Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Bagian Ayam Goreng Paling Disukai Owner Olive Fried Chicken dan Gerai di Jogja yang Kerap Dia Kunjungi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 Desember 2024
A A
Cerita owner Olive Fried Chicken yang juga suka menikamati resepnya sendiri MOJOK.CO

Ilustrasi - Bagian ayam goreng yang paling disukai owner Olive Fried Chicken. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pemimpin Redaksi (Pemred) Mojok, Agung Purwandono, pernah menulis panjang tentang perjalanan Olive Fried Chicken (atau yang kerap disebut Olive Chicken saja) hingga akhirnya menjadi salah satu top of mind produk ayam goreng di Jogja.

Sudah empat tahun berlalu sejak wawancara pada 2021 silam. Belakangan, dalam sebuah bincang-bincang ringan, seorang teman nyeletuk, “Owner Olive Chicken hari-hari apa ya makan ayam Olive ya?”. “ Bosen nggak ya kira-kira?”.

Pertanyaan itu sebenarnya sama saja dengan pertanyaan misalnya, “Penjual bakso apakah hari-hari juga makan bakso?”dan sejenisnya. Namun, pertanyaan di atas pada akhirnya sampai juga ke telinga Kunardi Sastrawijaya (48), owner Olive Fried Chicken.

Ingatan pada ayam goreng

Ayam goreng memang punya ruang tersendiri di dalam ingatan Kunardi dan istri, Aurora. Sejak masa kuliah di Universitas Sanata Dharma (USD), Jogja, sejak 1993-an, keduanya memang sama-sama suka ayam goreng.

Namun, karena berangkat dari ekonomi yang pas-pasan, makan ayam goreng tentu saja menjadi kemewahan bagi Kunardi.

“Dulu di kantin kampus ada yang jual fried chicken. Sesekali makan di situ. Kalau ada uang, ya berdua makan di KFC atau McD. Tapi pesannya sepiring berdua,” ujar Kunardi saat berbincang dengan Mojok, Kamis (5/12/2024) pagi WIB.

Kunardi Sastrawijaya dan Aurora Sri Rahayu, owner Olive Chicken
Kunardi Sastrawijaya dan Aurora Sri Rahayu, owner Olive Chicken. (Agung Purwandono/Mojok.co)

Jalan hidup Kunardi dan Aurora pada akhirnya memang seolah digariskan di bidang per-ayam-an. Lulus kuliah, Kunardi sempat bekerja di sebuah restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng. Sebelum akhirnya berhenti dan memutuskan membuat Olive Chicken pada 2011.

“Setelah itu (berhenti dari resto) kan sudah terlanjur tahu dan seneng di bidang per-ayam-an, dan masih ada supplier-supplier dulu yang dikenal, sehingga coba cari pasarnya,” terang Kunardi.

Mencari bumbu yang pas untuk Olive Chicken

Pada 2011 itu, berbekal pengalaman di restoran cepat saji sebelumnya, Kunardi mencoba meracik bumbu yang nantinya bakal digunakan untuk brand Olive Chicken. Saat itu, Aurora dan teman-teman dekat Kunardi menjadi tester.

Butuh waktu lama memang untuk menemukan bumbu yang pas. Setelah menemukan formula bumbu yang menurut para tester enak, akhirnya bumbu itulah yang Kunardi jadikan sebagai bumbu pakem untuk Olive Chicken.

“Dalam perjalanannya (di awal-awal masa merintis), ada bumbu-bumbu yang menurut saya kurang. Akhirnya coba-coba lagi, terus nemu yang lebih cocok. Itu yang kemudian dijadikan sebagai formula Olive Chicken sampai sekarang,” tutur pria kelahiran Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung itu.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MOJOK (@mojokdotco)

Iklan

Tak bosan menikmati Olive Chicken

Sampai sekarang, Kunardi dan Aurora masih menjadi pencinta ayam goreng. Apalagi Kunardi memang butuh protein untuk menunjang keperluan fitness-nya.

Kunardi dan keluarganya, selain merupakan owner, juga menjadi “pelanggan tetap” bagi gerai-gerai Olive Chicken dan Karen Chicken (brand fried chicken sebagai pengembangan dari Olive Chicken di luar Jogja).

“Kalau kami (sekeluarga) lagi kunjung ke salah satu gerai dan belum makan, ya sekalian makan (Olive Chicken). Biar pembeli juga tahu, ini loh pemiliknya aja makan sendiri produknya. Itu kan jadi nilai tersendiri,” kata Kunardi.

Bahkan, kalau sedang di rumah dan bingung makan apa, Aurora sering kali memilih memesan Olive Chicken melalui aplikasi pesan antar.

