Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Nelangsa Kuliah di Perantauan Tanpa Kiriman dari Orang Tua, Nggak Sanggup Bayar UKT dan Nyaris DO karena Skripsi Dipersulit

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
30 Juni 2025
A A
Beasiswa dicabut UNY dan nggak sanggup bayar UKT. MOJOK.CO

ilustrasi - mahasiswa nggak sanggup bayar UKT dan nyaris DO. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beasiswa dicabut dan harus membayar UKT

Di awal semester perkuliahan, kehidupan Hendri berjalan seperti biasa laiknya mahasiswa UNY pada umumnya. Ia juga tidak perlu memikirkan biaya UKT karena sudah mendapat beasiswa penuh. Sayangnya, petaka itu tiba di penghujung semester.

“Saya menghadapi kendala saat mengerjakan tugas akhir. Terlebih lagi, beasiswa Bidikmisi yang saya terima telah dicabut karena masa studi saya melebihi batas yang ditentukan,” ujar mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah UNY itu.

Tugas akhir di Jurusan Ilmu Sejarah, kata Hendri, memang sedikit berbeda dengan jurusan lain karena acuannya adalah arsip. Jika tidak ada arsip, maka dia tidak bisa menulis sejarah termasuk untuk membuat skripsi. 

Jika proses pencarian arsip itu lancar dan mendapatkan akses, ia yakin bisa menyelesaikan skripsinya hanya dalam waktu 3,5 tahun. Sayangnya, hal itu tak terjadi. Beberapa arsip yang ia butuhkan tak dapat diakses.

Salah seorang dosen dari kampus lain pun tak mau memberikan izinnya dengan alasan tertentu. Hingga akhirnya, ia memilih bekerja sambil mengupayakan tugas akhirnya semampu yang ia bisa.

Tidak lama setelah itu, Covid-19 melanda. Ia pun memutuskan kembali ke kampung halamannya di Pulau Bangka pada tahun 2021 dan menyelesaikan pengerjaan skripsinya. Di sana, Hendri tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai desainer interior di salah satu perusahaan swasta.

Kejar target lulus sebelum drop out

Dua tahun berselang, Hendri memutuskan mengundurkan diri dan beralih menjadi pedagang kaki lima dengan berjualan pancake . Sebagian uangnya ia kumpulkan untuk membayar sisa UKT, meski nyaris putus sekolah karena sudah ada di semester 14. 

Dari sanalah ia sadar dan punya semangat kembali mengerjakan skripsi. Hingga akhirnya di awal tahun 2024, Hendri pulang ke tanah kelahirannya di Banyumas. Di sana ia mendapat topik lain sebagai bahan penelitian skripsinya. 

“Saya pun mengganti topik penelitian dan mengajukan topik yang baru,” ujar Hendri.

Beruntung, topik penelitiannya diterima. Sampai akhirnya ia mengikuti sidang skripsi dan menyelesaikan wisuda pada Agustus 2024.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA:  Kisah “Mahasiswa Abadi” di UNY Nyaris Kena DO hingga Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos CPNS usai Wisuda atau liputan Mojok lainnya di rubrik  Liputan .

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2025 oleh

Tags: beasiswa kuliahbiaya kuliah unymahasiwa drop outuktuny
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO
Kampus

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kupat Keteg: kuliner warisan Sunan Giri jadi medium dakwah di Giri Kedaton, Gresik MOJOK.CO

Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

6 Maret 2026
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

9 Maret 2026
Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati di Cirebon.,MOJOK.CO

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati

9 Maret 2026
KA bengawan, KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

User KA Bengawan Merasa Kesepian Saat Beralih ke Kereta Eksekutif KA Taksaka, “Kereta Gaib” Harga Rp74 Ribu Tetap Juara Meski Bikin Badan Pegal

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.