Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Menyelami Isi Kepala Gus Dur Melalui Dark Jokes-nya: Dari BH Yahudi hingga Nyi Roro Kidul Berhijab

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
16 Desember 2023
A A
Menyelami Isi Kepala Gus Dur Melalui Dark Jokes-nya MOJOK.CO

Ilustrasi Menyelami Isi Kepala Gus Dur Melalui Dark Jokes-nya (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hari ini, Sabtu 16 Desember 2023, keluarga Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahmah Wahid atau Gus Dur menyelenggarakan haul ke-14 bagi sosok yang punya julukan Bapak Pluralisme tersebut. Sosoknya dikenal dengan humornya yang tergolong dark jokes atau pinggir jurang.

Aulia Rakhman mungkin tak akan pernah menyangka kalau guyonannya bakal berujung penjara. Komika asal Lampung ini viral mendadak gegara dark jokes-nya atau humor gelapnya yang dianggap menistakan agama.

Saat mengisi acara Desak Anies pada pekan lalu, ia melemparkan guyonan yang membawa nama Nabi Muhammad. Berniat dapat tawa, eh, malah sebaliknya. Penonton terdiam, video stand up-nya pun viral, dan akhirnya hal itu berujung pada laporan.

Akibat dark jokes-nya itu juga, Aulia Rakhman terjerat Pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan agama subsider Pasal 156 KUHP tentang ujaran kebencian terhadap suatu golongan. Ia pun terancam kurungan 5 tahun penjara. Apes sekali, memang.

Gus Dur, pawangnya dark jokes

Berbicara soal dark jokes sendiri, ia merupakan guyonan yang berada di tepi jurang. Pilihannya cuma ada dua, suara tawa audiens bakal menggema keras, atau malah sebaliknya: jatuh ke ujung jurang laiknya Aulia Rakhman.

Tidak sembarang orang memang yang bisa menjadi pawang dari dark jokes. Sejarah mencatat, tokoh ulama besar sekaligus Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah pawang dari guyon gelap tadi.

Sepanjang hidupnya, ada puluhan humor gelap yang pernah Gus Dur ungkapkan. Baik itu kepada para pejabat, petinggi negara-negara di dunia, masyarakat umum ataupun wartawan.

Lantas, apa saja dark jokes Gus Dur yang paling terkenal dan benarkah bahwa humor-humor gelap itu sesungguhnya penuh nilai? Alih-alih mengolok-olok, ada “pesan” yang ingin ia sampaikan.

BH Yahudi, dark jokes legendaris Gus Dur tentang Israel dan Yahudi

Salah satu dark jokes paling legendaris dari Gus Dur adalah saat ia bertemu Presiden Israel Shimon Peres (2007-2014). Mengutip Hamzah Sahal dalam bukunya Ulama Bercanda, Santri Tertawa (2019), kala itu Gus Dur mengatakan bahwa negara Israel bakal untung besar hanya dengan mengimpor BH.

“Pak Peres, negeri Anda akan kaya raya jika mau mengimpor kutang dari Prancis,” kata Gus Dur kepada Shimon Peres seperti ditulis Hamzah Sahal.

“Mengapa, Pak Gus?” tanya Peres penasaran. “Imporlah kutang dari Prancis. Sesampai di Israel, kutang itu potong jadi dua,” kata Gus Dur menjelaskan, yang bikin orang nomor satu di Israel itu makin kebingungan.

Gus Dur menyambung, “Nah, setelah dipotong jadi dua, baru dijual. Kutang yang aslinya hanya bisa dipakai satu orang, di Israel bisa untuk dua orang, asal dipotong dulu. Dan itu artinya bisa mendatangkan untung lipat dua. Jangan lupa, tali-tali pengikatnya dibuang dulu,” jelas Gus Dur.

“Mana bisa kutang dipotong jadi dua dan mendatangkan untung berlipat?” Peres semakin penasaran, bagaimana mungkin BH yang sudah dibelah masih bisa dipakai.

“Bisa. Kalau sudah jadi dua, namanya bukan kutang lagi. Kalian bisa memakai kutang sebagai topi untuk pergi ke Tembok Ratapan,” tutur Gus Dur dengan sangat enteng.

Iklan

Kedua kepala negara ini tertawa terbahak-bahak. Topi dari kutang yang Gus Dur maksud adalah “Kipah”. Yakni topi orang Yahudi berbentuk bulat yang biasanya sering buat berkunjung ke Tembok Ratapan.

Jika dark jokes ini tersampaikan saat ini, bisa jadi ini bakal jadi masalah besar. Di pinggir jurang banget, karena menganalogikan busana keagamaan dengan pakaian dalam perempuan.

“Daging” paling enak sedunia

Dark jokes lain dari Gus Dur adalah soal “daging” paling enak sedunia. Lelucon gelap ini ia sampaikan kepada tokoh Katolik yang kondang sekaligus sahabatnya, YB Mangunwijaya alias Romo Mangun.