Bagian ayam paling favorit hingga momen nostalgia

“Ibu (maksudnya istri Kunardi, Aurora) suka paha atas, saya dada, kalau Karen (anak Kunardi-Aurora) sukanya paha bawah original, yang tanpa tepung. Itu adanya cuma di gerai Karen Chicken,” jelas Kunardi saat ditanya soal bagian ayam mana yang paling disukai masing-masing keluarga.

Untuk diketahui, hingga 2024 ini, ada 117 gerai Olive Chicken di Jogja. Untuk Karen Chicken tersebar di Bangka (3 gerai), Semarang (13 gerai), dan Surabaya (1 gerai).

Dari 117 gerai di Jogja, Kunardi dan Aurora acap kali menikmati sepotong ayam goreng di gerai Olive Chicken di Jalan Kabupaten. Karena gerainya memang agak besar.

Olive Fried Chicken
Sepotong sayap Olive Chicken, nasi, dan es teh saat ini harganya Rp8000. (Agung Purwandono/Mojok.co)

“Jadi lebih enak buat makan berdua. Jadi momen nostalgia juga, karena dulu berdua sering makan ayam goreng bersama,” ucap Kunardi.

Tak hanya Kunardi dan Aurora, keluarga besar dan teman-teman dekat Kunardi pun juga lebih sering membeli ayam goreng dari gerai milik Kunardi-Aurora. Misalnya keluarga Kunardi di Bangka. Karena di sana adanya gerai Karen Chicken, maka gerai tersebut kerap jadi jujukan keluarga untuk makan ayam goreng.

Tentu menjadi kelegaan tersendiri bagi Kunardi, ketika gerainya secara rasa dan kualitas dipercaya oleh keluarga dan teman-teman sendiri.

Kesempatan makan ayam goreng untuk yang uangnya pas-pasan

Murah tapi berkualitas. Kalau tanya beberapa konsumen Olive Chicken di Jogja, kira-kira begitulah komentar mereka soal produk ayam milik Kunardi dan Aurora tersebut.

Olive Chicken berdiri pada prinsipnya memang ingin memberi kesempatan bagi mereka yang uangnya pas-pasan, tapi tetap bisa menikmati ayam goreng enak. Murah, tapi rasanya tidak murahan.

Olive Chiken menggunakan ayam yang selalu segar dengan supplier yang kredibel. Itu yang Kunardi jamin. Setiap gerai pun pasti ada SOP yang sama untuk kontrol kualitas.

Tak heran jika kemudian salah satu produk Olive Chicken, ayam gepreknya, disebut menjadi ayam geprek paling enak versi warganet.

Ayam geprek Olive Fried Chicken jadi ayam geprek terenak di Jogja MOJOK.CO
Ayam geprek Olive Fried Chicken jadi ayam geprek terenak di Jogja. (X/Jogja Menfess)

Pada penghujung 2023 silam, akun X Jogja Menfess mengadakan turnamen online untuk mencari ayam geprek terenak di Jogja. Yang dipertandingkan adalah Bu Rum, Preksu, Bu Rini, Bu Kadek, Bu Made, Preksu, Crisbar, Mbah Noto, Hara Chicken, Mas Kobis, Chicken Crush, SA’l, Keprabon, Olive Fried Chicken, Rocket Chicken, Pak Gembus, dan Pak Wage.

Olive Chicken berhasil sampai ke final, berhadapan dengan Bu Rum. Hasilnya, ayam geprek Olive Chicken keluar sebagai juara dengan perolehan dukungan 50,7%. Unggul tipis dari Bu Rum yang meraih 49,3% dukungan.

Turnamen tersebut tentu hanya senang-senang belaka bagi warganet. Namun, hasil turnamen tersebut bisa menjadi gambaran betapa prduk Kunardi dan Aurora memang digemari banyak orang.

Hadapi PPn naik 12%

Kondisi mendatang, kata Kunardi, mungkin saja agak berat. Bagaimana tidak. Kabar-kabarnya tahun 2025 akan terjadi kenaikan PPn 12%. Kenaikan tersebut tentu akan berdampak pada naiknya harga bahan baku.

“Kami coba putar otak untuk mengantisipasinya, bagaimana semua bisa berjalan baik. Kualitas terjaga, harga nggak terlalu naik, tapi profit margin tetap sesuai target. Memang tidak mudah, tapi tetep dicoba ke depan,” tutur Kunardi.

Kunardi berharap produk ayam gorengnya masih bisa terus memberikan harga terjangkau hingga beberapa tahun ke depan.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: 4 Ayam Goreng Terbaik di Dunia Ada di Jogja, Olive Nggak Termasuk

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2024 oleh

Tags: ayam geprek terenak jogjaayam goreng terenak jogjafried chicken teranak jogjaKuliner Jogjakunardi sastrawijayaoleh-oleh Jogjaolive chickenOlive Fried Chickenpilihan redaksi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Perfeksionis

Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.