Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Seluk-beluk Kuliah Arkeologi, Jurusan Asyik tapi Dianggap Minim Prospek Kerja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
15 Maret 2025
A A
Peluang kerja jurusan Arkelogi Universitas Indonesia (UI) MOJOK.CO

Ilustrasi - Peluang kerja jurusan Arkelogi Universitas Indonesia (UI). (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Laporan dari Georgetown University memasukkan Arkeologi ke dalam daftar jurusan kuliah dengan peluang karier sempit—dan bahkan bergaji rendah. Namun, lulusan Universitas Indonesia (UI) memberi pengakuan berbeda.

Nabila (24) lulus dari Arkeologi UI pada 2022. Kini dia bekerja di bidang digital marketing and community specialist. Bidang kerja yang jelas berseberangan dengan jurusan yang dia ambil.

Arkeologi Unversitas Indonesia (UI): jurusan unik, prospek kerja dipertanyakan

Setelah riset mendalam, pada 2018 Nabila mantap kuliah di jurusan Arkeologi UI. Dia memang menaruh minat pada sejarah peradaban manusia.

Ketika mengambilnya, sebenarnya banyak orang di lingkungan Nabila yang merasa amaze, karena memandang Arkeologi sebagai ilmu yang memerlukan keterampilan khusus. Pasalnya, sepintas memang memerlukan rangkaian teknik dalam proses penggalian peninggalan peradaban manusia.

Akan tetapi, masih banyak orang yang mempertanyakan: apakah peluang kerjanya cukup besar di Indonesia?

“Lantas kenapa aku ambil Arkeologi? Aku melihat kuliah itu bukan jalur cari kerja, tapi untuk eksplor. Tapi memang nggak banyak orang berpikir seperti ini,” ungkap Nabila, Senin (10/3/2025).

“Aku dari dulu terpapar buku dan film adventure. Jadi melihat Arkeologi sebagai profesi yang passion. That’s why aku pilih Arkeologi, meski mostly orang bertanya: kerjanya nanti bakal bagaimana,” sambungnya.

Masih akan terus relevan

Selama kuliah di Arkeologi UI, Nabila mengaku all out. Baik dalam konteks pembelajaran di kelas maupun saat ekspedisi di lapangan. Apalagi di Universitas Indonesia dia bertemu dengan para profesor yang tampak sangat mencintai pekerjaannya sebagai Arkeolog.

Nabila semakin merasa Arkeologi adalah passion baginya karena narasi bahwa para Arkeolog adalah juru kunci dalam mengungkap sejarah masa lalu (yang berbasis peninggalan material manusia). Dan di Indonesia, peninggalan-peninggalan itu ada banyak.

“Menurutku Arkeologi masih relevan dipelajari sampai kapanpun. Urusannya bukan hanya eskavasi (penggalian), tapi juga meluruskan narasi sejarah,” beber Nabila.

Misalnya kasus Gunung Padang. Narasi tentang gunung tersebut masih simpang siur. Masyarakat bahkan mengaitkannya dengan aspek mistis. Di sinilah pentingnya peran Arkeolog: meneliti apakah Gunung Padang hanya punden berundak, hingga pernah ada peradaban atau tidak.

“Ada situs lain yang sering dikaitkan dengan folklore atau dongeng (bukan sumber primer), sehingga Arkeolog harus memperbarui beberapa narasi berbasis penelitian ilmiah,” lanjut Nabila.

Contohnya adalah Candi Sewu. Cerita rakyat menyebut, candi tersebut dibangun dalam waktu satu malam oleh Bandung Bondowoso atas bantuan jin. Tugas Arkeolog adalah menyajikan narasi penyeimbang berupa temuan faktual untuk menjelaskan bagaimana teknologi masa lalu membangun bangunan seperti Candi Sewu atau candi-candi lain.

Salah paham yang perlu diluruskan

Ada salah paham yang, menurut Nabila, harus diluruskan perihal apa yang dipelajari di jurusan Arkeologi.

Iklan

Salah paham paling umum adalah, Arkeologi sering kali dianggap belajar juga soal dinosaurus. Kata Nabila, anggapan itu tidak tepat. Sebab, jurusan ini hanya mempelajari peninggalan peradaban manusia. Kalau peradaban dinosaurus, itu ranahnya Paleontologi dan Geologi.

