Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Januari 2026
A A
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Ilustrasi - Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mie ayam bukan solusi, tapi jadi ruang jeda bagi pekerja Jakarta 

Mie ayam yang ia santap di suatu pagi atau sore memang tidak lantas membuat seluruh ketakutannya itu mereda. Tapi ia bisa menjadi ruang jeda–setidaknya bagi Wirawan. 

Ketika semangkuk mie ayam terhidang, pikirannya hanya fokus meresapi betapa nikmatnya makanan tersebut. Gurih kuahnya. Kenyal mienya. Potongan sawinya. Lembut potongan ayamnya. Ah…

Iklan

“Aroma mie ayam juga jadi penenang saat hati sumpek sehabis dievaluasi (lebih tepatnya dimaki-maki) atasan gara-gara target bulanan nggak terpenuhi dengan semestinya,” ucap pemuda asal Sukabumi, Jawa Barat itu. 

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO
Ilustrasi – Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup. (Murid Majnun/Unsplash)

Mie ayam, amunisi pekerja Jakarta untuk tetap waras

Mie ayam juga punya arti penting bagi pekerja Jakarta lain: Nilam (29), perempuan asal Bekasi. 

Berkali-kali Nilam selalu ingin mengakhiri hidup. Kerap kali ia merasa sudah tidak waras dan tidak tahan dengan kehidupan yang ia jalani. 

“Tapi semangkuk mie ayam di warung langgananku ternyata masih seenak itu. Aku kan nggak bisa memastikan di akhirat ada mie ayam atau nggak hahaha,” ujarnya berkelakar, juga melalui aplikasi kirim pesan. 

Sudah sejak lama Nilam menyukai mie ayam. Namun, baru belakangan–setelah membaca novel Semangkuk Mie Ayam Sebelum Mati–nya Brian Krishna–ia menyadari, betapa hal “sekecil” mie ayam bisa menjadi alasan untuk tetap layak hidup. 

Kini, setiap selesai makan mie ayam, pekerja di sebuah event organizer (EO) di Jakarta Selatan itu selalu bisa menjernihkan pikiran: Menarik napas panjang, melapangkan hati dan pikiran, lalu mulai kembali menjalani rutinitas yang meremukkan jiwa dan raga. Walaupun Nilam sendiri menduga, kewarasannya pasti akan menemui batasnya suatu saat nanti. 

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO
Ilustrasi – Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup. (Wikimedia Commons)

Telepon dari rumah, kutukan yang hanya bisa terputus kalau Nilam mati

Nilam sebenarnya sudah terbiasa menelan kehidupan serba cepat dan semrawut di Jakarta. Namun, ia masih tidak terbiasa dengan telepon dari rumahnya sendiri. 

“Setiap telepon masuk, kabarku berada di list pertanyaan paling akhir orang tuaku. Setelah mereka memastikan hidup mereka akan baik-baik saja ke depan, walaupun itu artinya anak pertamanya ini harus remuk-remukan,” ucap Nilam lesu. “Kalau dirasa-rasain malah mirip Kaluna (tokoh utama di film Home Sweet Loan).”

Nilam anak pertama. Ia punya dua adik. Adik paling bontot sedang kuliah. Sementara adik tengahnya tidak bisa diandalkan: Putus sekolah saat kelas 2 SMA. Bukan untuk bekerja membantu keluarga tapi malah hobi keluyuran. Hanya saja ia tak lupa rumah: Kalau lapar atau tak punya uang, pasti pulang. 

“Itu saja dia sudah ngebet nikah tahu. Sementara aku, di umur segini, buat jatuh cinta saja rasanya nggak sempet. Kasihan cowok kalau nanti berpasangan sama aku, dia bakal mikul bebanku juga,” tutur Nilam. 

Bapak Nilam sudah tidak bekerja karena fisiknya sekarang mudah lelah. Sementara ibunya ikut bekerja ke saudara yang buka jasa catering. 

“Jadi kalau telepon masuk, hal pertama yang ditanyakan adalah, “Kamu ada uang yang bisa dikirim nggak?”. Buat bayar kuliah lah, tambahan biaya listrik lah, bulan depan ada ini lah-itu lah, macem-macem,” beber Nilam. 

Ada janji yang harus ditepati, jangan buru-buru mati

Tentu tidak cukup kalau Nilam mengandalkan penghasilan dari satu tempat. Oleh karena itu, ia mengambil macam-macam freelance. Meski itu akan membuat tubuhnya terasa remuk, kurang tidur, dan nyaris gila. 

Ia tak bisa serta merta menyalahkan kondisi keluarganya, yang menempatkannya sebagai tumpuan. Tapi situasi yang ia alami membuatnya berpikir: Kehidupannya layak untuk diakhiri jika ingin mengakhiri penderitaan dan kutukan tersebut. 

Akan tetapi, duduk di warung mie ayam–sendiri atau dengan teman dekat–membuat pekerja Jakarta itu tetap punya alasan untuk terus hidup. Setidaknya untuk besok atau lusa. 

“Kalau sama temen deket, biasanya makan mie ayam sambil curhat soal hidup. Ya jadi punya perspektif baru terus dalam memandang hidup. Dan setiap selesai makan, selalu temanku bilang, “Kita harus eksplor mie ayam enak lain.” Oke, setidaknya aku punya janji yang harus ditepati, jadi nggak buru-buru mati,” tutup Nilam dengan tawa. 

Iklan

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kiat Menemukan Alasan untuk Tetap Hidup dalam Seporsi Mie Ayam ala Brian Khrisna atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: jakartajakarta pusatjakarta selatankuliner Jakartamie ayammie ayam jakartapekerja jakartapilihan redaksirekomendasi mie ayam enak jakarta pusatrekomendasi mie ayam enak jakarta selatan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.