Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Cerita Mahasiswa Jogja Gelapkan Dana Ormawa Buat Main Slot, Tak Ketar-Ketir karena Dibantu Orang Tua

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
21 Februari 2024
A A
Cerita Mahasiswa Jogja Gelapkan Dana Ormawa Buat Slot.mojok.co

Ilustrasi Cerita Mahasiswa Jogja Gelapkan Dana Ormawa Buat Slot (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dua pesan singkat narasumber Mojok saya terima pagi itu, Rabu (21/2/2024). Mahasiswa PTN Jogja, sebut saja Rais* (21), yang saya hubungi pada Selasa (20/2/2024) malam, akhirnya membalas permintaan wawancara dari saya terkait pengalamannya main judi slot.

“Boleh, Mas,” jawabnya singkat, di balasan pertama. “Saya juga dah baca yang soal Dion kemarin,” sambungnya di pesan kedua.

Saya pertama kali mendengar gogon-gogon soal Rais dari cerita Dion* (21), narasumber Mojok untuk liputan “Mahasiswa Jogja Merampok 10 Pinjol Ilegal Buat Slot dan Membayari UKT Teman Kuliah”. Rais merupakan teman sejurusan Dion. Mereka juga sesama anggota “KADER LEK BONG”, grup Whatsapp yang berisi para penjudi slot di jurusan mereka.

Cerita soal Rais menggelapkan dana organisasi mahasiswa atau ormawa memang sempat ramai di jurusannya. Terlebih dia memakai uang hasil penggelapan itu buat main judi slot. Agaknya, mahasiswa Jogja dan judi slot sedang menjadi isu yang serius. Dion dan Rais ini hanya sedikit dari banyak mahasiswa yang rela menggantungkan nasib mereka di meja judi–dan berakhir dengan pesakitan.

Petaka mahasiswa Jogja ini berawal dari kalah judi Rp6 juta

Pada akhir Desember 2023 lalu, Rais amat gelagapan. Pasalnya, saldo di rekeningnya terkuras habis gara-gara kalah main judi slot. Padahal, sekitar seminggu sebelumnya, ia mengaku baru saja withdraw–menarik uang dari aplikasi slot–sebesar Rp3 juta.

“Abis itu malah kalah terus sampai saldo habis,” ujar mahasiswa Jogja ini membuka kisahnya.

Merasa kudu mengembalikan apa yang harusnya jadi “haknya”, Rais pun bermain slot secara all out. Upaya menaklukkan Dewa Zeus pun ia jalani tanpa ingat waktu dan tempat. Sayangnya, bukan gacor yang ia dapat, tapi malah rungkad habis-habisan. Jangankan duit Rp3 jutanya kembali, utang dia malah semakin menumpuk.

“Sekitar enam jutaan kalau enggak salah kalahnya,” ujar Rais. Buat menutup kekalahannya itu, ia pun meminjam uang di beberapa aplikasi pinjaman online (pinjol). Rais sendiri bukan tipikal Dion, yang nekat pinjam sana-sani di banyak pinjol ilegal dan merencanakan gagal bayar. Dia tipikal tertib, hanya mau pinjam di pinjol legal dan membayar sesuai tanggal jatuh tempo.

Ilustrasi Rais bermain judi slot secara all out hingga kalah Rp6 juta (Mojok/Effendi)

Namun, apa boleh buat. Saldo ATM-nya kering. Jatah transferan bulanan dari orang tua pun belum waktunya tiba. Mau tak mau, ia harus putar otak buat dapat uang secara cepat. Bisikan setan pun membawanya buat menggelapkan dana ormawa.

Niatnya mau bawa lari duit ormawa, tapi jiper

Rais mengakui, rencana awal yang sudah ia susun memang bikin geleng-geleng yang mendengarnya. Jadi, mulanya ia berencana bakal membawa kabur duit ormawa–mengingat statusnya sebagai salah satu petinggi organisasi. Nantinya, ia akan mengaku menghilangkan uang tersebut.

“Entah dicuri, kena tipu. Pokoknya jangan sampai ada kewajiban mengganti,” kata mahasiswa Jogja asal Jawa Barat ini. Sayangnya, semua motif yang ia rencanakan penuh dengan lubang. Tak sempurna. Rais merasa tak ada bukti kuat untuk meyakinkan ceritanya.

Terlebih teman-teman di ormawanya juga sudah paham kalau dia adalah seorang gambling addict alias pecandu judi. Artinya, kalau uang tiba-tiba raib, sudah pasti mereka enggak bakal percaya Rais kemalingan. Dugaan kuatnya sudah pasti buat main judi.

Alhasil, rencana tadi pun ia batalkan semua.

Duit ormawa kadung ia pakai bayar pinjol

Namanya sudah kepepet, mau setakut apapun pasti tetap bakal nekat. Rais, yang awalnya mengaku takut, tetap saja menggunakan uang itu buat melunasi tagihan pinjolnya. Dasar keberaniannya karena dia merasa punya cukup waktu untuk mengembalikannya.

