Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Pengakuan Pelanggan Kopi Klotok yang Tidak Bayar, Pakai Kode “Nenek” dan “Pengajian”

Pengelola terbuka jika memang benar-benar tidak bisa bayar, justru pelanggan itu akan diberi makan atau diajak makan bersama.

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
3 Agustus 2023
A A
Pengakuan Pelanggan Kopi Klotok yang Tidak Bayar, Pakai Kode "Nenek" dan "Pengajian" MOJOK.CO

Ilustrasi Pengakuan Pelanggan Kopi Klotok yang Tidak Bayar, Pakai Kode "Nenek" dan "Pengajian". MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang pelanggan Kopi Klotok mengaku menyesal, selama kuliah di Jogja, bersama teman-temannya ia kerap memesan menu tanpa membayar. Padahal, baginya warung ini jadi tempat nyaman melepas penat selama masa studinya.

***

Kopi Klotok menyajikan tempat yang nyaman untuk bercengkerama sekaligus menu-menu makanan yang membuat pelanggan serasa di rumah. Tak heran, dulu semasa masih menjadi mahasiswa, saya sering mendengar teman menyebut tempat ini sebagai “Rumah Nenek”.

Pagi-pagi ketika akhir pekan, kami sering berlomba dengan wisatawan untuk mengamankan tempat terbaik di sudut-sudut Kopi Klotok. Agak kesiangan sedikit, bisa kehabisan tempat atau terpaksa bersabar karena antrean panjangnya.

Saat berkunjung ke sana, menu andalan untuk kami pesan tentu kopinya yang hitam pekat. Perpaduan kopi hitam dengan seporsi pisang goreng di sana memang memikat lidah pelanggan. Cocok jadi teman berbincang panjang tentang berbagai hal.

Jika lapar, menu makanan prasmanan bisa kami ambil dengan porsi sepuasnya. Andalannya tentu nasi sayur lodeh kluwih dipadukan dengan telur dadar krispi. Sambal orek cabai merahnya juga pedas menggugah selera.

Salah satu ikon kuliner Jogja

Kopi Klotok seperti sudah jadi salah satu ikon kuliner Jogja. Beberapa tahun terakhir, bukan hanya wisatawan keluarga yang rutin mampir, parkiran tempat ini juga kerap dipenuhi bus-bus besar dari luar kota.

Warung ini menyajikan suasana yang ramah serasa di rumah sendiri. Dulunya saya mengira, itulah alasan banyak sebutan “rumah nenek” tersemat pada tempat ini.

Salah satu menu andalan di Kopi Klotok adalah pisang goreng. Suasana dapur Kopi Klotok, Rabu (2/8/2023). MOJOK.CO
Salah satu menu andalan di Kopi Klotok adalah pisang goreng. Suasana dapur Kopi Klotok, Rabu (2/8/2023). (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Namun, ternyata sebutan “rumah nenek” yang jamak terdengar di kalangan mahasiswa Jogja ini punya konotasi lain.

“Ada yang nyebut rumah nenek karena vibesnya yang tradisional. Tapi ada yang menyebut begitu karena bisa makan tanpa bayar,” ujar Tono (25), alumnus salah satu perguruan tinggi swasta di DIY yang tak mau nama aslinya disebut jelas.

Memang, bangunan warung yang berdiri di tanah seluas 3.000 meter persegi ini menggunakan bahan kayu dari rumah nenek sang pemilik di Magelang. Konsepnya bergaya rumah Jawa dengan pawon di dapurnya.

Makan di rumah ‘nenek’ dan ‘pengajian’ kode dari teman untuk makan tanpa bayar

Kopi Klotok ramai jadi perbincangan di media sosial setelah akun pengulas kuliner di Jogja, Arif Budiman mencuit kisah bahwa warung ini sering kecolongan pelanggan yang tidak bayar. Sehingga saat ini sering ada kasir keliling yang menagih pembayaran.

Pada salah satu cuitan @ariefboediman yang telah dihapus, tertera catatan 686 telur tidak terbayar ke kasir dalam sehari. Selain itu ada pindang, tempe, dan pisang sejumlah ratusan yang tidak dibayar.

Warung ini memang menerapkan sistem pembayaran di akhir setelah makan. Potensi tindak culas pelanggan yang tak membayar pesanan pun terbuka luas.

Iklan

Tono adalah salah satu pelakunya. Saat masih menjadi mahasiswa di Jogja, ia mengaku berulang kali ngopi tanpa membayar di sana.

