap aspirasi perihal apa yang sebenarnya warga butuhkan. Jika kami bisa bantu, ya kami usahakan,” ujar Riksa saat dihubungi Mojok, Kamis (24/7/2025) siang melalui pesan aplikasi pesan singkat. 

Riksa mengaku keberadaannya bersama mahasiswa KKN disambut baik oleh warga di sana. Lambat laun mereka jadi bisa berbaur. Sampai akhirnya, Riksa syok saat mengetahui salah satu kegemaran warga, yakni menggandrungi sound horeg sampai membuat karnaval.

“Asli, akhirnya aku dengar dan lihat langsung tumpukan sound dengan suara menggelegar itu,” kata Riksa.

Saban sore, Riksa dan teman-temannya harus terbiasa melihat pemandangan warga yang sibuk latihan joget-joget pargoy. Belum lagi, dentuman sound horeg yang bisa terdengar sampai malam. Warga memang rutin latihan untuk lomba battle sound horeg di karnaval tingkat kecamatan saat 17 Agustus nanti.

“Pagi-pagi pun, suara sound jedag-jedug jadi suara yang akhirnya harus biasa kami dengar. Bukan horeg, sih. Tapi kayaknya warga setempat emang suka nyetel musik jedag-jedug lewat sound. Lalu suaranya dikencengin,” kata Riksa.

Ikut karnaval sound horeg jadi program prioritas

Sebetulnya, Riksa dan teman-temannya sudah menyiapkan kegiatan lomba untuk acara 17 Agustus. Semacam lomba-lomba anti mainstream. Saat menyampaikan ide tersebut ke karang taruna, mereka bilang oke-oke saja.

“Silakan dijalankan, akan dibantu. Asal nggak nabrak sama jadwal karnaval sound horeg,” katanya.

Malahan, warga juga mengajak mahasiswa KKN untuk ikut acara karnaval nanti. Mau tidak mau, mereka pun harus ikut karena takut menolak. Alhasil, beberapa anggota Riksa pun ikut latihan joget pargoy untuk karnaval di 17 Agustus. 

“Yang lain milih jadi content creator-nya saja. Bikin konten video buat dokumentasi desa. Absurd banget,” kata Riksa.

Baca Halaman Selanjutnya

Mahasiswa KKN benci dengan sound horeg

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2025 oleh

Tags: desa sound horegkarnaval 17 agustuskarnaval sound horegKKNkkn di jawa timurmahasiswa kknowner sound horegsound horeg
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.