Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Jadi Mahasiswa UIN Merasa Rendah Diri karena Kena Banyak Label Menyebalkan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 Mei 2025
A A
Hal-hal menyebalkan yang melekat pada mahasiswa UIN MOJOK.CO

Ilustrasi - Hal-hal menyebalkan yang melekat pada mahasiswa UIN. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jika ada yang bilang “Kuliah di manapun sama saja”, rasa-rasanya tidak demikian jika kuliah menjadi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) atau sejenisnya.

Sebab nyatanya, mahasiswa UIN kerap kali dipandanag sebelah mata. Bahkan mendapat sematan-sematan “menyebalkan” yang bikin mental nggak aman karena membuat seseorang merasa selalu inferior. Begitulah yang dua narasumber Mojok ungkapkan.

Mahasiswa UIN sering menerima ledekan

Jika bertemu orang baru yang seumuran, “Dulu kuliah di mana?” menjadi satu pertanyaan yang nyaris tidak pernah luput diterima Amran (26), alumni UIN, pemuda asal Blitar, Jawa Timur.

Jika Amran menjawab asal kampusnya (Universitas Islam Negeri), biasanya si penanya akan mengawali jawaban dengan “O” panjang. Lalu disusul dengan, “Pak ustaz berarti. Siap Pak Ustaz.” Atau, “MasyaAllah. Jadi Gus berarti.” Atau “MasyaAllah akhi.”

“Bukan untuk mengapresiasi. Tapi untuk meledek,” tutur Amran, Jumat (9/5/2025).

Seolah-olah menjadi ustaz, gus (nama panggilan untuk anak kiai yang sekarang lebih identik dengan sembarang orang asal berpakaian agamis), dan akhi-akhi (pemuda agamis) adalah hal yang keliru dan lucu.

“Barangkali karena belakangan banyak ustaz atau gus yang nyeleneh. Jadi mahasiswa kampus Islam, apalagi berlatar belakang pesantren seperti aku, ditambah jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT), jadi kena juga,” ungkap Amran.

Berkutat dengan diskusi soal ketuhanan

Amran mengakui, iklim diskusi mahasiswa UIN memang begitu kuat. Di kampus, di warung kopi dari malam sampai subuh, banyak mahasiswa melingkar. Tiga orang. Lima orang. Bahkan kerap membentuk lingkaran besar di tempat-tempat tertentu.

Awal-awal masa kuliahnya, Amran termasuk salah satu yang kerap ikut diskusi dengan lingkaran fakultasnya. Banyak hal jadi bahan diskusi. Terutama isu-isu keagamaan.

“Apalagi kalau seperti aku, tafsir. Alhasil diskusinya kadang tafsir progresif. Menggugat tafsir-tafsir konservatif. Gitu-gitu lah,” beber Amran.

Baru Amran tahu kemudian, ternyata pola diskusi ala mahasiswa UIN jadi bercandaan bagi mahasiswa-mahasiswa kampus lain. Diksusi semacam itu dianggap tidak implementatif. Karena hanya berhenti di meja warkop, tapi tidak jelas dampaknya.

“Beda misalnya mahasiswa teknik. Jelas tuh output-nya. Mereka punya skill individu, juga punya potensi memberi dampak ke society dengan keterampilan teknikalnya,” lanjut Amran.

Baca halaman selanjutnya…

Cuma jadi guru agama hingga cap liberal dan tukang onar gara-gara PMII HMI

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2025 oleh

Tags: HMIjurusan uinmahasiswa UINPMIIuin
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Merasa terkecoh saat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) gara-gara ulah mahasiswa organisasi ekstra hingga dosen cabul MOJOK.CO
Sekolahan

Kuliah di UIN dengan Ekspektasi Tinggi: Berujung “Terkecoh” karena Fakta Tak Sesuai Tampilan Luar dan Menyimpang

7 Mei 2026
Arif Prasetyo, alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta penerima LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Kerap Didiskriminasi Sejak Kecil karena Fisik, Buktikan Bisa Kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dengan LPDP hingga Jadi Sutradara

13 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO
Sekolahan

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO
Sekolahan

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.