Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Soto Lamongan Memang Layak Jadi Satu-satunya Kuliner Indonesia yang Masuk Daftar Terenak di Dunia

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Februari 2025
A A
Soto Lamongan jadi sup terenak di dunia MOJOK.CO

Ilustrasi - Soto Lamongan jadi sup terenak di dunia. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Masyarakat Indonesia, khususnya Lamongan, Jawa Timur, patut bangga. Sebab, soto Lamongan terpilih menjadi salah satu sup ayam terenak di dunia.

TasteAtlas baru saja merilis 44 daftar sup terenak di dunia pada 2025 ini. TasteAtlas sendiri merupakan sebuah platform online yang mengulas kuliner-kuliner tradisional dari berbagai dunia.

Soto Lamongan jadi satu-satunya kuliner Indonesia

Mengutip dari laman dan akun Instagram resmi TasteAtlas, soto Lamongan menduduki posisi ketiga dari sepuluh sup ayam terenak di dunia. Kuliner berkuah khas Lamongan tersebut mendapat ulasan bintang 4,4 dengan rincian: 90% orang menyukainya dan 10% sisanya merasa biasa saja.

Yang menarik, dalam rilis TasteAtlas tersebut, kuliner Lamongan tersebut menjadi satu-satunya kuliner asal Indonesia yang masuk dalam daftar sup ayam terenak 2025.

TasteAtlas menulis, yang khas dari soto Lamongan terletak pada penyajian kuahnya yang diracik dengan perpaduan beberapa jenis rempah. Sebut saja serai, ketumbar, jintan, lengkuas, bawang putih, kunyit, dan jahe. Belum lagi ayam suwirnya yang merupakan potongan ayam yang direbus dalam kaldu sehingga berwarna kekuningan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh TasteAtlas (@tasteatlas)

Kuah soto Lamongan yang awalnya terlihat aneh

Sebagai orang yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Muhsin (26) tentu terbiasa dengan soto bening khas Jawa Tengahan. Hingga akhirnya dia merantau ke Surabaya untuk kuliah pada 2017.

Di Surabaya, begitu mudah menemukan soto Lamongan. Baik yang jualan gerobakan di pinggir-pinggir jalan atau taman kota, maupun yang membuka warung rumahan.

“Karena terbiasa makan soto bening, agak aneh waktu tahu, loh kuah soto kok kuning? Ternyata, menurutku lebih seger soto Lamongan ketimbang soto bening Jawa Tengahan,” ujar Muhsin, Minggu (9/2/2025).

Bahkan akhirnya Muhsin lebih suka kuliner kuah Jawa Timuran itu ketimbang soto dari daerah asalnya sendiri. Muhsin kini sudah kembali ke Kudus. Dia mengaku sering kangen menikmati soto Lamongan.

Melihat gambarnya saja di internet, dia bisa ngiler. Karena baginya, kuah kuningnya begitu menggoda.

Iklan

“Rasa kuahnya gurih-gurih rempah. Kalau dicampur sambal malah lebih nikmat,” katanya. Maka, katanya, soto Lamongan memang sangat layak masuk daftar sup ayam terenak dunia.

Harga murah, porsi melimpah

Selama di Surabaya dulu, Muhsin mengaku sering menjadikan kuliner berkuah kuning itu sebagai alternatif sarapan (walaupun sarapannya baru jam 12-an siang).

“Kalau mau makan kenyang, soto Lamongan memang solusiku,” ucap Muhsin.

Di Surabaya, umumnya soto Lamongan dijual di angka Rp10 ribu sampai Rp13 ribu per porsi. Dengan harga segitu, Muhsin mengaku sudah dapat satu mangkuk soto Lamongan dengan nasi, ayam suwir, potongan kol, bihun, dan koya yang melimpah.

“Kuahnya sampai tumpah-tumpah. Jadi waktu dihidangkan, langsung kemecer, pengin segera menyantap. Modalnya kan memang nasi dalam mangkuk langsung diguyur kuah sampai memenuhi mangkuk,” terangnya.