Iklan

“Jadi ada sekitar 21 hari. Uangnya dipakai ormawa masih lama. Pas mereka menagih buat laporan, yakin aja sih uang udah ada lagi.”

Sayangnya, perhitungan mahasiswa Jogja ini salah kaprah. Nyatanya menggantungkan nasib pada meja judi adalah hal paling bodoh yang pernah ia lakukan. 

Bagaimana tidak, ia memakai dana ormawa untuk melunasi utang pinjol agar bisa pinjam uang lagi di aplikasi tersebut. Selanjutnya mudah ditebak, uang pinjamannya ia putarkan lagi di situs slot. Harapannya, sih, uang itu bisa berlipat ganda; utangnya ke ormawa lunas, kekalahan-kekalahannya terdahulu pun tertutupi.

“Tapi malah rungkad lagi,” ujarnya. “Utang makin banyak.”

Ia pun akhirnya jadi punya banyak tanggungan. Pertama, harus mengembalikan uang ormawa yang ia gelapkan, ancamannya paling-paling dirujak satu jurusan. Kedua, harus melunasi tagihan pinjol sesuai tanggal jatuh tempo, resikonya bisa kena gampar debt collector.

Mahasiswa Jogja ini rela gadai laptop dan menjual barang-barangnya

Pada fase ini, Rais merasa amat frustrasi. Makan tak enak, nongkrong pun tak tenang. Jamnya terus berjalan mundur, tanpa ada titik terang untuk menyelesaikan persoalan utang-utangnya.

Kalau ditotal, jumlah dana ormawa yang ia pakai mencapai Rp4 jutaan. Sementara tagihan pinjolnya Rp5 jutaan. Waktu pelunasan keduanya pun juga berdekatan.

Tak ada jalan lain, Rais pakai cara paling cepat buat dapat duit. “Gadai laptop, jual-jualin baju sama helm. Apa aja yang laku,” ujarnya.

Sayangnya, duit hasil gadai laptop dan menjual barang-barang itu masih kurang. Setengahnya saja belum. Sementara beberapa teman-teman ormawanya sudah mulai menatapnya dengan penuh curiga.

Ketahuan ormawa, akhirnya ‘menggadaikan muka’ ke orang tua

Rais juga menyadari kalau beberapa anggota organisasi lain sudah tahu dana ormawa telah raib. Hanya saja mereka masih diam-diam saja. Hanya menjadi omongan di belakang.

Namun, beberapa petinggi ormawa juga sudah mulai tanya tipis-tipis ke dia soal kesiapan laporan keuangan nanti.

“Nuduh ngilangin duit sih enggak kesitu. Cuma beberapa kayak ngingetin gitu, ‘laporannya seminggu lagi lho’ gitu,” kata dia.

Celakanya, cerita soal Rais yang menggelapkan dana ini menyebar begitu cepat di luar ormawanya. Mahasiswa prodi lain bahkan beberapa sudah ada yang mulai membicarakan. Karena bikin gaduh, sang ketua ormawa pun mengajaknya bertemu untuk memperjelas “skandal” ini. Dalam pertemuan empat mata di salah satu warung kopi itu Rais mengakui semuanya.

“Dia sih enggak marah. Segan kali ya soalnya satu angkatan ‘kan. Tapi dia juga pengen mastiin aja kalau aku bisa ngembaliin uang-uangnya.”

Daripada hina di mata satu jurusan, mahasiswa Jogja memilih memalukan diri di hadapan orang tuanya. Kepada bapak dan ibunya, Rais mengakui jumlah keseluruhan utang-utangnya dan untuk apa saja uang-uang itu ia pakai.

Respons yang sudah ia prediksi jauh-jauh hari, benar-benar kejadian: dimarahi habis-habisan sampai nangis-nangis. Namun, tujuan yang ia inginkan pada akhirnya tercapai juga: orang tuanya tetap melunasi utang-utangnya.

“Kalau sama orang tua paling malunya pas lebaran aja.”

Respons ormawa yang bersangkutan

Mojok sebenarnya sudah menghubungi Ketua Ormawa yang bersangkutan untuk memperjelas masalah Rais ini. Gilang* (21), eks Ketua Ormawa yang menemui Rais, membenarkan cerita ini. Namun, ia menolak bercerita lebih lanjut.

*narasumber meminta Mojok menyamarkan namanya atas pertimbangan keamanan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Cerita Mahasiswa Jogja yang Nekat Mengakali 10 Pinjol Ilegal: Niat Gagal Bayar dan Siap Dikejar Debt Collector Sampai Neraka

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2024 oleh

Tags: Jogjajudi slotKampusMahasiswaMahasiswa Jogjaormawapilihan redaksislot
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Tinggalkan ibunya demi kuliah di PTIQ Jakarta untuk merantau. MOJOK.CO
Catatan

Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata

9 Februari 2026
Media pers online harusnya tidak anxiety pada AI dan algoritma. Jurnalisme tidak akan mati MOJOK.CO
Tajuk

Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 

9 Februari 2026
Open To Work.MOJOK.co
Sehari-hari

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Open To Work.MOJOK.co

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.