Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Klitih Kembali Telan Korban, Sultan: Harus Diproses Hukum!

Arif Hernawan oleh Arif Hernawan
5 April 2022
A A
Pameran klitih mojok.co

Senjata aksi klitih dalam pameran The Museum of Lost Space, di Galeri Lorong, Maret 2021. (Arif Hernawan/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Aksi klitih kembali menelan korban jiwa. Seorang pelajar Kota Yogyakarta tewas kena sabetan gir oleh kelompok remaja lain.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, pelajar SMA berinisial D (17) ditemukan dalam kondisi terluka di Jalan Gedong Kuning, Kota Yogyakarta, Minggu (3/4) dini hari.

“Petugas sempat membawa korban yang terluka ke RSPAU Hardjolukito. Tapi D tidak tertolong,” kata Ade usai melakukan olah TKP, Senin (4/4).

Di TKP, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV. Dari pemeriksaan ini, kronologi kejadian diketahui saat korban D dan enam temannya mencari makan sahur. Mereka berombongan menaiki lima sepeda motor dan berpapasan dengan kelompok pelaku yang terdiri dari lima orang.

“Pelaku menggunakan dua sepeda motor. Satu ditumpangi dua orang dan satunya lagi dinaiki tiga orang. Mereka lewat sambil mem-bleyer-bleyer motor,” papar Ade.

D dan kawan-kawannya pun mengejar. Namun kelompok pelaku kemudian menghadang dan menyerang. Serangan inilah yang melukai hingga menewaskan D.

Ade menjelaskan, D mengalami luka berat di bagian kepala akibat sabetan gir yang dijadikan senjata. “Dari keterangan saksi, korban terkena hantaman gir yang diikat dengan tali,” katanya.

Belakangan diketahui D adalah putra seorang anggota DPRD asal Kebumen, Jawa Tengah, yang tengah belajar di Jogja. D telah dimakamkan di Kebumen pada Minggu (3/4) siang.

Saat dimintai komentarnya soal aksi klitih termutakhir ini, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum tahu persis detail kejadian tersebut.

Namun, setelah sekilas dijelaskan kejadian tersebut, ia meminta aparat untuk mencari pelaku dan melakukan proses hukum.

“Saya kira karena ini pelanggaran pidana, dicari saja, diproses. Harus! Kalau saya, (kejadian) itu sudah berlebih, sudah terlalu jauh,” ujar Sultan, di kompleks Pemda DIY Kepatihan, Senin.

Menurut dia, masalah klitih harus diatasi melalui penegakan hukum. Kejadian ini dapat terjadi kapan saja, termasuk di bulan Ramadan saat ini.

“Sialnya orang kita tidak tahu. Satu-satunya cara harus diproses hukum. Dengan cara seperti itu, kita bisa atasi persoalan,” ujarnya.

Penegakan hukum itu, kata Sultan, juga harus diterapkan termasuk jika pelaku masih tergolong anak-anak atau belum berusia 17 tahun. Karena itu, ia meminta aparat yang tahu koridor hukumnya untuk menangani kejadian itu.

Iklan

“Ini pidana, (korban) sampai meninggal. Penegak hukum bisa cari cara dia diproses di pengadilan. Perkara (jika pelaku) dibebaskan, itu yang bebaskan pengadilan, bukan lembaga lain,” ujarnya.

Sultan kembali menyatakan Pemda DIY tak bisa menuntaskan masalah klitih sendirian. Ia meminta orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Langkah ini pun harus atas kesadaran warga sendiri, bukan dari pemerintah yang bersifat memaksa.

“Kita tidak bisa (atasi), kalau orang tuanya tidak bisa kendalikan anaknya. Bisanya kita hanya berharap (orang tua berperan). Kalau kita (pemda) melakukan sesuatu, semisal pemaksaan, kita melanggar hukum,” ujarnya.

Reporter: Arif Hernawan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Cuaca Ekstrem di Jogja, Waspada Angin Kencang hingga Hujan Es dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

 

Terakhir diperbarui pada 5 April 2022 oleh

Tags: aksi klitihklitihkorban klitih
Arif Hernawan

Arif Hernawan

Jurnalis, penikmat film & musik.

Artikel Terkait

10 Tahun di Jogja, Mental Orang Jombang Ambruk karena Klitih MOJOK.CO
Esai

Setelah 10 Tahun Merantau di Jogja, Orang Jombang Malah Trauma dengan Berita Buruk Khususnya Pembacokan dan Klitih

1 April 2025
Jogja Pusat Semesta? Pantas Dunia Ini Banyak Masalah MOJOK.CO
Esai

Jogja Adalah Pusat Alam Semesta? Pantas Dunia Ini Ruwet dan Banyak Masalah

29 Januari 2025
Resolusi Polda DIY 2025 dari UGM: atasi kejahatan jalanan di Yogyakarta tidak hanya pakai pendekatan hukum MOJOK.CO
Aktual

Resolusi Polda DIY dalam Hadapi Kejahatan Jalanan Jogja 2025: Pendekatan Hukum Bukan Satu-satunya

31 Desember 2024
Aktual

Berkat Pagar Nusa Saya Tak Lagi Minum Miras, Kini Saatnya Bela Korban Penusukan Santri Krapyak

29 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.