“Jujur aku termasuk golongan yang beberapa kali nggak bayar. Banyak yang bilang sistemnya yang perlu diganti. Tapi menurutku orang-orang kaya aku gini yang bermasalah,” kenangnya.

Lelaki yang kuliah di Jogja sejak 2017 silam ini awalnya mengaku sering diajak teman dengan bercanda. “Sarapan yuk di tempat ‘nenek’,” katanya.

“Atau kalau nggak, ‘pengajian’ yuk di Klotok,” imbuhnya.

Antrean pengunjung, Rabu (2/8/2023) di Kopi Klotok mengambil sayur dan lauk. MOJOK.CO
Antrean pengunjung, Rabu (2/8/2023) di Kopi Klotok mengambil sayur dan lauk. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Berkunjung ke rumah ‘nenek’ dan menghadiri ‘pengajian’ memang konotasinya bisa mendapatkan hidangan secara cuma-cuma. Apalagi, dulu Kopi Klotok pernah menyediakan tembakau untuk dilinting pelanggan secara gratis.

“Ya itu teman-teman jadi sering ke sana ngopi dan ngerokok. Nggak bayar semua,” ujarnya.

Tono mengaku beberapa kali tidak membayar hanya untuk menu minuman dan pisang goreng. Tidak berani sampai memesan makanan berat. 

Sementara teman-temannya, ia sering menyaksikan mereka benar-benar makan banyak tanpa rasa sungkan meski tidak membayar. Ada yang ambil nasi sayur dengan telur dan ayam lebih dari satu porsi.

Penyesalan pelanggan dan ingin membayar 

Kopi Klotok sempat menerapkan sistem pengecekan nota di tempat parkir. Namun, menurut Tono hal itu tidak lama diberlakukan. Sehingga teman-temannya bisa leluasa untuk melakukan praktik buruknya.

“Selama kuliah aku beberapa kali nggak bayar. Tapi nggak sampai sepuluh kali,” katanya.

Tono mengaku menyesal. Kini setelah hijrah ke luar Jogja dan mendengar berita kerugian harian Kopi Klotok yang besar akibat tindakan orang-orang sepertinya, ia ingin kembali ke Jogja untuk membayar lebih. Mengganti rugi dari tindakan-tindakannya semasa kuliah dulu.

“Dulu aku ngandelin Kopi Klotok untuk nongkrong sama teman. Enak tempatnya. Tapi jujur memang kalau lagi akhir bulan aku manfaatkan dengan tidak bayar,” terangnya.

“Kalau balik ke Jogja lagi. Udah aku niatkan untuk membayar semuanya,” imbuhnya.

Sebenarnya, fenomena tidak membayar di Kopi Klotok disadari pemiliknya sejak lama. Pendiri warung ini, Sri Handayani pada 2018 lalu pernah berujar bahwa kerap ada laporan kecurangan dari tamu yang tidak membayar ke kasir. 

“Sering dapat laporan, ada yang makan dibawa ke sebelah sana (menunjuk arah timur), setelah itu langsung pergi tidak bayar, tidak apa-apa, dari awal saya sudah ikhlas buka usaha ini,” kata ibu empat anak ini melansir Kompas.com.

Namun, pada kasus-kasus semacam itu, Yani meniatkan dirinya untuk bersedekah. Ia percaya bahwa pelanggan yang jujur lebih banyak. Hal itulah yang membuat warung ini masih bertahan sampai sekarang.

Baca halaman selanjutnya…

Alasan Kopi Klotok tak mau ubah sistem pembayaran

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2023 oleh

Tags: Kopi Klotokmakannenekpengajian
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Rahasia di balik kasah sayang nenek ke cucu yang lebih besar dari anak sendiri MOJOK.CO
Ragam

Rahasia Nenek Lebih Sayang Cucu ketimbang ke Anak Sendiri: Menebus Lubang Masa Lalu meski Lewat Uang Saku Rp10 Ribu

10 November 2025
3 Strategi Menikmati Kopi Klotok, Ujung Tombak Wisata Jogja (Hammam Izzudin:Mojok.co)
Pojokan

Kopi Klotok Jogja Bikin Malas Warga Lokal, tapi Dicintai Wisatawan meski Harus Antre Panjang sambil Berdiri Sampai 1 Jam

6 Juli 2025
5 Rekomendasi Tempat Makan Mirip Kopi Klotok yang Bisa Jadi Alternatif ketika Berwisata ke Jogja Mojok.co
Pojokan

5 Rekomendasi Tempat Makan Mirip Kopi Klotok yang Bisa Jadi Alternatif ketika Berwisata ke Jogja

24 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.