Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Siswa “Terpintar” SMA Sombong Bakal Lolos Mudah ke PTN, Berakhir Kuliah di Kampus Tak Terkenal setelah Dua Tahun Gagal UTBK

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 Mei 2025
A A
Gagal UTBK, kuliah.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kuliah mahal tapi berakhir gagal (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjadi siswa terpintar di SMA tak menjadi jaminan bakal lolos mudah ke PTN. Nilai terbaik ujian nasional, prestasi ekstrakurikuler mentereng, dan seabrek sertifikat menang lomba, cuma terasa sia-sia kalau akhirnya malah gagal masuk kampus idaman di UTBK. 

Demikianlah yang dialami Putra (25). Mahasiswa asal Jawa Timur ini pada awalnya sangat pede bakal lolos mudah ke PTN incarannya. Hal itu mengingat label sebagai “siswa terpintar” di SMA yang tersemat padanya.

Akan tetapi, realitas bicara lain. Ia gagal dalam dua tahun percobaan seleksi masuk kampus favoritnya itu. Kini, ia malah berakhir kuliah di kampus swasta yang kurang terkenal.

“Kampus antah-berantah, kalau nulis di Google aja mungkin nggak keluar. Tapi biaya kuliah mahal,” katanya saat dihubungi Mojok, Jumat (23/5/2025).

Nilai tertinggi UN, peringkat satu paralel, tapi daftar Unesa saja tidak lolos

Label “siswa terpintar di SMA” bukanlah isapan jempol. Selama masih sekolah, Putra mengaku berhasil “ngukut” siswa-siswa lain dengan nilainya yang mentereng.

Selama tiga tahun, ia mengaku mengalami “win-streak”: selalu peringkat satu paralel di ujian akhir semester. Paling jelek ia cuma menjadi peringat dua, itupun terjadi saat ujian akhir semester satu kelas X.

“Sisanya win-streak. Juara satu terus, sampai lulus sekolah,” ujarnya.

Saat ujian nasional 2019 lalu, nilainya juga tertinggi. Bahkan masuk 10 besar tertinggi di kecamatannya. Makanya, dalam SNBP 2019 (dulu SNMPTN), Putra memilih UGM di pilihan pertama dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di pilihan kedua.

UTBK.MOJOK.CO
Ilustasi mahasiswa sedang mengikuti UTBK (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pertimbangannya, kalau gagal lolos UGM, setidaknya ia masih memiliki opsi kuliah di Unesa. Ia sangat percaya diri kala itu.

“Tapi gagal dua-duanya. Bahkan ke Unesa yang kuanggap remeh pun gagal.”

Menghina SNBP karena gagal, dianggap sebagai “arisan”

Sakit hati gagal SNBP 2019 meski nilainya amat mumpuni, Putra tak terima. Dalam sebuah status Facebook yang pernah ia unggah dalam grup Keluh Kesah Ngampus (KKN), dia menulis kalau SNBP itu ibarat arisan.

“Aku bilang begitu karena cuma untung-untungan aja. Ya kayak diundi aja. Sepintar-pintarnya kamu kalau pas dikocok namamu nggak keluar, ya nggak bakal lolos PTN,” ungkapnya.

Tulisannya itu ramai. Banyak netizen kemudian menghujatnya. Gara-gara itu juga, malah dia sampai ditegur oleh gurunya di SMA. Dibilangnya “tidak etis”.

Putra menyadari kesalahannya itu. Tak lama setelah itu, ia menghapus status Facebook yang kontroversial tadi. Meskipun ia mengakui rasa sakit hatinya masih menempel.

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

Dua tahun berturut-turut gagal UTBK di kampus favorit. Kena mental sampai “puasa medsos”.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2025 oleh

Tags: gagal utbkLolos UTBKSNBPSNBTUGMUTBKutbk 2025
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO
Edumojok

Senyum Palsu Anak Pertama Saat Adik Lolos PTN Impiannya, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Penuh Derita dan Pusing Mikir Biaya

10 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.