Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pengakuan Sarjana Modal Joki Skripsi, Wisuda Bareng Orang Tua Tetap Bangga Tanpa Penyesalan Sama Sekali

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
12 Januari 2024
A A
Sarjana Modal Joki Skripsi Bangga, Tidak Malu Ajak Ibu ke Wisuda

Ilustrasi sarjana modal joki skripsi.MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjadi sarjana karena bantuan joki skripsi ternyata tidak membuat sebagian orang menyesal atau merasa bersalah. Cara keliru ini bahkan tidak mengurangi rasa bangganya saat wisuda mengundang orang tua.

***

Selembar ijazah S1 dari sebuah PTN di Jogja ia sodorkan di hadapan saya. Tanpa rasa sungkan, ia menyampaikan bahwa lembaran penanda sarjana itu didapat berkat bantuan penuh joki skripsi sepanjang mengerjakan tugas akhir.

Saya berjumpa dengan Wahib* (24) di sebuah kedai kopi dekat Pasar Kranggan. Ia baru saja datang kembali ke Jogja khusus untuk mengambil ijazah, setelah setengah tahun pulang kampung pascakelulusan.

Lelaki ini mengaku terpikir untuk mengerjakan skripsi dengan bantuan joki sejak semester 3. Terhitung terencana secara matang dan bukan keputusan yang datang dalam semalam.

“Aku sudah kepikiran buat pakai joki skripsi walaupun saat itu lingkungan sekitarku nggak ada yang kepikiran begitu,” ujarnya.

Sejak semester tiga, ia memang mengaku mulai sering melimpahkan tugas-tugas terutama yang berkaitan dengan pengerjaan makalah dan penulisan ilmiah ke orang lain. Kadang temannya yang berkenan dibayar atau kadang ke joki tugas.

“Saat itu rasanya otakku sudah malas dan kesulitan untuk mengerjakan tugas-tugas akademis yang kaitannya sama penulisan,” katanya saat saya temui.

Ditambah lagi, Wahib memang tidak banyak berkegiatan di kampus dan merasakan suasana akademis. Sejak awal kuliah ia sudah nyambi menjadi pekerja lepas di beberapa tempat sebagai desainer grafis.

sarjana modal joki skripsi.MOJOK.CO
Ilustrasi. Wisuda jadi momen yang dinanti mahasiswa (Charles deLoye/Unsplash)

Hal itu membuatnya teralihkan dari geliat dunia akademis di kampus. Bahkan, ia mengaku merasa tidak membutuhkan gelar sarjana untuk bisa bekerja kelak. Praktis, semangatnya untuk menjalani kuliah dengan benar sudah pudar.

“Apalagi aku survei harga joki skripsi nggak mahal-mahal amat. Gajiku sebulan dua bulan sudah aman,” tukasnya.

Pakai joki skripsi kuliah tetap molor menyandang sarjana

Wahib baru gencar mencari informasi joki terpercaya menjelang semester 7. Akhirnya ia dapat rekomendasi dari seorang senior yang jadi sarjana dengan cara semacam itu saat sedang nongkrong bersama.

Tanpa pikir panjang, ia langsung mengontak joki skripsi itu. Sehari berselang mereka langsung bertemu dan Wahib membayar uang muka sebesar Rp2 juta dari total Rp3juta.

Wahib hanya menyetor gagasan awal skripsi dan objek penelitiannya. Selanjutnya, joki akan mengeksekusi secara penuh sampai ia bisa jadi sarjana.

Iklan

“Awalnya aku punya ide menarik, ya tentang strategi branding suatu perusahaan,” kata Wahib.

Setelah joki mengerjakan sampai proposal, Wahib menyetorkan ke pembimbing skripsinya. Ekspektasi dan harapan tinggi yang sempat ada di kepalanya, seketika terbantahkan oleh dosennya. Proposal itu ternyata mendapat penolakan karena idenya dianggap kurang kuat.

Momen itu jadi titik awal perjalanan menjadi sarjana tetap molor meski dapat bantuan joki. Wahib berusaha mencari topik lain yang mudah pengerjaannya. Namun, malah membuatnya kewalahan.

“Akhirnya aku milih topik lain, temanya tentang yayasan punya saudaraku,” cetusnya.

Ide itu ternyata dapat persetujuan dari dosen. Namun, saat proses penelitian berjalan lebih lanjut, Wahib kelabakan karena yayasan itu tergolong baru dan belum punya data yang lengkap. Alhasil, ia memilih jalan pintas dengan memanipulasi banyak data tentang yayasan itu.

“Jadi aku sekalian membantu membuatkan berbagai urusan administratif yayasan itu, bahkan aku ngarang sendiri sebagian,” kelakarnya.

Hal itu memakan waktu cukup panjang. Wahib seperti kejatuhan sial lain, pihak joki skripsinya tiba-tiba agak mengendurkan kecepatan pengerjaan. Saat progresnya berjalan pun ia dapat banyak revisi dari dosennya.

Ternyata, saat itu, manajemen joki skripsi sering melemparkan proyek dari Wahib dari satu pekerja ke pekerja lain. Sehingga, pengerjaannya terkadang tidak sinkron. Hal itu membuatnya tetap terlambat merengkuh sarjana, sidang dan wisuda di semester 10, meski sudah menggunakan jalan pintas.

Baca selanjutnya…

Tidak menyesal dan tidak malu mengajak orang tua ke wisuda

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2024 oleh

Tags: joki skripsipilihan redaksisarjanaskripsiwisuda
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO
Urban

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.