Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Pesisir Surabaya di Ambang Kehancuran akibat Proyek Warisan Jokowi, Dipegang PT yang Punya Riwayat Celakakan Orang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
27 Januari 2025
A A
Menolak proyek Surabaya Waterfront Land (SWL) MOJOK.CO

Ilustrasi - Menolak proyek Surabaya Waterfront Land (SWL). (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Upaya FM3 hentikan proyek Surabaya Waterfront Land (SWL)

FM3 sebenarnya sudah melayangkan aksi demi aksi penolakan sejak 2024. Hanya memang masih berpusat di Surabaya.

Lalu memasuki awal 2025, FM3 terus menggencarkan penolakannya dengan menggelar audiensi bersama beberapa lembaga pemerintah pusat.

Kepada Mojok, FM3 memberi catatan upaya panjang mereka dalam rangkuman berikut:

  1. Mengajukan Surat dan Dokumen Penolakan PSN-SWL ke Presiden Indonesia Prabowo Subianto melalui Sekretaris Negara RI di Kementerian Sekretariat Negara (sedang menunggu jawaban permohonan audiensi dengan Presiden Prabowo Subianto), Selasa (21/01/25).
  2. Mengajukan Surat dan Dokumen Penolakan PSN-SWL ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (sedang menunggu jawaban permohonan audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono), Selasa (21/01/25)
  3. Mengajukan Surat dan Dokumen Penolakan PSN-SWL ke Kementerian Lingkungan Hidup (sedang menunggu jawaban permohonan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq), Rabu (22/01/25)
  4. Mengajukan Surat dan Dokumen Penolakan PSN-SWL ke Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (diterima audiensi dengan Humas Kementerian ATR/BPN), Rabu (22/01/25)
  5. Audiensi dengan Komisi IV DPR RI. Rombongan diterima oleh Riyono, Anggota Komisi IV F-PKS DPR RI dan Sonny Tri Danaparamita, Anggota Komisi IV F-PDIP DPR RI, Selasa (21/01/25)
  6. Aksi demonstrasi di Halaman Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian ATR/BPN, Rabu (22/01/25).
  7. Menghadiri dan Menyaksikan Rapat Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menerima dokumen penolakan PSN-SWL yang diberikan oleh Riyono dan Sonny Tri Danaparamita), Kamis (23/01/25).
  8. Audiensi dengan PP Muhammadiyah dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammmdiyah (diterima audiensi oleh Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas), Kamis (23/01/25)
  9. Mengajukan Laporan Aduan dan Dokumen Penolakan PSN-SWL ke Ombudsman RI, Jumat (24/01/25).
  10. Mengajukan Laporan Aduan dan Dokumen Penolakan PSN-SWL ke Komnas HAM (diterima audiensi dengan Pramono Ubaid Tanthowi, Wakil Ketua Bidang Internal Komnas HAM), Jumat (24/01/25).

Hingga hari ini, Senin (27/1/2025), FM3 mengaku masih menunggu pernyataan pembatalan proyek Surabaya Waterfront Land.

Rekam jejak merah PT Granting Jaya

Narasi utama dalam pengembangan proyek Surabaya Waterfront Land adalah kesejahteraan ekonomi. Namun, yang luput disadari, pengembang dari proyek SWL justru bermasalah dengan itu.

Pengembang proyek SWL adalah PT Granting Jaya. Anggot Komisi C DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto menyebut, perusahaan tersebut memiliki rekam jejak merah.

FM3 audiensi dengan Ombusman MOJOK.CO
FM3 audiensi dengan Ombusman. (Dok. FM3)

“Wisata Atlantis Land yang dikembangkan oleh developer yang sama (PT Granting Jaya) tidak mampu memberikan dampak ekonomi yang siginifikan terhadap masyarakat di sekitarnya. Track record ini penting untuk dijadikan pertimbangan,” ujarnya seperti mengutip Tempo.

Selain itu, sudah jamak diketahui bahwa manajemen PT Granting Jaya pernah berurusan dengan hukum (Pengadilan Negeri Surabaya).

Soetiadji Yudho selaku direktur, Paul Stepen Tedjianto selaku general manager, dan Subandi selaku manager operasional, pernah divonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan penjara akibat perkara seluncuran yang ambrol di Kenjeran Park pada 7 Mei 2022 silam. Diketahui, peristiwa itu mengakibatkan 16 pengunjung terluka dan cedera.

PT Granting Jaya beri jaminan pada nelayan

Atas penolakan-penolakan terhadap proyek Surabaya Waterfront Land, PT Granting Jaya melalui juru bicaranya, Agung Pramono, pun buka suara.

Sebelum FM3 membawa narasi penolakan hingga ke tingkat pusat, Agung menyatakan bahwa PT Granting Jaya sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk dampak buruk SWL.

“Misalnya tambak dan nelayan. Kami alokasikan tempat khusus pembudidayaan ikan di pulau perikanan 120 hektare (Blok B),” ucapnya kepada awak media pada awal Januari 2025 lalu.

Agung menjamin, Blok B bisa diakses nelayan pesisir Surabaya selama 24 jam. Lebih mudah ketimbang situasi saat ini: nelayan hanya bisa mengakses laut enam jam sehari karena faktor sedimentasi.

Jika desakan dan penolakan tetap tak digubris, benarkah PT Granting Jaya akan memenuhi jaminan-jaminan itu? Atau apakah seperti yang masyarakat khawatirkan, SWL hanya lah proyek untuk memuaskan konglomerat, sementara masyarakat akan makin terkucilkan?

Iklan

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Nasib Nelayan di Kenjeran Surabaya Makin Hari Makin Suram karena Ambisi Orang Kaya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2025 oleh

Tags: Surabayasurabaya waterfront landswl
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO
Urban

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO
Ragam

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO
Ragam

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.