Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Januari 2026
A A
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Ilustrasi - Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mie ayam menjadi menu sarapan yang umum disantap sebagian banyak pekerja di Jakarta (Walaupun terdengar/terlihat aneh bagi orang-orang yang lebih sering menyantapnya di siang, sore, atau malam hari). 

Lebih dari itu, mie ayam di Jakarta bukan sekadar menu pengganjal perut sebelum memulai hari. Tapi juga menjadi saksi para pekerja yang berusaha tetap bertahan di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota. 

Pagi penuh keterpaksaan

Meski dikenai kewajiban salat Subuh, tapi Wirawan (27) tetap dengan sengaja menarik selimut dan memaksa matanya memejam saat azan sudah berkumandang. Meski sebenarnya tubuhnya selalu refleks terbangun saat pengeras suara musala dan masjid di perkampungan kosnya–di Jakarta Pusat—berbunyi sahut-menyahut. 

Bukan karena Wirawan membenci azan atau salat. Ia tak pernah meninggalkan salat, meski memang lebih sering kelewat waktunya. Kendati di lingkungannya, orang mengerjakan salat justru dipandang sebagai “keanehan”, bukan kewajaran.   

Wirawan bersikap begitu (malas-malasan saat azan Subuh) lebih karena ia selalu malas menyambut pagi. Pagi artinya ia harus berangkat bekerja lagi, bertemu orang-orang sekantor yang tidak ia sukai, juga bertemu bos yang kerap tantrum bahkan untuk masalah yang harusnya bisa diselesaikan dengan duduk rileks sambil menyeruput kopi. 

Tapi mau bagaimana lagi. Jika matahari belum terbit dari barat, artinya ia harus beranjak dari kasur untuk menghadapi itu semua. Begitu terus secara berulang, kecuali di hari Minggu sebagai satu-satunya hari yang memungkinkannya “mati suri” seharian (tidur sepuasnya di kos). 

Di Ibu Kota, kabar buruk lebih cepat datang

Wirawan bekerja di bidang pemasaran di sebuah perkantoran swasta di Jakarta Pusat. Pagi sebelum mulai bekerja, ia sering duduk sendiri di sebuah warung mie ayam yang buka sejak pagi buta. 

“Atau kalau nggak sempet, pagi nggak sarapan, tapi makan siangnya nanti di mie ayam dekat-dekat kantor,” ujarnya bercerita melalui aplikasi kirim pesan, Sabtu (10/1/2025). 

Hidup di Ibu Kota membuat Wirawan terpapar kabar buruk lebih cepat. Entah dari negara, media sosial, atau dari kantornya sendiri. 

Di antara sekian kabar buruk itu, setidaknya ada tiga yang membuat hati Wirawan diremas-remas rasa cemas. Satu, berita-berita soal gelombang PHK. Dua, kebangkrutan sejumlah perkantoran. Dan tiga, realita betapa makin ke sini makin susah mencari kerja. Tak peduli seberapa berpengelaman kamu di bidang tertentu, atau lulusan dari kampus top dengan gelar Cumlaude sekalipun. Tidak ada jaminan bisa dapat pekerjaan dengan mulus, kecuali ada akses dari orang dalam. 

“Misalnya, amit-amit kantor bangkrut, atau aku kena PHK, lalu susah cari kerja lagi. Gila. Kehidupan macam apa itu. Sementara aku nggak mungkin pulang ke kampung halaman, lalu jadi beban buat orang tua (lagi) yang sudah bahagia menikmati masa pensiun,” keluh pekerja di Jakarta Pusat itu. 

Baca halaman selanjutnya…

Mie ayam bukan solusi, tapi ruang jeda dan amunisi agar tak buru-buru mati di tengah tekanan kerja dan beban dari orang tua

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: jakartajakarta pusatjakarta selatankuliner Jakartamie ayammie ayam jakartapekerja jakartapilihan redaksirekomendasi mie ayam enak jakarta pusatrekomendasi mie ayam enak jakarta selatan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.