Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Taman Prestasi Surabaya, Tempat Berburu Jagat Koin Incaran dan Diburu Petugas Keamanan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
13 Januari 2025
A A
Mencari koin jagat di Taman Prestasi Surabaya. MOJOK.CO

ilustrasi - Taman Prestasi Surabaya tempat pemburu koin jagat. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Warga Surabaya demam aplikasi Jagat. Mereka merelakan waktu berjam-jam untuk mencari koin di Taman Prestasi Surabaya, terkadang kala harus kucing-kucingan dengan petugas. Pengguna Jagat yang beruntung menemukan koin tersebut dapat mengklaim dan menukarkannya menjadi cuan. Salah satu warga berhasil mendapatkan Rp500 ribu.

***

Iklan

Suasana malam minggu di Kota Surabaya ramai, tapi tak seperti biasanya. Saya sering melihat anak-anak hingga orang dewasa sibuk mencari sesuatu, entah di sepanjang jalan atau di tempat umum. Misalnya, saat saya melintas pukul 18.00 WIB di Jalan Simpang Dukuh atau Taman Prestasi Surabaya yang sama-sama terletak di Kecamatan Genteng Kali

Mulanya saya tak menggubris, tapi hingga pukul 21.00 WIB ke atas kedua lokasi tersebut masih ramai. Bukan karena aktivitas nongkrong di sekitaran situ, tapi kegiatan yang dilakukan masih sama: “mencari sesuatu”. Sesekali mereka memeriksa gawainya, seperti memastikan “sesuatu” itu memang berada di sana.

Saya yang penasaran akhirnya bertanya ke kawanan remaja yang juga sibuk mengitari Taman Prestasi Surabaya. Gambaran mereka sedang mencari koin. Koin itu berasal dari aplikasi Jagat yang kini digandrungi masyarakat, termasuk warga Surabaya.

“Koinnya bisa ditukar dengan uang betulan kak,” ujar Zaki, salah satu remaja dari gerombolan tersebut. Berkat izin darinya, saya boleh ikut berburu bersama mereka, karena jujur ​​saja saya belum mengunduh aplikasinya.

Berburu koin di Taman Prestasi Surabaya

Sambil mencari koin, Zaki bercerita telah bersiap dari pukul 18.30 WIB. Dia dan empat orang temannya jalan kaki dari Plemahan, Kelurahan Kedungdoro ke Taman Prestasi, Kelurahan Ketabang, Surabaya.

“Aplikasinya nunjukin ada koin di sini,” ucap pelajar SMP kelas tiga itu sembari memperlihatkan peta yang terpampang di gawainya. Peta tersebut menunjukkan lokasi koin berada.

Jagat koin di Taman Prestasi Surabaya. MOJOK.CO
Sejumlah warga memburu koin Jagat di Taman Prestasi Surabaya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Berdasarkan keterangan dari Google Play – tempat aplikasi itu bisa diunduh, Jagat  sebetulnya menawarkan koneksi real-time antara penggunanya. Dengan aplikasi tersebut kamu bisa mengetahui lokasi orang yang ingin kamu cek atau secepat apa mereka on the way.

Tak hanya itu, Jagat juga menawarkan permainan Koin Jagat yang dilakukan secara offline. Misinya menemukan koin yang tersebar di beberapa lokasi. Ada tiga jenis koin yang tersebar. Masing-masing memilki nilai tukar rupiah yang berbeda.

Pengguna yang bisa menemukan koin berwarna emas bisa menukarkannya dengan uang Rp100 juta, lalu koin berwarna perak senilai Rp10 juta, dan koin perunggu senilai Rp300 ribu hingga Rp1 juta. Maka tak heran, banyak orang yang tergiur.

“Aku izinnya ke orang tua main sampai malam, demi uang uang uang,” ucap Zaki yang masih semangat mencari setelah lebih dari tiga jam.

Menyusuri Taman Prestasi Surabaya Berjam-jam

Sudah hampir satu jam saya berputar-putar di Taman Prestasi Surabaya mengikuti pengguna aplikasi Jagat lainnya yang sedang mencari koin. Saya ikut menyalakan senter dari gawai bersama 10 orang lebih.

Kami menyusuri tiap sudut taman sembari menyusuri jalan dengan hati-hati. Pasalnya, seluruh lampu taman sudah mati dan jalanan becek karena hujan. Sesekali kami berhenti, meraba dinding-dinding atau alat permainan yang ada di Taman Prestasi Surabaya.

