Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Beli Honda PCX buat Pamer Sukses ke Tetangga yang Tak Punya Motor Mahal, Awalnya Dielu-elukan Berujung Memprihatinkan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 Juli 2025
A A
Beli motor Honda PCX buat pamer dan dicap sukses, berujung tragis karena judi online (judol) MOJOK.CO

Ilustrasi - Beli motor Honda PCX buat pamer dan dicap sukses, berujung tragis karena judi online (judol). (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sukses itu harus ada wujudnya. Misalnya berupa kepemilikan barang mahal. Setidaknya begitu yang diamini kebanyakan warga di sebuah desa di Rembang, Jawa Tengah. Persepsi itu yang mendasari narasumber Mojok harus repot-repot membeli motor Honda PCX. Sebagai bukti kalau dia layak dianggap sukses. Tapi malah harus berakhir ngenes gara-gara judi online (judol).

***

Jangan berambisi mengikuti standar orang lain. Tidak akan ada habisnya. Dan terlebih, merepotkan diri sendiri. Itulah yang kemudian Silo (26) sesali.

Kata Silo, warga desanya memang punya kecenderungan materialistik. Mengukur sesuatu—termasuk pencapaian seseorang—dari seberapa besar materi yang dimiliki.

Alhasil, seseorang tidak akan dianggap sukses kalau belum memiliki materi-materi besar sebagaimana standar warga setempat. Mau setinggi apapun jenjang pendidikannya, mau sekeren apapun posisi kerjanya, tapi kalau tidak kelihatan wujud materinya, tetap saja dianggap orang gagal.

Sebaliknya. Jenjang pendidikan tidak penting. Jenis pekerjaan sama tidak pentingnya. Pokoknya asal bisa beli barang mahal, berarti sudah sukses.

Motor Honda PCX jadi standar kesuksesan

Setidaknya hingga awal 2019, motor Honda PCX belum masuk ke desa Silo. Harganya terlampau mahal. Mayoritas motor yang dipakai warga desa saat itu umumnya di harga di bawah Rp20 jutaan.

Sebagai kuli proyek domestik (merantau di Batam, Kepulauan Riau), Silo tentu belum bisa menjangkau pencapaian seperti orang-orang yang merantau ke Malaysia: beli tanah, membangun rumah lantai dua, bahkan membeli mobil.

Tapi satu hal yang Silo sadari: Waktu itu untuk kelas kuli proyek domestik dari desanya, memang belum ada yang bisa mencapai standar sebagaimana perantau di Malaysia. Karena memang uang yang dihasilkan hanya cukup untuk hidup sehari-hari.

“Karena mumpung aku masih bujang, aku menyisihkan upahku. Awal tahun 2019, pas aku pulang, langsung kebeli motor Honda PCX,” ungkap Silo, Minggu (13/7/2025) pagi WIB.

Sepengakuan Silo, dia lantas dielu-elukan oleh tetangga. Baik secara terang-terangan maupun halus. Maklum, Silo menjadi orang desa pertama yang membeli motor berbodi besar tersebut.

Silo dianggap jadi pemuda sukses. Dan memang demikianlah yang dia harapkan.

Pamer harga mahal motor Honda PCX

Tiap kali ditanya oleh tetangga, Silo bisa menjawab dengan gagah perihal harga motornya yang lebih di atas Rp20 juta. Karena dia beli baru (bukan bekas), dengan pembayaran tunai pula (bukan kredit).

“Matoh tenan kowe, Lo (Keren bener kamu, Lo).”

Iklan

“Wah sepedah larang iki. Duwite akeh mesti (Wah motor mahal ini. Uangnya pasti banyak).”

“Ngene iki loh nek kerja tenanan. Ana hasile. Nyata wujude (Begini loh kalau kerja sungguh-sungguh. Ada hasilnya. Nyata wujudnya).”

Kalimat-kalimat sanjungan tersebut tak henti-henti menghujani telinga Silo, masuk kepala dan dadanya, hingga terasa membesar dan membusung.

“Malah sama keponakan ya, pas lihat iklan motor Honda PCX langsung teriak, ‘Loh itu motornya Paklik’. Saking memang belum ada yang punya,” tutur Silo.

Tidak hanya ke tetangga atau orang desa, terutama kepada saudara sendiri, Silo benar-benar bisa agak sombong. Karena dia luput dari dibanding-bandingkan. Sementara saudara-saudaranya yang sepantaran saja, walaupun sudah bekerja, tapi untuk membeli motor atau hp masih harus minta bantuan orangtua.

Baca halaman selanjutnya…

Dari kesombongan berujung memprihatinkan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2025 oleh

Tags: gadaikan motorgadaikan motor di pegadaianHonda PCXjudi onlinejudolMotor Hondamotor pcxpcx
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)
Pojokan

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co
Pojokan

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Honda Supra X 125
Sehari-hari

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO
Sehari-hari

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Beasiswa LPDP selamatkan hidup seorang difabel yang kuliah S2 di Amerika Serikat (AS). MOJOK.CO

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.