Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Derita Salah Jurusan Kuliah, Menjalani 14 Semester di ITS dengan Mimpi Buruk dan Penyesalan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 September 2023
A A
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Ilustrasi salah jurusan di PTN. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jangan sepelekan persoalan salah jurusan kuliah. Meski tetap berhasil masuk di salah satu kampus terbaik di Indonesia, nyatanya mahasiswa ini merasakan penyesalan sekaligus hari-hari yang menderita.

***

“September ini ada enam temanku yang diwisuda. Setelah itu hanya tinggal empat orang tersisa dari sekitar 150 mahasiswa di jurusanku yang masih terkatung-katung. Salah satunya aku,” ujar Mabrur (25).

Saat ini ia sedang mengejar ketertinggalannya mengerjakan tugas akhir. Hampir mustahil ia bisa wisuda semester ini, semester ketiga belas yang ia lewati di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Praktis, ia harus mengerahkan semua daya upaya agar bisa wisuda semester empat belas awal tahun depan. Jika tidak, ia harus keluar dan merelakan gelar sarjananya.

Mabrur sebenarnya jauh dari kata bodoh. Saat SMA, ia langganan mendapat peringkat teratas di kelas. Namun, salah jurusan kuliah membuatnya keluar dari jalur lurus dalam menjalani studi lanjut.

Saya berbincang dengannya lewat sambungan telepon, Rabu (13/9/2023). Siang itu, ia sedang berusaha menemui dosen pembimbing tugas akhirnya. Dosen itu tak kunjung muncul, akhirnya ia memutuskan keluar ruangan dan menghubungi saya yang berusaha membuat janji wawancara sejak beberapa hari sebelumnya.

Dua tahun terakhir memang jadi masa yang berat buatnya. Saat teman-teman seangkatannya sudah mengunggah aktivitas bekerja dan cerita menata masa depan di media sosial, ia hanya bisa  menyimak dengan lemas sambil rebahan di kamar.

Angan-angan tentang kuliah Impian

Mabrur studi di Jurusan Teknik Informatika ITS. Jurusan yang sebenarnya jadi dambaan banyak calon mahasiswa. Salah satu jurusan dengan selektivitas tertinggi di ITS. Selain itu, ITS masuk 10 kampus terbaik di Indonesia berdasarkan sejumlah riset.

Namun, pemuda ini dulunya mendambakan untuk masuk ke PTN lain yakni Institut Pertanian Bogor (IPB). Alasan sederhananya, ia punya saudara yang juga menempuh studi di sana. Banyak cerita menarik tentang dunia perkuliahan di Bogor yang ia dapat.

Selain itu, Mabrur mengaku suka berkegiatan alam. Setidaknya saat masa SMA dulu. Kala itu ia sering mendaki gunung. Dalam bayangannya, jika bisa masuk ke jurusan yang berbau ilmu kehutanan akan terasa seru.

“Aku pengin masuk ke Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata di Fakultas Kehutanan,” kenangnya.

Ia pernah membaca brosur jurusan itu dan mendapat informasi bahwa tahun ketiga kuliah ada kegiatan praktik di hutan selama enam bulan. Hal itu semakin membulatkan tekadnya.

“Kalau nggak jurusan itu, pokoknya apa saja di Fakultas Kehutanan,” ujarnya.

Lelaki berambut gondrong ini dulunya menempuh pendidikan di sebuah sekolah berasrama di Jogja. Sedangkan ia berasal dari Temanggung.

Iklan

Semasa di asrama, selain mempersiapkan untuk tes seleksi bersama, ia juga mencari informasi tentang beasiswa. Hitung-hitung untuk meringankan beban kedua orang tuanya.

Beruntungnya, ia mendapat kesempatan beasiswa dari Kementerian Agama. Beasiswa ini hanya membuka peluang untuk beberapa jurusan di sejumlah PTN. Hal yang membuat Faisal lega, ada jurusan di Fakultas Kehutanan IPB.

“Bukan jurusan yang paling aku mau. Pilihannya cuma di Jurusan Silvikultur. Tapi aku tetap berminat,” kenangnya.

Kesempatan itu semakin memompa semangatnya. Belajar lebih giat dari sebelumnya. Sebelum akhirnya, sebuah tragedi akibat keteledoran mengubah garis hidup lelaki ini.

Malapetaka salah jurusan kuliah karena salah klik

Semuanya berjalan seperti yang Mabrur rencanakan sampai sebuah kejadian nahas menimpanya. Saat masa pemberkasan beasiswa, kegiatan sekolah sudah selesai. Mabrur pun kembali ke Temanggung. Rumahnya kebetulan berada di kawasan yang terpencil dengan jaringan internet sulit.

salah jurusan kuliah MOJOK.CO
Ilustrasi salah jurusan kuliah. (Photo by Philippe Bout on Unsplash/Mojok.co)

Masih lekat dalam ingatan, Mabrur sempat harus menunggu lama untuk mendapatkan surat rekomendasi dari sekolah untuk kebutuhan adminsitrasi beasiwa. Sambil menunggu, ia mengisi beberapa bagian dari formulir online yang bisa ia lengkapi terlebih dahulu.

Termasuk mengisi jurusan pilihan. Saat itu, ia yakin betul sudah memilih IPB sebagai destinasi studi. Namun, setelah itu ia penasaran dengan pilihan-pilihan lain yang ada di drop menu.

“Aku coba lihat-lihat pilihan lain jurusan. Sempat aku klik beberapa jurusan itu tapi akhirnya aku ubah lagi jadi di IPB,” ujarnya.

Setelah itu ia langsung memencet tombol simpan. Formulir itu memang punya mekanisme autosave sehingga progress penyisian bisa diteruskan pada kesempatan lain.

Beberapa waktu berselang, surat rekomendasi yang Mabrur tunggu baru tiba di hari terakhir pendaftaran beasiswa. Tak pelak, ia harus segera mencari sinyal internet.

“Waktu sudah mepet, akhirnya malam-malam aku pergi ke warnet untuk mengunggah berkas,” terangnya.

Baca halaman selanjutnya…

Pilih beasiswa daripada pilih jurusan kesukaan meski akhirnya merana

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2024 oleh

Tags: ipbITSkuliahMahasiswaPTNsalah jurusan
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO
Tajuk

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO
Tajuk

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026
Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan MOJOK.CO
Tajuk

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan

25 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Essay Contes Beswan Djarum: menulis esai memberi soft skills yang menunjang karier profesional MOJOK.CO

Menulis Esai Jadi Bekal Karier Anak Muda, Beri Ragam Soft Skills Vital yang Dicari Dunia Kerja Profesional

3 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.