Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

Redaksi oleh Redaksi
10 Januari 2026
A A
Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola kota di Jogja.

Di titik ini, Pemerintah Kota Yogyakarta harus menyusun strategi matang. Sebab, urusannya bukan hanya pada pelestarian kawasan wisata (apalagi yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia seperti KSF), tapi juga tetap menjaga keberlanjutan sistem mobilitas dan pariwisata kota.

Iklan

Fokus mengurangi tekanan bus pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk mengurangi beban kendaraan—seperti kepadatan bus pariwisata—di Kawasan Sumbu Filosofi. Salah satunya melalui penataan tata kelola parkir bus pariwisata.

Bagi Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, pengembangan destinasi wisata baru memang penting. Namun, dalam konteks kebijakan transportasi, prioritasnya adalah pengendalian beban lalu lintas di kawasan warisan dunia.

“Kalau fokus kita adalah mengurangi beban di Sumbu Filosofi, maka langkah-langkahnya harus konkret ke arah sana. Yang pertama, tekanannya harus berkurang. Kalau tekanannya berkurang, otomatis bus tidak masuk ke kawasan inti,” ucap Hasto di Ruang Yudistria Balai Kota, Kamis (8/1/2025) lalu.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ingin fokus kurangi beban kendaraan bus pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja MOJOK.CO
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ingin fokus kurangi beban kendaraan bus pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja. (Pemkot Jogja)

Perhitungan realistis untuk pengalihan bus pariwisata

Salah satu titik yang Hasto jadikan contoh adalah kawasan Senopati. Selama ini kawasan tersebut menjadi salah satu titik tekanan akibat parkir dan aktivitas bus pariwisata.

Menurut Hasto, penataan kawasan tersebut harus dimulai dengan mengurangi beban kendaraan terlebih dahulu. Baru disusul solusi lanjutan.

Wali Kota Yogyakarta itu juga menekankan pentingnya perhitungan kapasitas dan skenario pengalihan bus secara realistis. Baik pada hari biasa maupun saat musim puncak kunjungan wisata.

“Kita hitung dulu kapasitas yang ada, berapa bus per hari, hari biasa dan peak season. Setelah itu baru kita tentukan dialihkan ke mana. Pemikirannya dibalik, ini dibutuhkan atau tidak. Kalau dibutuhkan, bagaimana skenarionya,” beber Hasto.

Dalam membangun sistem transportasi kota, Hasto menekankan prinsip bertahap namun visioner. “Kita mulai dari yang bisa dijangkau sekarang, start small, act now, think big. Kita susun kerangka besar sistem transportasi Kota Jogja yang ideal, supaya tidak tambal sulam dan tidak kontraproduktif dengan pembangunan ke depan,” tegasnya.

Penyediaan TKP di Kawasan Sumbu Filosofi  dan pengembangan Terminal Giwangan

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono memaparkan, salah satu langkah yang tengah disiapkan untuk mengurangi beban kendaraan seperti bus pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja adalah penyediaan Tempat Khusus Parkir (TKP) baru bagi bus pariwisata.

Selain itu juga diwacanakan pengembangan Terminal Giwangan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD). Kebijakan ini, kata Agus, diarahkan untuk mengurangi tekanan langsung kendaraan besar di kawasan inti Sumbu Filosofi seperti Malioboro, Tugu, dan sekitarnya.

“Salah satu tekanan terbesar datang dari pergerakan lalu lintas, khususnya bus pariwisata. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tapi juga berpengaruh terhadap kualitas kawasan dan keberlanjutan aktivitas ekonomi pariwisata,” terang Agus.

Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono siapkan strategi untuk atasi tekanan bus pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja MOJOK.CO
Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono siapkan strategi untuk atasi tekanan bus pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja. (Pemkot Jogja)

Terminal Giwangan: pintu masuk dan pusat pertumbuhan ekonomi Jogja Selatan

Dalam konteks itulah, kawasan Jogja bagian selatan—dengan pusat di Terminal Giwangan—dinilai memiliki posisi yang sangat strategis. Tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi dan pintu masuk kota, tapi juga diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jogja Selatan.

Iklan

“Kawasan ini berstatus sebagai Kawasan Strategis Kota dan menjadi lokus pembangunan prioritas dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2025–2029,” jelas Agus.

Agus menambahkan, penguatan peran Terminal Giwangan semakin terbuka setelah Pemerintah Kota Yogyakarta memperoleh hak pengelolaan lahan di sisi selatan terminal. Hal ini membuka peluang optimalisasi aset daerah secara terintegrasi.

Expose meeting pengembangan Terminal Giwangan MOJOK.CO
Expose meeting pengembangan Terminal Giwangan. (Pemkot Jogja)

“Pengelolaan Kawasan Terminal Giwangan pada dasarnya merupakan bagian integral dari perjalanan strategis dan prioritas pembangunan Kota Jogja, khususnya untuk mendorong pemerataan pembangunan wilayah selatan dan penguatan struktur ekonomi kota,” ungkap Agus.

Adapun penyusunan master plan Kawasan Terminal Giwangan telah dilakukan melalui proses kajian selama lebih dari empat bulan. Proses tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah tingkat kota dan provinsi, pelaku usaha, operator transportasi, pelaku pariwisata, hingga kalangan akademisi.

Dengan upaya-upaya tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap semua bisa berjalan selaras. Kelestarian Kawasan Sumbu Filosofi Jogja bisa terjaga, tapi juga membangun sistem mobilitas dan pariwisata kota yang lebih tertata, berimbang, dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Liburan Menyenangkan di Obelix Hills Jogja, Nikmati Sunset Sambil Ngopi hingga Live Music di Akhir Pekan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2026 oleh

Tags: bus pariwisataJogjasumbu filosofisumbu filosofi jogjawali kota jogjawisata jogjaYogyakarta
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO
Kabar

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.