Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Derita Guru Swasta Saat BKN Tak Akui Sertifikat Guru Penggerak

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
20 Januari 2024
A A
Derita Guru Swasta di Tasikmalaya: Suami Pensiun, Anak Masuk Kuliah, BKN Tak Akui Sertifikat Guru Penggerak MOJOK.CO

Ilustrasi Derita Guru Swasta di Tasikmalaya: Suami Pensiun, Anak Masuk Kuliah, BKN Tak Akui Sertifikat Guru Penggerak. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jadi guru swasta apalagi di daerah sungguh menderita. Pemerintah yang jadi harapan satu-satunya justru mempersulit.

***

Derita jadi guru honorer di sekolah swasta

Uki (25) salah seorang guru honorer di Jawa Barat mengungkapkan keluh kesahnya saat masih menjadi guru honorer. “Gajinya ngusap dada,” ujarnya tanpa menyebut nominal. Ia menyoroti bagaimana derita menjadi guru honorer di sekolah swasta. 

“Kalaupun dapat sertifikasi guru itu dibayarkan 3 bulan. Tapi kan kebutuhan sehari-hari tidak bisa dirapel tiga bulan,” katanya kepada Mojok, Jumat (19/1/2024). 

Problem lain yang ia hadapi, saat ingin mendaftar menjadi ASN guru, syaratnya adalah harus masuk Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dapodik adalah salah satu database pendidikan yang pengelolaannya langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Data yang ada di dalam dapodik ini memuat data penting mulai dari data guru, peserta didik, tenaga kependidikan, hingga substansi pendidikan. 

Untuk masuk di Dapodik, harus jadi guru honorer di sekolah yang sudah terdaftar di Dinas Pendidikan, baik itu di swasta atau di sekolah negeri. “Nah sudah jelas pemerintah tidak akan mengakomodasi guru honorer, karena anggarannya cuma untuk guru ASN. Bahkan saat ini sudah nggak boleh ada honorer di sekolah, berganti menjadi PPPK,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, yang ada dalam posisi sulit dan kasihan adalah guru honorer sekolah swasta. Memang tidak semua sekolah swasta, tapi beberapa sekolah swasta, udah masuk dapodiknya lama, bahkan ada yang syaratnya harus dua tahun ngajar dulu baru masuk dapodik. Digajinya kecil pula, BPJS pun tidak didaftarkan.

“Yang lebih kasihan lagi adalah guru honor swasta yang sekolahnya belum terdaftar di disdik. Sudah gajinya kecil. Kesempatan daftar PPPK jadi nggak bisa,” paparnya.

Jadi guru swasta agar punya status jelas

Awal Januari 2024 dirasakan sangat berat oleh Rina DH* (49) seorang guru sekolah swasta di Jawa Barat. Suaminya yang jadi PNS rendahan baru saja pensiun, sementara anaknya yang bungsu baru menginjak semester satu. Anaknya yang paling besar baru lulus kuliah dan berkutat mencari pekerjaan.

Sementara gajinya sebagai guru di sebuah yayasan swasta, sangat minim. “Honor saya jadi guru di TK swasta itu meski berstatus guru tetap yayasan cuma Rp175 ribu per bulan,” katanya saat menghubungi Mojok, Jumat (19/1/2024). 

Sertifikasi guru yang ia terima per tiga bulan juga tergolong minim. Sebagai guru sekolah swasta, tunjangan sertifikasi guru seringnya ia terima molor dari waktu seharusnya. “Sebulan sekitar 2,7 juta diberikan setiap tiga bulan, dan pasti molor,” kata Rina yang mewanti-wanti namanya disamarkan.

Rina menceritakan perjalanannya menjadi seorang pendidik. Awalnya dia adalah guru dengan status honorer di sebuah sekolah dasar negeri. Ia kemudian mutasi ke sekolah swasta karena ikut program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). 

PLPG adalah suatu program yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru yaitu kompetensi profesionalitas. Dalam menentukan kelulusan guru saat sertifikasi, ada dua cara yang dilakukan yaitu melalui portofolio dan melalui diklat (pendidikan dan latihan).

“Saat itu saya ada pilihan, kuliah lagi jurusan Pendidikan Guru SD atau ikut PLPG. Saya dilema saat itu, karena anak-anak makin besar dan butuh biaya. Kemudian putuskan ikut PLPG karena waktu pelatihannya tidak lama,” kata Rina.

Iklan

Jadi guru swasta dengan gaji Rp175 ribu per bulan

Karena memutuskan ikut PLPG, Rina kemudian mutasi menjadi guru tetap di sebuah yayasan. Pikirnya gajinya lebih tinggi dari saat menjadi guru honorer. “Awalnya dapat 60 ribu, kemudian naik 25 ribu, sampai sekarang Rp175 ribu per bulan. Saya terima dengan lapang dada,” katanya. 

Ia tidak memungkiri sekolah swasta tempatnya mengajar adalah sebuah yayasan kecil. Mungkin berbeda jika itu adalah sekolah swasta seperti yang ada di kota-kota besar.

Ia punya harapan dari sertifikasi guru yang ia dapatkan. Namun, sertifikasi guru yang ia harapkan baru cair di tahun 2015. Dari yang semula ia masuk golongan IIA, kemudian ikut skema penyetaraan golongan (inpassing) menjadi IIIA. “Tapi beda dengan yang guru PNS yang otomatis naik golongan tiap 5 tahun. Guru swasta, seperti saya nggak naik-naik dari dulu, mungkin sampai mati nggak naik-naik,” katanya.

Rina mendengar bahwa dengan sertifikat sebagai Guru Penggerak ia bisa naik golongan asal mengurusnya ke Jakarta. Namun, ia merasa hal itu akan menghabiskan banyak biaya baginya yang menurutnya lebih penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu, ia juga tidak habis pemerintah tidak menghitung masa kerja saat masih menjadi guru honorer di sekolah negeri. Yang dihitung adalah masa kerja setelah ia menjadi guru swasta.

“Alhasil, sertifikasi saja di bawah UMK, padahal anak tumbuh besar dan biaya pendidikan juga terus meningkat,” katanya.

Rina bercerita, berbagai cara ia lakukan untuk bisa dihargai sebagai seorang guru. Termasuk saat ia mengikuti Program Guru Penggerak. Ia lolos 

Baca halaman selanjutnya

Kecewa dengan BKN yang menolak sertifikat Guru Penggerak sebelum 2024

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2024 oleh

Tags: guruguru penggerakguru swastapilihan redaksisekolah
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO
Sehari-hari

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026
Buka puasa di Blok M saat bulan Ramadan
Ragam

Jangan Buka Puasa di Blok M kalau Tidak Mau Lanjut Puasa tanpa Sempat Makan

16 Februari 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja
Ragam

Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir

16 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

13 Februari 2026
Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar tapi Cuma Ilusi MOJOK.CO

Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar, tapi Nyatanya Bisa Bikin Pusing kayak Gaji Jogja yang Tiarap Itu

12 Februari 2026
Anak yang dicap gagal penuhi standar sukses justru paling tulus merawat orang tua. Anak yang sok sibuk dan dibilang sukses malah jadi yang paling berisik soal warisan MOJOK.CO

Anak yang Dicap Gagal Justru Paling Tulus dan Telaten Rawat Ortu, Anak yang Katanya Sukses cuma Berisik Rebutan Warisan

13 Februari 2026
Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium MOJOK.CO

Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium

16 Februari 2026
Hari Valentine, “Valentine Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai dengan Berhubungan Seks?.MOJOK.CO

“Valentine Bukan Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai Sedangkal Berhubungan Seks?

13 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.