Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Menteri Indonesia Sibuk Terlihat Bekerja, Rakyat Lelah Terlihat Baik-baik Saja

kita, para rakyat, sudah sangat lelah untuk merasa “baik-baik saja”. Kita dipaksa memaklumi sirkus yang terjadi.

Arman Dhani oleh Arman Dhani
7 Desember 2021
A A
Menteri Indonesia Sibuk Terlihat Bekerja, Rakyat Lelah Terlihat Baik-baik Saja MOJOK.CO

Menteri Indonesia Sibuk Terlihat Bekerja, Rakyat Lelah Terlihat Baik-baik Saja MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menteri Indonesia sibuk membuat gimmick demi terlihat bekerja, ketika rakyat kecil sudah sangat lelah untuk merasa baik-baik saja.

Bu Risma, Menteri Sosial kita, sibuk memindahkan gundukan pasir dan batu menggunakan tangan ketika mengunjungi korban bencana erupsi Gunung Semeru.

Iklan

Sebelum saya lanjut menulis, coba Anda baca lagi kalimat pertama di atas. Sudah? Baik, mari lanjut.

Menurut data yang saya temukan, Kementerian Sosial (Kemensos) mendapatkan alokasi dana sebesar Rp92,817 triliun. Sekitar Rp42,4 triliun di antaranya khusus untuk bansos. Selain kewenangan atas dana, sebagai menteri, Bu Risma juga membawahi banyak lembaga dan satuan dinas. Ingat ini baik-baik, ya.

Salah satu bentuk kewenangan Bu Risma sebagai Menteri Sosial adalah menurunkan alat berat. Selain itu, dia juga bisa mengerahkan tenaga manusia untuk membereskan gundukan pasir dan tanah itu.

Tapi nanti dulu. Itu, kan, pikiran orang yang taktis. Mungkin karena terbiasa mengurus taman bunga dan marah-marah, Bu Risma lupa caranya jadi menteri. Dia berpikir bahwa dengan mengais tumpukan tanah, di bawah hujan (dipayungi sama ajudan tentu saja), akan membuatnya terlihat sedang bekerja.

Apakah cuma Bu Risma, sosok menteri, yang bekerja seperti ini? Ternyata nggak juga.

Kalau melihat rekam jejak Pak Erick Thohir, kita akan merasa bahwa yang dilakukan Bu Risma jadi terlihat sangat amatir. Pak Erick bisa masang fotonya sendiri di ATM milik BUMN, masuk ke komunitas anak muda dengan pakai parfum HMNS, hingga yang terakhir gimmick menggratiskan toilet Pertamina.

Baik Bu Risma atau Pak Erick Thohir memanfaatkan jabatannya sebagai menteri untuk bekerja membangun imaji. Imaji apa yang diharapkan? Ya tergantung dari mana Anda melihatnya.

Bu Risma di Surabaya terkenal sebagai wali kota yang gemar marah-marah. Selama menjabat sebagai menteri, dia sudah beberapa kali marah. Mulai dari “Tak Tembak Kamu” sampai “Tak Buang ke Papua”. Jangan lupa aksi teatrikalnya yang menyebut diri “Saya memang goblok” di hadapan IDI saat masih jadi wali kota.

Meski demikian, baik Bu Risma atau Pak Erik masih mending daripada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Beliau meminta buruh berjiwa besar terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022. Bahlil mengungkapkan pandemi telah melanda Indonesia sejak tahun lalu, di mana pengusaha pun mendapatkan dampak yang cukup berat selama satu setengah tahun terakhir.

Bayangin nih ya. Kamu menteri, punya kewenangan, punya otoritas, untuk membuat kebijakan dan juga menerapkan sanksi kepada pengusaha nakal. Namun, kamu malah minta buruh bersabar karena nggak mau menyusahkan pengusaha. Apa nggak luar biasa?

Mungkin Pak Bahlil ini lupa atau abai, buruh dan pekerja ini kurang sabar gimana? Bertahun-tahun, banyak yang hidup di bawah UMR, tidak diangkat jadi karyawan tetap, bahkan sampai keguguran karena terlalu lama bekerja. Masih disuruh sabar juga? Lantas apa gunanya dia jadi menteri?

Oh iya, jangan lupa kontestan lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Dia menyebut Piala Thomas 2020 tidak masuk ke dalam event bergengsi dan sempat tidak akan memberi bonus.

Iklan

Bertahun-tahun, Indonesia selalu gagal membawa pulang Piala Thomas. Sekalinya menang, sudahlah tak bisa mengibarkan bendera Merah Putih, eh kompetisinya dianggap kurang. Bayangkan, menteri olahraga yang bahkan tidak bisa memahami sejarah Piala Thomas dan kenapa selama puluhan tahun kompetisi ini dianggap sakral oleh pebulu tangkis Indonesia.

Ya tentu puncak dari komedi menteri-menteri ini adalah Pak Jokowi. Yang paling baru adalah sikapnya tentang Omnibus Law, yang dianggap bermasalah dan sudah diketok palu oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Bayangkan, nih ya, bukannya patuh pada keputusan MK, Pak Jokowi memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas para kepala polisi yang tidak mengawal investasi. Lho kurang jelas apa lagi sikap Jokowi? Cerdas, terukur, dan presisi… untuk investor.

Dulu, saat ramai demo penolakan Omnibus Law, kita disuruh protes dengan benar, jangan rusuh, dan lalui mekanisme yang jelas. Di Mahkamah Konstitusi, Omnibus Law dianggap bermasalah dan harus diperbaiki. Bukannya patuh, malah Jokowi merasa perlu bikin klarifikasi, menjamin para investor bahwa kebijakan yang dia buat pasti berjalan? Haibat bukan?

Terkadang, negara ini terlihat seperti negara gimmick. Pencitraan yang ditampilkan sudah terlalu menor. Semuanya hanya demi terlihat “sudah bekerja”. Sementara itu, kita, para rakyat, sudah sangat lelah untuk merasa “baik-baik saja”.

Kita dipaksa memaklumi sirkus yang terjadi….

BACA JUGA Bu Risma Diledek karena Kita Kekenyangan Gimmick Politik dan tulisan menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2021 oleh

Tags: Bu RismaErick ThohirjokowiMenporamenteri sosialomnibus lawrisma marah-marahZainudin Amali
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Ketum PSSI Erick Thohir dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bahas soal Liga 3 dan Liga 4 di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Liga 3 dan 4 bakal Bergulir di Jawa Tengah, Bina Bakat-bakat Muda dari Desa…

8 Agustus 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.