Seperti Guntur Wiguna tulis dalam bukunya Koleksi Humor Gus Dur (2010), suatu waktu Gus Dur bertemu dengan Romo Mangun di sebuah pesawat. Konon, kedua tokoh sama-sama pulang ke Jakarta dari Singapura.

Di dalam pesawat, Romo Mangun memesan daging babi yang jadi makanan kesukaannya.

“Mari, Gus. Daging babinya enak lho,” katanya menawari Gus Dur dengan nada bercanda.

Dengan santun, Gus Dur pun menolak tawaran Romo Mangun. “Maaf Romo. Saya tidak boleh makan daging babi.”

“Waduh, sayang sekali. Padahal daging babi adalah daging yang paling enak di dunia,” saut Romo seraya menggoda Gus Dur.

Sepanjang perjalanan, Gus Dur hanya diam. Sementara Romo Mangun tertawa kecil seolah bilang “1-0”, merasa menang karena sudah berlaku jail pada Gus Dur.

Namun, selepas pesawat mendarat, terlihat Gus Dur dijemput oleh istrinya. Dengan senyum usil, serangan balik pun siap Gus Dur lancarkan. 

“Romo, saya sudah dijemput istri saya, lho. Lha mana istrinya Romo?,” tanya Gus Dur setengah mengejek. 

“Maaf, Gus, saya tidak beristri,” jawab Romo Mangun.

“Waduh, sayang sekali padahal itu daging paling enak sedunia,” timpal Gus Dur seolah meng-ulti Romo Mangun dan mengubah skor menjadi 1-1.

Sayangnya, jika lelucon ini muncul hari ini, sudah pasti ia akan viral dan penuh kontroversi. Sebab, lelucon pinggir jurang ini terlalu sensitif, melecehkan perempuan, ataupun tidak peka terhadap keyakinan orang lain. 

Nyi Roro Kidul berhijab

Dark jokes lain yang tak kalah gelap adalah kala sang Presiden RI ke-4 ini menjawab pertanyaan mengenai penyebab gempa bumi.

Kala itu, Gus Dur berkunjung ke Yogyakarta yang baru saja kena bencana alam gempa bumi. Kemudian, seorang wartawan pun mendatangi Gus Dur dan bertanya mengenai penyebab gempa bumi.

Merasa di luar kapasitasnya dalam menjawab pertanyaan tersebut, Gus Dur menjawabnya dengan kalimat nyeleneh tapi sangat sarkastik.

“Itu karena Nyi Roro Kidul marah karena dipaksa pakai jilbab,” kata Gus Dur seperti dikutip NU Online.

Konon, kalimat itu sebenarnya adalah sindiran Bapak Pluralisme ini pada kelompok umat Islam di Indonesia yang memaksakan peraturan daerah (Perda) syariat Islam, khususnya penggunaan hijab.

Dark jokes Gus Dur yang tepi jurang, tapi penuh dengan nilai

Meski terkesan sangat insensitif, penuh kontroversi, dan bahkan–dalam bahasa hari ini–”menistakan”, dark jokes adalah cara Gus Dur untuk menyampaikan nilai-nilai tertentu.

Misalnya, Rektor Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah Jember, Rijal Mumazziq Z., pernah membedah bahwa dark jokes Gus Dur setidaknya bisa dipandang melalui beberapa aspek.

Pertama, kata Rijal, Gus Dur melesatkan humornya dalam suasana keakraban, kedekatan, dan kasih sayang sesama pemeluk agama, bukan atas dasar kebencian, fasisme dan rasialisme. 

“Narasinya pas, sentuhannya tepat, dan dilontarkan dalam suasana dan momen yang pas. Dalam istilah Jawa, tahu empan-papan. Paham situasi dan kondisi,” kata Rijal.

Hal ini nyambung dengan aspek kedua, yakni Gus Dur itu paham psikologi massa. 

Kata Rijal, “Gus Dur bisa membawakan humor dalam suasana maupun komunikasi komunal dengan teknik dan pilihan guyonan yang berbeda.”

Misalnya, ia mencontohkan, saat berceramah di audiens yang berbeda, sebut saja di hadapan ibu-ibu nahdliyyat desa, atau di pengajian umum, maupun di acara seminar, pilihan humor Gus Dur tidak sama. Artinya, ada saat, tempat, teknik, maupun guyon yang tepat. Tak bisa sembarangan.

Hal ini pun semakin menunjukkan bahwa dark jokes merupakan guyon internal yang tak bisa sembarang orang ungkapkan. Harus ada waktu dan tempat yang pas. Salah-salah malah akan dianggap melecehkan. 

Sementara aspek ketiga, lanjut Rijal, dark jokes Gus Dur terlontar dalam rangka otokritik. Artinya, ia sedang mengkritik diri sendiri, mengkritik golongan sendiri, dan bukannya melecehkan kelompok lain. 

“Otokritik ini sangat penting, termasuk untuk kehidupan beragama, agar tidak sombong dan merasa benar.”

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Cara Gus Dur Mengritik dan Menjawab Kritik sambil Menertawakan Diri Sendiri

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2023 oleh

Tags: Abdurrahmah Wahiddark jokesGus Durhumor Gus Durpilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Ragam

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.