Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Protes Omnibus Law UU Cipta Kerja, Orang-orang Beramai-ramai Jual Gedung DPR di Marketplace

Redaksi oleh Redaksi
8 Oktober 2020
A A
gedung dpr
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjual item di marketplace adalah hal yang biasa, tapi kalau yang dijual adalah gedung DPR beserta isinya? itu baru beda. 

Setelah Omnibus Law UU Cipta Kerja secara resmi disahkan oleh DPR dan pemerintah pada 5 Oktober 2020 lalu, tak butuh waktu lama bagi segenap publik untuk meluapkan kekecewaan mereka. UU Cipta Kerja dinilai sebagai UU yang problematis karena dianggap tidak berpihak pada kaum buruh dan pekerja utamanya terkait dengan sistem kerja. Tak hanya itu, UU Cipta Kerja juga dianggap punya dampak yang buruk bagi banyak lini lainnya seperti pers, pendidikan, sampai lingkungan.

Iklan

Berbagai aksi unjuk rasa dan mogok massal digelar di berbagai tempat di penjuru Indonesia. Aneka bentuk protes dilancarakan. Mural-mural perlawanan terhadap pemerintah bertebaran. Poster-poster digital disebarkan.

Salah satu bentuk aksi perlawanan yang cukup unik yang muncul sebagai imbas atas kekecewaan publik adalah gerakan beramai-ramai menjual gedung DPR di marketplace.

Di Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia, banyak sekali unggahan tentang penjualan item “gedung DPR RI”. Unggahan item tersebut diunggah lengkap dengan narasi kekecewaan atas disahkannya UU Cipta Kerja.

“Dijual gedung DPR beserta anggotanya.”

“Dijual murah, gedung DPR full beserta isinya.”

“Gedung DPR murah dan terbatas. Hanya hari ini.”

Harga gedung DPR yang dijual di markeplace rata-rata memang murah. Antara seribu sampai seratus ribu rupiah. Tak ada yang sampai jutaan.

Merespons hal tersebut, Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar pun mempersilakan pihak kepolisian jika ingin menindaklanjuti kasus tersebut. Menurut Indra, guyonan tentang menjual gedung DPR tersebut memang agak tak pantas.

“Menurut saya kepolisian juga harus mengambil tindakan tegas. Ini kan BMN negara. Jadi joke-joke semacam itu saya kira tidak pada tempatnya,” terang Indra dalam konferensi pers yang disiarkan di akun Instagram DPR RI pada Rabu, 6 Oktober 2020 lalu.

Sementara itu, pihak marketplace mengaku akan menindak postingan-postingan yang menjual gedung DPR tersebut.

Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo, mengatakan bahwa item jualan gedung DPR tersebut tidak sesuai dengan standar ketentuan penjualan dan bakal menghapus sewaktu-waktu.

“Akan ditindaklanjuti untuk segera diturunkan, guna menjaga kenyamanan pengguna Shopee,” kata Radityo Triatmojo seperti dikutip dari Antara.

Iklan

Senada dengan Radityo, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya juga memberikan keterangan yang sama. “Saat ini kami terus menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur,” ujarnya.

Per hari ini, postingan-postingan menjual gedung DPR tersebut sudah mulai dihapus secara bertahap oleh pihak marketplace.

Memang tak mudah untuk bisa menjual gedung DPR, apalagi kalau ada embel-embel “beserta penghuninya”, sebab orang memang cenderung ingin membeli item yang berguna dan dimanfaatkan, bukan sebaliknya.

gedung dpr

BACA JUGA Apa Itu Mosi Tidak Percaya dan Bagaimana Cara Kerjanya dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2020 oleh

Tags: gedung dpromnibus law
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Esai

DPR Nggak Salah, Ekspektasi Rakyat Aja yang Ketinggian

14 Desember 2021
Menteri Indonesia Sibuk Terlihat Bekerja, Rakyat Lelah Terlihat Baik-baik Saja MOJOK.CO
Esai

Menteri Indonesia Sibuk Terlihat Bekerja, Rakyat Lelah Terlihat Baik-baik Saja

7 Desember 2021
jokowi dan kopassus mojok.co
Pojokan

Ada Rakyat Ogah Vaksin Itu Bisa Aja karena Tak Percaya Pemerintahan Jokowi Lagi

2 Agustus 2021
Dari Revisi UU ITE Kok Jadinya Pedoman Interpretasi? Nah Kan Kena Prank Jokowi Lagi
Esai

Dari Revisi UU ITE Kok Jadinya Pedoman Interpretasi? Nah Kan Kena Prank Jokowi Lagi

19 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

30 Juni 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.