Iklan
Warga memburu koin jagat di Taman Prestasi Surabaya. MOJOK.CO
Koin jagat yang ditemukan warga Surabaya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Namun, sudah satu jam saya mencari, hasilnya nihil. Begitu pula orang-orang di sekitar saya. Saya belum mendengar reaksi senang dari mereka, atau minimal ada yang bilang: ketemu!

Teriakan muncul justru dari sumber suara lain, sudah pasti itu dari penjaga Taman Prestasi Surabaya yang mengumumkan bahwa taman sudah tutup. Pihak taman mengimbau agar area taman dikosongkon.

Namun, memang tabiat warga Surabaya, mereka tak mau menyerah. Penjaga taman yang mulanya hanya mengumumkan lewat pengeras suara sampai harus turun tangan ke lapangan mengusir kami.

“Mole kono lo! Lak nggolek, nggolek, tapi iki tetep peraturan (Pulang saja sana! Kalau mencari ya mencari tapi sudah aturan taman tutup),” teriak salah satu petugas taman yang tampak kesal dengan pengunjung.

Sambil marah-marah, petugas taman itu mendekati para pemburu koin. Kami pun refleks menjauh sampai arah pintu keluar. Takut saja kalau-kalau di tangkap karena melanggar aturan.

Pemerintah Kota Surabaya resah

Belakangan ini, aplikasi Jagat Koin memang banyak dimainkan warga Surabaya mulai dari usia anak-anak hingga orang tua. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sampai resah, karena warga nekat menginjak tanaman hingga merusak fasilitas umum.

Warga Surabaya mencari koin jagat. MOJOK.CO
Warga Surabaya mencari koin jagat di parkiran motor Taman Prestasi Surabaya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok)

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti mengatakan mendapat banyak aduan dari warga soal pemburu koin yang meresahkan .

“Semalam kami mendapat banyak aduan dari warga, salah satunya di Jalan Pahlawan, ada seseorang yang sampai mengungkap bollard ball atau batu pembatas untuk mencari Koin Jagat,” ujar Irna dikutip dari laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Minggu (12/1 /2025).

“Saat dihampiri, pelaku tersebut melarikan diri. Selain itu, di Taman Bungkul dan Taman Teratai, disana sudah menjadi sasaran para pencari koin dan ada beberapa kerusakan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Satpol PP sedang mengawasi warga yang melakukan permainan tersebut. Dia menegaskan permainan boleh dilakukan asal tidak merusak fasilitas umum, jika dilanggar Satpol PP tak segan menindak warga.

Irul (35) yang juga pemburu koin di sekitar Taman Prestasi Surabaya mengaku termotivasi untuk memenuhi rasa penasarannya, tapi tak sampai hati merusak fasilitas umum atau merusak tanaman. Buktinya, tanpa melakukan hal tersebut dia pernah menemukan koin berjenis perunggu.

Kode koin tersebut menunjukkan dia bisa menukar koin dengan uang Rp500 ribu. Dia berujar pengeklaiman koin membutuhkan waktu dua hari dan akan ditransfer melalui dompet digital.

“Saya nemu di rumah kuno sekitaran Tugu Pahlawan, koinnya diletakkan di atas pasir jadi nggak di tandem. Jadi nggak perlu sebenarnya sampai gali-gali, malah ngerusak,” ujarnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Melihat Betapa Tergesa-gesanya Kehidupan di Surabaya dari Sebuah Warung Es di Gubeng, Gambaran Nyata “Urip Mung Mampir Ngombe” atau liputan Mojok lainnya di rubrik   Liputan .

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2025 oleh

Tags: Jagat koinpemkot surabayataman prestasiTempat berburu koin
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Taman Prestasi Surabaya cocok untuk tempat bermain keluarga. MOJOK.CO
Catatan

Taman Prestasi, Pilihan Main Warga Surabaya yang “Berjarak” dari Kemewahan Mal

18 Januari 2025
Surabaya Sebaiknya Segera Meninggalkan Kendaraan Pribadi Setelah Peluncuran Feeder Wirawiri Suroboyo MOJOK.CO
Otomojok

Surabaya Sebaiknya Segera Meninggalkan Kendaraan Pribadi Setelah Peluncuran Feeder Wirawiri Suroboyo

7 Maret 2023
Kilas

Pemerintah Pusat yang Teken PP THR, Pemerintah Daerah yang Kelimpungan

8 Juni 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.