Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Nestapa Tukang Becak di Sumbu Filosofi Jogja, Bertahan Hidup Tanpa Penumpang Berhari-hari

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 Agustus 2023
A A
Nestapa Tukang Becak di Sumbu Filosofi Jogja, Bertahan Hidup Tanpa Penumpang Berhari-hari. MOJOK.CO

Ilustrasi Nestapa Tukang Becak di Sumbu Filosofi Jogja, Bertahan Hidup Tanpa Penumpang Berhari-hari. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Alasan ogah pakai becak motor

Kondisi Paiman juga serupa dengan Ngatiyo, sama-sama surut penumpang. Bisa tiga hari tanpa ada yang meminta diantar.

Keduanya juga sama-sama setia mengayuh di antara banyaknya becak motor (betor). Biaya menjadi persoalan yang membuatnya enggan mengganti model.

Dulu saja, Paiman menebus becaknya dengan skema kredit selama sepuluh bulan. Setiap hari ia membayar angsuran sebesar Rp5 ribu.

Paiman, memilih jadi tukang becak kayuh karena tidak ada pilihan lain di usianya yang kian senja. MOJOK.CO
Paiman, ditemui Jumat (11/8/2023) di Jalan KH Ahmad Dahlan. Ia memilih jadi tukang becak kayuh karena tidak ada pilihan lain di usianya yang kian senja. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Selain itu ia menganggap betor perlu biaya tambahan untuk bensin dan reparasi yang terkadang memberatkan saat penumpang sedang sepi. “Betor itu nggak ada apa-apanya. Becak kosong,” kelakarnya sambil menunjukkan izin kendaraan tak bermotor dari Dinas Perhubungan yang terpasang di dekat tempat duduk.

Pada izin itu tertera kawasan operasi di seputar Jalan Ahmad Dahlan. Menurut Paiman becak motor tidak punya izin resmi semacam ini.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga mengatakan akan segera mengurangi keberadaan betor di wilayahnya. Sebagai alternatif, akan menerapkan penggunaan becak listrik terkhusus di kawasan Malioboro.

Di tengah pendapatan yang tidak menentu, Paiman memilih tetap menjadi pengayuh becak karena bingung hendak mengerjakan apa lagi. Di rumah, ia punya sepetak tanah yang ditanami padi. Namun, itu ia khususkan untuk kebutuhan pangan anak dan cucunya.

“Wis raiso kerjo opo-opo aku ki,” katanya. Mangkal di pinggir jalan sekaligus jadi caranya mengisi waktu luang. Sambil menunggu penumpang, ia bisa beristirahat atau tidur siang.

Paiman mengaku hanya bisa pasrah di tengah persaingan dengan moda layanan praktis seperti ojek online. “Saiki wisatawan we wes nganggo ojol. Wes raiso aku saingan karo kui,” ujarnya, sambil menunjuk hp yang saya genggam.

Ngatiyo dan Paiman adalah segelintir dari puluhan bahkan ratusan pengayuh becak di kawasan Sumbu Filosofi Jogja. Mengais harap meski masa keemasan mereka telah lewat.

Reporter: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Pengalaman Kelam di Jalan Magelang, Salah Satu Jalan Favorit Pelaku Kejahatan Jalanan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2023 oleh

Tags: becakbecak onthelsumbu filosofitukang becak
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO
Liputan

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
pengalaman pertama ke jogja.MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Pertama ke Jogja: Orang Desa Apes Ketipu Tukang Becak, Bayar Rp75 Ribu untuk Jarak 900 Meter karena Buta Arah

9 April 2025
tukang becak, jogja.MOJOK.CO
Ragam

Jogja (Nggak) Istimewa karena Ada Banyak Lansia yang Makan, Tidur, dan Mati di dalam Becaknya

18 Februari 2025
PKL Malioboro Dipermainkan, Diadu dengan Sesama Rakyat Jogja MOJOK.CO
Esai

Duka di Sumbu Filosofi: Jerit Pilu PKL Malioboro yang Dipermainkan dan Diadu dengan Sesama Rakyat Jogja Hanya Demi Sebuah Kepastian

8 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.