“Kami mempelajari material peninggalan manusia terdahulu. Paling umum ada artefak, ekofak, fitur (suatu bangunan yang non-moveable buat tempat tinggal, seperti goa atau kejokkenmoddinger), situs (daerah yang memuat artefak, ekofak, fitur dalam satu tempat), dan kawasan (berisi kumpulan situs, seperti candi Borobudur,” terang Nabila.

Selain itu, ada beberapa pembelajaran lain yang pada akhirnya tidak hanya berguna selama perkuliahan saja, tetapi juga bisa berguna di dunia kerja kelak sekalipun tidak menjadi seorang Arkeolog.

“Belajar teknologi dan digital juga. Misalnya pakai total station (pengukur jarak). Itu biasa dipakai anak jurusan teknik. Biasanya—kalau di Arkeologi UI—jadi alat bantu dalam eskavasi,” papar Nabila.

Praktik eskavasi pun tidak sederhana. Sebab harus detail, tidak boleh luput poin kecil pun. Misalnya, peralatan yang dipakai tidak boleh asal, tapi harus sesuai dengan lokasi. Penggalian pun harus dengan teknik khusus yang dilengkapi dengan kemampuan etnografis.

Kemampuan etnografis (berbaur dengan masyarakat) akhirnya memberi bekal kecapakan bersosialisasi/berkomunitas dan bahkan public speaking.

Dalam konteks kuratorial, kuliah di jurusan Arkeologi juga harus belajar menulis dan membaca data. Ini kan juga keterampilan. Semua keterampilan tersebut akan ditopang dengan kemampuan critical thinking yang—setidaknya di Arkeologi UI—dibekalkan pada setiap mahasiswanya.

Pekerjaan para lulusan Arkeologi Universitas Indonesia (UI)

Dalam pengamatan Nabila, di Indonesia lulusan Arkeologi biasanya hanya bisa bekerja di bawah pemerintah. Mengingat, segala situs arkeologi adalah milik negara.

“Beberapa alumni Arkeologi UI yang aku tahu lulus terjun di projek Arkeologi. Ada yang jadi PNS di Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), museum, pemprov, freelance eskavasi, kurator museum, fotografer untuk dokumentasi artefak,” jelas Nabila.

Jika ingin fokus di bidang Arkeologi, itulah peluang-peluang kerja yang tersedia di Indonesia. Tapi, seperti yang Nabila singgung, skill-skill lain yang didapat selama kuliah juga bisa berguna untuk bekerja di bidang lain.

“Kalau aku saat kuliah ambil keterampilan lain juga di luar kampus, seperti magang dan sejenisnya,” kata Nabila. Itulah kenapa akhirnya dia kini bekerja di bidang digital marketing.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Jurusan Pengobat Tradisional di Unair, Kuliahnya Nggak Hanya Bikin Jamu atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2025 oleh

Tags: arkeologiarkeologi uiprospek kerja jurusan arkeologiuiuniversitas indonesia
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

DOLC 2026. MOJOK.CO
Kilas

DAYS OF LAW CAREER 2026: Jelajahi Peluang dalam Dunia Kerja dengan Satu Langkah Pasti

27 Januari 2026
ILUNI UI gelar konser untuk bencana Sumatra. MOJOK.CO
Hiburan

ILUNI UI Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatra lewat 100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert

6 Desember 2025
Lulus S2 dari UI, resign jadi dosen di Jakarta. MOJOK.CO
Kampus

Lulusan S2 UI Tinggalkan Karier Jadi Dosen di Jakarta, Pilih Jualan Online karena Gajinya Lebih Besar

5 Desember 2025
Gaji Fresh Graduate Alumni UI, UGM. MOJOK.CO
Kampus

Kuliah di Universitas Terbaik Malah Merasa Gagal: Kampus Sibuk Naikkan Ranking Dunia, tapi Melupakan Nasib Alumninya

2 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma MOJOK.CO

Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta

13 April 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Derita S2 karena Dipaksa Ibu, kini Bahagia Menanam Cabai Rawit MOJOK.CO

Menyesal Kuliah S2 karena Dipaksa Ibu, kini Lebih Bahagia Menanam Cabai Rawit dan Berkebun

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.