Tak pelit ayam suwir

Sama seperti Muhsin, Hiya (26), perempuan asal Tuban, Jawa Timur, juga sepakat jika soto Lamongan masuk jajaran sup ayam terenak di dunia versi TasteAtlas.

Hiya tinggal di Tuban yang perbatasan dengan Rembang, Jawa Tengah. Daerah pinggiran. Rumahnya jauh dari keramaian. Alhasil, sebelum kuliah di Surabaya, Hiya mengaku tidak pernah merasakan soto Lamongan yang asli dijual oleh orang Lamongan.

Dia lebih sering makan soto buatan almarhum ibunya. Memang berkuah kuning. Namun, setelah dia tahu wujud asli soto Lamongan, Hiya mengaku ketagihan.

“Aku ke Surabaya 2018, kuliah. Seiring dengan itu, Mbakku menikah, dapat orang Lamongan. Nah, dari situ mulai lah sering makan soto Lamongan. Baik waktu di Surabaya atau pas lagi main ke rumah Mbak,” beber Hiya.

Bagi Hiya, ciri khas soto berkuah kuning itu adalah gerobaknya yang disulap jadi etalase untuk men-display ayam-ayam utuh yang sudah berawarna kuning. Juga jeroan yang biasanya akan dijejer di bawahnya.

“Sepengalamanku beli di Surabaya, khususnya warung langgananku di Wonocolo, bener-bener nggak pelit ayam suwir. Selain banyak, potongannya juga besar-besar. Sering banget dapat kulit, duh, enak banget,” katanya.

Selain itu, pembeli juga bisa request misalnya ingin jeroan (ati-ampela). Kalau Hiya biasanya akan request tambahan berupa telur ayam yang masih di dalam perut (telur kuning kecil). Itu adalah bagian ayam favoritnya selain sayap dan kulit.

Yang tak dijumpai di soto Jogja dan Jawa Tengahan

Puji (25) pun sepakat dengan rilis TasteAtlas. Saat rilis tersebut disebar di media sosial, Puji langsung mengunggah ulang di Instagram story-nya dengan emoticon ngiler.

Puji berasal dari Aceh. Baginya, makanan terenak jelas adalah masakan-masakan ala Aceh.

Saat kuliah di Surabaya pada 2017, Puji mengaku sulit beradaptasi dengan makanannya. Alhasil, dia harus keluar uang banyak tiap makan di warung nasi Padang. Karena hanya warung itu lah yang cocok di lidahnya.

Sampai akhirnya dia coba-coba soto Lamongan. Dari sekian makanan Jawa Timuran yang pernah Puji coba, hanya soto Lamongan yang cocok di lidah Puji. Deskripsinya sama persis dengan deskripsi Muhsin dan Hiya.

“Terus taburan koyanya. Itu membuat soto Lamongan makin gurih. Aku sering minta nambah koya,” katanya.

Koya sendiri adalah kerupuk udang yang dihaluskan lalu ditabur di atas nasi yang sudah diguyur kuah soto dan ayam suwir.

Cita rasa soto kuliner khas Lamongan itu pada akhirnya Puji rindukan setelah dia lanjut kuliah S2 di Jogja per 2022. Sebab, di Jogja, soto berkuah bening. Dan wujudnya tentu jauh berbeda dengan soto Lamongan. Tak begitu masuk di lidahnya.

“Sering beberapa kali nyoba cari warung soto yang pakai embel-embel “Lamongan” di Jogja. Hanya saja, kadang ada yang memang asli Lamongan, tapi banyak juga yang Cuma abal-abal,” ungkapnya.

Makan kuliner berkuah kuning itu di Jawa Timur, masih menjadi kenikmatan paripurna bagi Puji. Rilisan TasteAtlas membuat Puji benar-benar ngiler dan langsung menyusun agenda buat ke Surabaya, kulineran di sana, seiring tesisnya yang sudah selesai.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mengulik “Rahasia” Warung Soto Sleman hingga ke Klaten, Harga Rp2 Ribu Sudah Makan Sedap dan Porsi Kenyang atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2025 oleh

Tags: kuliner jawa timurpilihan redaksisoto lamongansoto lamongan di jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa MOJOK.CO

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa

9 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.