Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Derita Korban Ketidakadilan UKT: Mahasiswa Miskin Nyaris Gagal Kuliah dan Mahasiswa Kaya Biayanya Murah

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
5 Februari 2024
A A
ukt.MOJOK.CO

Ilustrasi UKT (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketidakadilan yang merugikan kalangan tidak mampu dan membuka praktik keculasan

Persoalan lain datang dari keluarga PNS yang selalu mendapat biaya UKT golongan tertinggi. Misalnya Hana* (47), PNS golongan III d di kabupaten yang kaget lantaran anaknya menerima UKT sekitar Rp7juta per semester.

Padahal, Hana merupakan satu-satunya penopang ekonomi keluarga dengan tiga anak. Ekspektasi saat anak pertamanya masuk PTN adalah mendapat biaya kuliah yang relatif ringan. Ternyata, di awal ia harus mendapat UKT golongan teratas.

Kendati begitu, anaknya akhirnya bisa mendapat keringanan biaya UKT. Namun, ia tetap menyayangkan mengapa PNS selalu mendapat biaya tertinggi tanpa memperhatikan penentu kondisi keluarga lain seperti beban jumlah anak dan utang.

“Kuliah di PTN harapannya dapat biaya yang terjangkau. Tapi buat guru seperti saya hampir pasti dapat UKT golongan tinggi,” keluhnya saat Mojok hubungi Sabtu (27/1/2024).

Di sisi lain, banyak mahasiswa yang orang tuanya pengusaha mendapat UKT jauh di bawah standar kemampuan mereka. Bahkan, pada beberapa kasus, mahasiswa sengaja memanipulasi data penghasilan orang tua demi dapat biaya murah.

Mojok sempat mewawancarai Juned* (23), lulusan PTN di Jogja yang selama kuliah hanya mendapat UKT sebesar Rp500 ribu per semester. Padahal, penghasilan kedua orang tuanya sebagai pengusaha kuliner di Jogja bisa mencapai dua digit.

Ia menuliskan akumulasi penghasilan orang tuanya sebesar Rp1,5-2 juta per bulan. Angka yang jauh dari realita aslinya. Meski pengusaha pendapatannya fluktuatif, tapi tidak serendah itu.

Selanjutnya data tentang aset keluarga, ia hanya mencantumkan satu rumah dengan status mengontrak. Kendaraan pun hanya tercantum satu sepeda motor. Padahal, keluarganya punya motor tiga dan mobil keluaran terbaru saat itu.

Praktik culas itu membuatnya bisa mengantongi UKT golongan terendah. Ia mengaku sempat merasa menyesal. Namun, memutuskan tidak memperbaiki data lantaran takut jika kedoknya di awal jadi terbongkar.

UKT hadir untuk memberikan keadilan biaya kuliah agar sesuai dengan kemampuan orang tua. Namun kisah-kisah itu menunjukkan bahwa praktik di lapangan banyak berlaku sebaliknya.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

ACA JUGA Kebahagiaan Sementara Anak Buruh Lolos SNBP di UGM, Berganti Kekhawatiran Nyaris Gagal Kuliah karena Biaya

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2024 oleh

Tags: biaya kuliahdebat capresPTNukt
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT
Sekolahan

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO
Sekolahan

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Sekolahan

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua
Sekolahan

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO

Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026
Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Semifinal Kompetisi Basket Campus League musim perdana Regional Surabaya hujan skor. Universitas Surabaya (Ubaya) jadi raja Jawa Timur MOJOK.CO

Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.