Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Ganti Motor Honda PCX 150 Berujung Menyesal karena Bawa Petaka dan Bikin Boncos, Seketika Rindu dengan Yamaha Mio Sporty

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
2 Maret 2026
A A
Honda PCX 150 lebih buruk dibanding Yamaha Mio Sporty. MOJOK.CO

ilustrasi - Honda PCX 150 nggak cocok untuk gaya-gayaan orang miskin. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Salah satu alasan Udin berganti haluan ke Honda PCX 150, karena ia sempat dihina oleh guru SMA-nya saat mengendarai Yamaha Mio Sporty. Kini ada sedikit penyesalan dalam diri, sebab ternyata Honda PCX 150 itu tak cocok untuk tubuhnya yang pendek. 

Yamaha Mio Sporty bikin malu

Bagi anak SMA yang rumahnya jauh dari sekolah, motor adalah kebutuhan. Sebelum adanya sistem zonasi dan jasa ojek online seperti sekarang, Udin beruntung ditawari motor pribadi oleh orang tuanya.

Iklan

“Sebetulnya bisa diantar ya, tapi ayah ibuku sibuk bekerja sedangkan aku nggak terbiasa naik angkot atau bus,” kata Udin kepada Mojok, Minggu (1/3/2026).

Meski begitu, Udin tak bisa memilih jenis motor yang ia sukai. Waktu itu ibunya sudah mewanti Udin bahwa pilihan motornya terbatas. Padahal, kalau boleh memilih, Udin lebih suka motor lakik tapi matic.

Tapi apa mau dikata, ia hanya bisa menerima pilihan orang tuanya untuk membeli motor Yamaha Mio Sporty bekas. Ketidak percayaan diri Udin semakin kuat saat guru SMA-nya mengejek motor Udin.

“Guruku itu memang suka mem-bully tapi malah aku yang dicap nakal sama dia,” kata Udin, “waktu itu dia bilang motorku jelek, tapi akunya banyak gaya,” lanjutnya.

Tak terima dengan ejekan gurunya, Udin langsung merengek minta motor baru ke orang tuanya. Beberapa hari ia ngambek tak mau berangkat sekolah kalau tidak dibelikan motor. Sampai akhirnya ibu Udin menyerah dan membawanya ke toko. Di sanalah Udin melihat motor PCX 150.

Honda PCX 150 jadi idaman semasa SMA

Biasanya, Udin hanya melihat PCX 150 di jalan tapi saat melihat detailnya dari dekat, Udin langsung terkesima dengan kegagahan motor tersebut dibandingkan motor Yamaha Mio Sporty-nya sekarang.

Salah satu alasan Udin tertarik dengan Honda PCX 150 karena dia menerapkan keyless system, teknologi pengaman modern yang mana kuncinya berbentuk remote (fob) atau smartphone.

“Di lingkungan kota metropolitan, Surabaya yang banyak curanmor, kayaknya kok fitur ini penting ya,” kata Udin.

Namun, Udin sebetulnya tak benar-benar menyimak penjelasan petugas. Toh, kata dia, informasi itu bisa dia dapatkan dari internet. Sehingga saat itu, ia hanya membayangkan betapa kerennya pakai PCX 150 nanti di sekolah.

“Aku akhirnya pilih PCX 150 warna merah dan orang tuaku langsung mengiyakan,” ucap Udin.

PCX 150, mengingatkan kenangan indah bersama motor lama

Sayangnya, bayangan Udin ke sekolah pakai PCX 150 langsung sirna. Alih-alih tampak keren di mata murid dan gurunya, Udin justru terjatuh di parkiran. Saat ia hendak memundurkan motor, tubuhnya yang kecil tak kuat menopang tubuh motor yang tergolong besar dibanding skuter matic lainnya.

Badannya pun sampai lecet-lecet karena kejadian itu. Namun, yang lebih parah adalah peristiwa itu dilihat oleh teman-temannya. Dengan menahan rasa malu, Udin langsung berdiri dan mengendarai motornya kembali sepulang sekolah.

