Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Jagat

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
31 Januari 2026
A A
RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara. MOJOK.CO

Petugas mengamati pengolahan sampah. (sumber: DLH DKI Jakarta)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pada 2024 lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta membuat gebrakan baru guna mengatasi masalah sampah, yakni membuat fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF). Salah satu pengoperasiannya ada di Rorotan, Jakarta Utara.

Melansir dari laman resmi Smart City Jakarta, RDF merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah yang berjenis anorganik atau sulit terurai. Misalnya, plastik, kertas, kain, karet, dan kulit. 

Bahan-bahan itu kemudian diproses melalui tahap penyaringan, pemilahan, pencacahan, dan pengeringan, hingga bisa dipakai kembali oleh industri seperti pabrik semen. Dalam sehari, kapasitas pengolahan sampah RDF Plant Jakarta mencapai 2.500 ton yang kemudian dikelola menjadi 875 ton bahan bakar alternatif.

Sayangnya, usai satu tahun berjalan, DLH DKI Jakarta menerima keluhan dari warga khususnya yang ada di Jakarta Utara. Mereka mengadu jika proses perubahan sampah anorganik menjadi bahan bakar alternatif menimbulkan bau yang tak sedap.

Belum lagi, aktivitas kendaraan besar yang terus berlalu lalang dan menimbulkan suara bising. Namun, alih-alih menutup telinga, DLH DKI Jakarta menerima masukan tersebut dan melakukan evaluasi.

Warga Rorotan di Jakarta Utara harus sabar

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, Asep menegaskan, perhatian utama Pemprov DKI Jakarta adalah warga yang bermukim di sekitar RDF Plant Rorotan. Pemerintah memastikan bahwa setiap potensi dampak yang dirasakan masyarakat menjadi bahan evaluasi langsung di lapangan, dan tidak diabaikan. 

Keluhan warga, termasuk terkait bau dan aktivitas kendaraan, ditindaklanjuti secara cepat melalui penyesuaian teknis operasional.

RDF 1. MOJOK.CO
Sampah anorganik yang bakal diolah jadi bahan bakar alternatif. (sumber: DLH DKI Jakarta)

“Kami tidak menutup mata terhadap keresahan warga. Justru masukan dari masyarakat sekitar menjadi alarm penting bagi kami untuk melakukan perbaikan. Operasional RDF Plant Rorotan tidak dijalankan dengan pendekatan memaksakan, tetapi dengan prinsip saling menjaga dan saling menghormati,” jelasnya dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (31/1/2026).

Oleh karena itu, Asep menegaskan ia tidak dapat menghentikan pengoperasion RDF di Rorotan, Jakarta Utara dan tetap melanjutkannya secara bertahap, terukur, dan terkendali, dengan keselamatan serta kenyamanan warga sekitar sebagai prioritas utama. 

“Hingga saat ini, tidak dilakukan penghentian sementara terhadap operasional fasilitas tersebut,” ucapnya.

RDF adalah langkah strategis atasi sampah ibu kota

Menurut Asep, RDF Plant Rorotan merupakan infrastruktur strategis daerah yang dibangun untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah Jakarta ke depan sehingga tidak bisa dihentikan begitu saja.

Keberlanjutan operasional RDF Plant Rorotan, kata dia, merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi ketergantungan pada sistem landfill, sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kami memahami adanya perhatian dan masukan dari masyarakat. Karena itu, setiap langkah operasional kami lakukan secara hati-hati, berbasis data, dan mengutamakan perlindungan lingkungan,” ucapnya.

RDF 2. MOJOK.CO
RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara. (Sumber: DLH DKI Jakarta)

“RDF Plant Rorotan beroperasi untuk kepentingan publik kita tidak mau krisis pengelolaan sampah terkadi si Jakarta seperti di daerah lain. Kami akan terus membuka ruang komunikasi yang konstruktif dengan warga,” lanjutnya.

Iklan

DLH dengarkan keluhan dari warga

Asep pun tak menampik jika pelaksanaan RDF Plant Rorotan tak luput dari evaluasi. Maka dari itu, ia mengimbau kepada anggotanya agar tidak melaksanakan program tersebut secara tergesa-gesa, melainkan melalui tahapan yang terukur dan diawasi secara ketat agar tetap aman bagi lingkungan dan masyarakat.

“Operasional RDF Plant Rorotan kami jalankan secara bertahap dengan prinsip kehati-hatian. Seluruh proses berada dalam pengawasan ketat agar sistem berfungsi optimal dan tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar,” ujar Asep.

Sebagai langkah konkret, DLH memastikan seluruh sistem pengendalian emisi dan kebauan beroperasi dengan baik. Selain itu, pengangkutan sampah menuju RDF Plant Rorotan hanya menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025 yang telah memenuhi standar teknis, sehingga potensi bau dan ceceran air lindi dapat diminimalkan sejak dari sumber.

Pengawasan juga dilakukan secara langsung di lapangan melalui dua pos pantau yang ditempatkan di akses utama dari arah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Di pos tersebut, petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap kendaraan pengangkut, mulai dari memastikan bak tertutup rapat, penampungan lindi tidak bocor, hingga memastikan tidak adanya tetesan air lindi di jalan.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Alasan di Balik Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan karena Aktivitas Tambang, tapi Murni Faktor Alam atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2026 oleh

Tags: atasi sampahJakarta Utarapengolahan sampahRDFRefuse Derived FuelRorotansampah anorganikteknik pengolahan sampah
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Hunian di Jakarta Utara. MOJOK.CO
Catatan

Menemukan Tempat Tinggal Layak di Jakarta Utara yang Lahir dari Penggusuran

11 Februari 2025
sampah jogja wahyudi anggoro langkah kuda mojok
Video

Membicarakan Masalah Pengelolaan Sampah di Jogja, Siapa yang Salah?

8 Mei 2024
Sunda kelapa Jakarta.MOJOK.CO
Ragam

Pilu di Sunda Kelapa Jakarta, Di Balik Keindahannya Ada Para Perantau Miskin Puluhan Tahun Tak Jumpa Keluarga

15 Maret 2024
2 Bocah SD Nekat Naik Motor Bebek dari Madura Menuju Jakarta MOJOK.CO
Esai

2 Bocah Madura Naik Motor ke Jakarta Itu Bukan Nekat, tapi Sikap Pemberani yang Sudah Menjadi Tradisi

24 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO

Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY

29 Januari 2026
Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul MOJOK.CO

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul

30 Januari 2026
250 orang ikuti operasi katarak gratis di RS Visindo Jakarta. MOJOK.CO

Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis

31 Januari 2026
Menurut Ekonom FEB UGM, banyak pekerja Indonesia terpaksa overwork dan multiple jobs gara-gara persoalan jam kerja dan kelayakan upah MOJOK.CO

Overwork-Multiple Jobs: Keterpaksaan Pekerja demi Hidup dari Upah Tak Layak, Masih Tanggung Kesehatan Diri Sendiri Tanpa Jaminan

28 Januari 2026
Users kereta api ekonomi Sri Tanjung kaget saat pertama kali naik KA Jaka Tingkir New Generation dalam perjalanan Jogja-Jakarta MOJOK.CO

Users Sri Tanjung Kaget saat Pertama Kali Naik KA Jaka Tingkir: Kereta Api Ekonomi Nggak Kayak Ekonomi, Malu karena Jadi Kampungan

27 Januari 2026
Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja.MOJOK.CO

Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

29 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.