Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Kisah di Balik Sate Pak Dakir yang Menghidupi 13 Anak dengan Satu Kambing, Anak Jadi Guru Besar di ITS

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
17 Februari 2024
A A
Kisah di Balik Sate Pak Dakir yang Menghidupi 13 Anak dengan Satu Kambing, Anak Jadi Guru Besar di ITS MOJOK.CO

Ilustrasi Kisah di Balik Sate Pak Dakir yang Menghidupi 13 Anak dengan Satu Kambing, Anak Jadi Guru Besar di ITS. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berkah dari Sate Pak Dakir, selain jadi dosen di ITS semua anak punya rumah dari jualan sate

Shofiyah juga mengatakan, menghidupi anak sejumlah 13 orang bukan perkara mudah bagi Pak Dakir dan istrinya. Hanya bermodalkan seekor kambing setiap harinya untuk jualan, Pak Dakir terbilang sukses memberi penghidupan yang layak untuk anak-anaknya.

Menu-menu di Sate Pak Dakir diantaranya nasi goreng pliket, gulai kambing, sate klatak MOJOK.CO
Menu Gule goreng di Warung Sate Pak Dakir yang menggugah selera. (Agung P/Mojok.co)

“Itu namanya berkah, Mas. Kami itu terus bersyukur, semua anak-anaknya Pak Dakir punya rumah, semua berkat sate,” kata Shofiyah.

Shofiyah mengatakan, ia dan saudara-saudaranya bangga dengan dua adik-adiknya yang jadi dosen di ITS. Ia dan saudara-saudara lainnya tahu bagaimana kerja keras dua adik mereka untuk bisa menempuh pendidikan tinggi. Penuh perjuangan.

Dulu, Pak Dakir minta Dewi ikut bantu di warung karena toh perempuan nanti menikah dan mengurus suami, tapi Shofiyah membela agar adiknya fokus belajar saja. Nyatanya upaya Shofiyah berhasil. Dewi tekun belajar hingga jadi Guru Besar di ITS.

Bulan September 2023 kemarin, Dewi Hidayati resmi sebagai Guru Besar ITS setelah membawakan orasi ilmiah berjudul, Peran Penting Pemahaman Biologi Ikan dalam Pengelolaan Sumber Daya Ikan yang Berkelanjutan.

Begitu juga dengan adik laki-lakinya yang menurutnya sangat cerdas. “Dia itu daftar di UI, ITB, UGM, semua diterima, akhirnya adik saya milih UGM,” kata Shofiyah. Sebenarnya, adik laki-lakinya juga sudah keterima di UPN Veteran Yogyakarta. Gara-garanya, ayahnya bekas veteran sehingga dapat diskon khusus. Namun, akhirnya adiknya pilih di UGM.
“Dua adik-adik saya dapat beasiswa, ini namanya berkah dari Sate Pak Dakir,” kata Shofiyah. Amien Widodo juga dikenal sebagai ahli kegempaan dan peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS. Namanya sering wira-wiri di media ketika terjadi bencana gempa sebagai narasumber.

Sate Pak Dakir, dikelola bersama anggota keluarga

Shofiyah mengatakan, saat ini Sate Pak Dakir dikelola bersama oleh anak-anak Pak Dakir. Hanya saja yang modali itu adalah kakak laki-lakinya yang jadi dosen Geologi di ITS. “Jadi di sini nggak ada bos, saya juga hanya bantu-bantu saja. Yang jadi manajer tugas belanja itu anak ke-13, juga ada tiga cucu Pak Dakir yang terlibat,” kata Shofiyah.

Shofiyah juga menceritakan mengapa Sate Pak Dakir hanya buka dari pukul 16.00 hingga 19.00. Menurutnya kalau buka dari siang atau pagi nggak efektif. Ramainya tetap saja sore sampai malam hari.

Sate Pak Dakir yang berdiri sejak 1966 tetap menjual menu kambing tak lebih dari satu ekor setiap harinya. Sampai saat ini usaha ini diteruskan oleh anak-anakya. (Agung P/Mojok.co)

Selain itu, dengan bukan hanya sore hari, ia dan saudara-saudaranya bisa menggunakan waktu pagi hingga siang untuk silaturahmi atau mengerjakan hal yang lain.

Ia juga tidak berniat buka cabang atau menambah jumlah kambing untuk dijual. “Dulu itu pernah buka cabang, tapi nggak berhasil. Jadi kami pikir rezekinya kami ya di sini sama dengan satu kambing sudah cukup,” kata Shofiyah.

Ia menyanggah ketika saya sebut satu kambing terlalu sedikit. Menurutnya satu kambing itu banyak organnya seperti kepala, baling daging, dan jeroan. Masing-masing bisa dimasak. “Lidah yang kamu makan itu bisa jadi tiga porsi, belum nanti jeroannya, sudah cukup,” kata Shofiyah.

Nggak lulus madrasah, bersyukur anak sekolah di Al Azhar, Mesir

Di sela wawancara saya memastikan nama yang benar apakah Shofiyah atau Shopiyah. Lalu ada suara yang menyahut di samping saya. “Sophia Loren, Mas,” kata laki-laki tua di samping saya tanpa ekspresi.

Rupanya dia Pak Yusron, suami Shofiyah. Suami istri ini bukan hanya grapyak, tapi seneng guyon.
“Itu anaknya Shofiyah juga lulusan Al Azhar, Mesir loh, Mas,” ujar Pak Yusron.
“Loh, berarti anak bapak juga, kan?” tanya saya pelan. Pikir saja, Pak Yusron ini jadi ayah sambung dari anak Bu Shofiyah.
“Aku kan cuma sponsor saja, yang melahirkan kan tetap Bu Shofiyah,” katanya tertawa.

Shofiyah juga bersyukur, meski pendidikannya berhenti di kelas 1 Madrasah Aliyah Negeri, tapi anak-anaknya bisa mencicipi pendidikan tinggi. Sekali lagi ia menegaskan bahwa itu tak lain juga berkas dari Sate Pak Dakir.

Iklan

Satu anaknya yang Pak Yusron ceritakan kuliah di Mesir itu bahkan merupakan salah satu pendiri Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah di Mesir pada tahun 2002. Kini anaknya yang sudah menyandang gelar doktor tersebut jadi salah satu pimpinan Muhammadiyah di bidang tarjih. Rupa-rupanya suami istri merupakan aktivis Muhammadiyah tulen. “Saya itu sudah ada mungkin 4 kali jadi ketua ranting Aisyiyah,” kata Shofiyah.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Sate Klathak Pak Jeje: Enak, tapi Nggak Cocok Buat yang Kelaparan Ingin Segera Makan

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2024 oleh

Tags: ITSKuliner Jogjaliputan pilihanpilihan redaksisate legendarissate pak dakir
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.