Parahnya, peristiwa ini tak hanya Udin alami di sekolah. Ia sering mengaku kesusahan saat harus melewati gang-gang sempit. Apalagi, jika di jalan terdapat truk-truk besar yang menyebabkan macet. 

Tanpa buru-buru untuk menyalip, Udin memilih jaga jarak daripada celaka karena sulit membelok-belokkan setir. Seketika, kejadian itu membuatnya rindu dengan Yamaha Mio Sporty-nya.

“Ternyata walaupun bentukan Yamaha Mio Sporty kecil, aku lebih nyaman pakai dia daripada PCX 150,” ucap Udin.

Ubah warna Honda PCX 150, malah bawa sial

Masalah makin runyam saat Udin mengganti warna motornya dari merah maroon ke warna hitam. Lama-lama, kata Udin, ia bosan juga dengan warna merah maroon. Lalu mengganti spionnya yang lebih kecil.

Iklan

“Kalau dihitung-hitung ya lumayan. Bisa hampir Rp1 juta. Belum lagi perawatannya kan, kayak konsisten beli Pertamax, biaya service, dan lain-lainnya,” ucap Udin.

Ia juga berharap perubahan tersebut dapat meningkatkan suasana hatinya sekaligus menepis kesialan. Namun, pendapat Udin tak sama dengan ibunya. Setelah PCX 150 miliknya dicat warna hitam, ibu Udin langsung kebingungan.

“Ibuku bilang bakal sulit kalau mau perpanjangan motor karena harus ganti status warnanya dulu di STNK dan harus keluar duit lagi,” ucapnya.

Benar saja, sebelum mengubah status warna di STNK, Udin sempat terkena denda sebesar Rp500 ribu. Ia sempat bersungut-sungut pada polisi, walaupun secara aturan hal itu memang melanggar.

Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 288, mengubah warna cat atau menutupi warna asli dengan stiker secara menyeluruh pada motor, dapat didenda maksimal Rp500 ribu atau pidana kurungan paling lama dua bulan. 

“Masalahnya aku ditodong harus bayar Rp1 juta, kalau mau ganti warna lagi dari hitam ke merah (warna asli) aku boncos lagi lah. Rp750 ribu biayanya. Mumet!” ucapnya.

Alhasil, Udin tetap mempertahankan warna hitam pada motornya sambil masih mencari alternatif lain agar dendanya tidak terlalu mahal. Yang penting, kata dia, kali ini SIM-nya masih aman dapat diperpanjang.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Beli Honda PCX buat Pamer Sukses ke Tetangga yang Tak Punya Motor Mahal, Awalnya Dielu-elukan Berujung Memprihatinkan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh

Tags: ganti warna motorHonda PCX 150kena tilangmotor karbupcxPCX 150yamaha mio sporty
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026
PCX Motor Honda Paling Elegan, NMAX Cuma Matik Paling Berisik MOJOK.CO

NMAX Memang Laris, Tapi PCX Lebih Elegan: 5 Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Memuja Matik yang Terlalu Berisik Itu

6 Agustus 2025
NMAX Motor Terbaik Yamaha Pembunuh Popularitas Honda PCX MOJOK.CO

NMAX: Motor Terbaik Yamaha, Wujud Supremasi di Segala Lini Dibanding Honda PCX

2 Agustus 2025
Honda PCX Bawa Sial, Bersyukur Takut Istri dan Beli Vario 160 (welovehonda.id)

Jangan Beli Honda PCX Motor yang Bikin Menyesal dan Saya Bersyukur Takut sama Istri lalu Beli Honda Vario 160 Saja demi Terhindar dari Masalah Rumah Tangga

13 Juli 2025
Beli motor Honda PCX buat pamer dan dicap sukses, berujung tragis karena judi online (judol) MOJOK.CO

Beli Honda PCX buat Pamer Sukses ke Tetangga yang Tak Punya Motor Mahal, Awalnya Dielu-elukan Berujung Memprihatinkan

13 Juli 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.