ADVERTISEMENT

Derita Guru Swasta Saat BKN Tak Akui Sertifikat Guru Penggerak

Derita Guru Swasta di Tasikmalaya: Suami Pensiun, Anak Masuk Kuliah, BKN Tak Akui Sertifikat Guru Penggerak MOJOK.CO

Kecewa dengan BKN yang menolak sertifikat Guru Penggerak sebelum 2024

Namun, kekecewaan menghinggapinya lagi. Saat ini BKN mengeluarkan platform e-Kinerja. Di situ, guru wajib mengisi Rencana Hasil Kinerja (RHK) dan menggunggah sertifikat pelatihan atau webinar untuk menaikan poin.

“Ternyata kami guru swasta tidak bisa mengunggah sertifikat Guru Penggerak yang keluar sebelum tahun 2023. Yang bisa katanya sertifikat tahun 2024. Padahal nilai poin-ny cukup besar 128 poin. Hanya guru PNS atau PPPK yang bisa masuk, terus nasib kami sebagai guru swasta bagaimana?” katanya. 

Rina berharap pemerintah, kementerian pendidikan dan BKN lebih peka dan adil terhadap guru swasta. Padahal ia dan teman-temannya sudah punya sertifikasi guru, sertifikat Guru Penggerak. “Harus bagaimana saya mengubah nasib. Tolong berikan kesempatan pada guru swasta minimal menjadi PPPK. Bahkan kalau mungkin menjadi PNS, karena pengabdian kami sudah hampir 20 tahun,” kata Rina.

Jokowi sudah putuskan hilangkan tenaga kerja honorer, termasuk guru honorer di sekolah

Sebelumnya pada 31 Oktober 2023, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan jika pemerintah resmi menghapus tenaga kerja honorer paling lambat Desember 2024. Ketentuan ini ada dalam UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diteken Jokowi pada Selasa (31/10).

Mengutip CNN Indonesia, Kemenpan RB berjanji tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menimpa 2,3 juta tenaga honorer. Kementerian pimpinan Abdullah Azwar Anas ini tengah menyiapkan solusi agar para honorer bisa beralih menjadi PPPK.

BACA JUGA Program Guru Penggerak Membuat Guru Kewalahan Mengajar, Pilih Mundur ketimbang Gagal Jadi Pengajar yang Baik

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2024 oleh .

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.