Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Beli Honda PCX buat Pamer Sukses ke Tetangga yang Tak Punya Motor Mahal, Awalnya Dielu-elukan Berujung Memprihatinkan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 Juli 2025
A A
Beli motor Honda PCX buat pamer dan dicap sukses, berujung tragis karena judi online (judol) MOJOK.CO

Ilustrasi - Beli motor Honda PCX buat pamer dan dicap sukses, berujung tragis karena judi online (judol). (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kesombongan berganti menjadi kelimpungan

Silo sempat kembali ke Batam untuk kembali bekerja. Sementara motornya dia tinggal di rumah. Katanya, motor Honda PCX itu kemudian sering dipinjam oleh kakaknya.

Di titik itu, Silo juga merasa lebih bisa diandalkan ketimbang sang kakak. Karena kakaknya saja sampai harus meminjam motor Honda PCX Silo, kendati sang kakak sebenarnya punya motor sendiri.

Namun, “situasi menyenangkan” itu tidak berlangsung lama. Awal 2020 Indonesia dilanda Covid-19. Silo sempat bertahan beberapa saat di Batam, meski proyek dihentikan sementara.

“Katanya waktu itu kan sementara. Ternyata Covid-19 makin meluas. Semua aktivitas mandek. Termasuk proyek. Para kuli dipulangkan,” ujar Silo.

Satu tahun berlalu. Silo mencoba mati-matian bertahan hidup mengandalkan sisa upahnya. Sementara pandemi tak kunjung mereda, bahkan makin parah.

“Sebenarnya 2021 itu ada beberapa kuli yang dipanggil mandor lagi. Karena proyek lanjut jalan. Tapi aku nggak dipanggil. Saat kucek ke kuli-kuli yang dipanggil, katanya mandor nggak mau ambil risiko. Karena sedang pembatasan, jadi kulinya diambil yang tua-tua (senior),” tutur Silo. Masuk akal atau tidak, tapi Silo hanya bisa pasrah.

Tergiur judi online (judol)

Sialnya, uang sudah menipis, sementara tidak ada pekerjaan yang bisa Silo lakukan selama pandemi. Proyek-proyek lokalan juga tidak ada yang jalan.

Sialnya lagi, dalam situasi tersebut, Silo tergiur judi online alias judol. Bermula dari nongkrong di warung kopi desa bersama sejumlah pemuda desa yang nasibnya juga sedang pelik, Silo nyaris menghabiskan malam-malam untuk berburu jackpot.

“Ada lah taman yang mengaku jackpot gede, langsung tergiur. Aku ikut-ikutan. Lumayan kan, nggak usah kerja tapi ada pemasukan,” ucap Silo.

Sayangnya, alih-alih jackpot, Silo malah tekor besar. Dia sampai ngutang di mana-mana, untuk judol juga untuk beli bensin dan rokok.

Merujuk data Polri, pandemi Covid-19 memang menjadi awal mula maraknya judi online. Didorong iming-iming uang dalam jumlah besar tanpa harus keras membanting tulang, seseorang rela menggadaikan dirinya dalam iming-iming penuh ketidakpastian dan kelicikan operator tersebut.

Pegadaian jadi jalan terakhir

Tak kunjung jackpot, tapi terjerat hutang besar. Silo hanya menatap motor Honda PCX-nya dengan nanar. Hanya itu satu-satunya harta yang tersisa darinya. Harta yang selama ini dia sombongkan sebagai standar kesuksesan.

Awalnya Silo berpikir untuk menjualnya. Tapi dia gengsi. Sebab, motor Honda PCX itulah yang membuatnya disanjung-sanjung dan dianggap sukses.

“Akhirnya kugadaikan,” ujar Silo.

Iklan

Kabar “kejatuhan” Silo tak ayal merebak. Dari yang semula dielu-elukan, tiba-tiba menjadi buah bibir: Silo terjerat utang gara-gara judol. Motor Honda PCX Silo akhirnya digadaikan. Dan sekian bunyi gunjingan yang lain.

Silo baru bisa bekerja kembali pada 2022. Kembali ke Batam. Sejak saat itu, hingga sekarang, Silo tengah mati-matian menutup utang-utangnya sembari mengumpulkan uang untuk menebus motor Honda PCX miliknya di pegadaian.

“Mengikuti standar orang lain bisa mencelakakan diri sendiri. Nikmatnya hanya sesaat. Apalagi judi online (judol),” tutup Silo.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Pertama Kali Punya Mobil Pribadi buat Pamer ke Tetangga, Malah Berujung Repot Sendiri hingga Dijual Lagi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2025 oleh

Tags: gadaikan motorgadaikan motor di pegadaianHonda PCXjudi onlinejudolMotor Hondamotor pcxpcx
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO
Otomojok

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO
Pojokan

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co
Pojokan

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.