Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
13 Februari 2026
A A
Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjadi manajer 2 tim kuat asal Kudus yang berlaga Hydroplus Soccer League 2026 Kudus, membuka mata bahwa jika kompetisi sepak bola putri di Indonesia dikelola secara serius dan terukur, betapa dampaknya akan begitu besar. Membuka jalan terang bagi mimpi-mimpi anak perempuan. Memberi asa untuk berkiprah di ajang dunia. 

***

Iklan

Banyak orang berdebat tentang role manajer dalam sebuah tim. Banyak yang bilang, manajer adalah pelatih. Itu benar, tapi tidak sesempit itu juga. Untuk Premier League, manajer punya kuasa yang amat besar. Ia menentukan siapa yang harus dibeli, jenis permainan apa yang diinginkan, visi permainan klub, dan punya kontrol yang amat besar di dalam tim.

Singkatnya: manajer adalah pelatih, penentu skuad, dan sporting director. Manajer adalah tim itu sendiri. Contoh terbaik, Sir Alex Ferguson.

Di Indonesia, role manajer sering lebih ke manajerial. Mirip La Liga, ia terpisah dari pelatih. Ia bekerja di balik layar, memastikan segala yang tim butuhkan. Di Hydroplus Soccer League 2026 Kudus pun tak berbeda.

Mojok berbincang dengan Sugiarto, manajer dua tim asal Kudus sekaligus: SKU Femina dan SKU Women. Pria yang juga berprofesi sebagai polisi ini membagikan cerita bagaimana dia memulai karier sebagai manajer dua tim pilih tanding di Kudus ini.

2 tim simbol “kekuatan” sepak bola putri di Kudus dalam gelaran Hydroplus Soccer League

SKU, singkatan dari Sultan Kudus United, sudah berdiri hampir 12 tahun. Dari usianya, jelas terlihat bahwa tim ini bukan tim kemarin sore atau dikelola asal-asalan. Tapi untuk tim sepak bola putrinya, tim ini baru berdiri 3 tahun.

Awal mula tim sepak bola putri SKU berdiri karena kompetisi Hydroplus Soccer League. Awalnya, mereka mengambil pemain dari tim-tim sekolah lain untuk gabung ke SKU. Dari situlah, SKU mulai menancapkan taring. Di gelaran Hydroplus Soccer League 2024, SKU menjadi juara kedua.

Di gelaran Hydroplus Soccer League kali ini, kedua tim (SKU Femina dan SKU) Women, mungkin masih belum menunjukkan prestasi yang sama dengan gelaran pertama. 

Tapi, poinnya bukan itu. Sepak bola, terkadang, tak melulu tentang poin. Terkadang, ia tentang perjalanan. Dan awal mula Sugiarto menukangi tim SKU inilah yang saya sebut sebagai perjalanan.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
SKU Women, tim yang dimanajeri oleh Sugiarto bersiap melawan Scorpion FC (Dokumentasi Resmi)

Menjadi manajer dari ketidaksengajaan

Andres Villas-Boas mungkin dikenal sebagai pelatih Chelsea yang gagal. Tapi jangan lihat kegagalannya. Lihat bagaimana awalnya dia jadi pelatih: sebuah kebetulan. 

Andres, kebetulan, tinggal dalam satu apartemen dengan pelatih terkenal. Dia, yang awalnya tak punya niat jadi pelatih, malah jadi salah satu pelatih paling dicari pada masanya.

Dan Sugiarto kira-kira punya cerita yang sama dengan Andres Villas-Boas. Di media room Hydroplus Soccer League, dia menceritakan bagaimana awalnya menjadi manajer yang saya rasa, penuh dengan aroma kebetulan.

“Awal mula, dulu karena anak saya juga ikut di SKU, cewek juga. Terus lama-lama kok, saya pikir-pikir wah bagus juga ini, terus support Bakti Olahraga Djarum Foundation juga serius. Ada kompetisi U-10 dan U-11 di MilkLife Soccer Challenge (MLSC), sebelum nanti ke Hydroplus Soccer League untuk U-15 dan U-18. Berjenjang dan tertata. Terus lama-lama, saya kecanduan. Dah lah, kita turun ambil (memanajeri) yang cewek aja,” ucap Sugiarto.

Iklan

Keyakinan tersebut membuat Sugiarto mantap turun dan memanajeri tim ini. Usaha tersebut terbayar dengan prestasi yang diraih oleh SKU. “Di Kudus, SKU sudah punya nama lah,” mantapnya.

Jalan anak perempuan di sepak bola putri makin terang

Tidak dimungkiri, masih banyak orang tua yang ragu mengikutkan sang anak di klub sepak bola putri. Padahal itulah yang sang anak inginkan. 

“MLSC dan HSL ini kan pelan-pelan membangun ekosistem sepak bola putri. Artinya, ini ada loh masa depannya,” ucap Sugiarto. 

Orang tua, bagi Sugiarto, tidak seharusnya takut anak perempuannya kemudian menjadi gelap kulitnya karena sering di lapangan. Karena toh kulit gelap itu untuk mengejar mimpi yang terang. 

“Terus yang namanya bola, kan pake biaya. Tapi di SKU itu ndak mahal og. Pendaftaran masuk itu cuma Rp20 ribu. Tiap datang hanya iuran Rp2 ribu. Itu pun kadang yang nggak mampu, kita nggak minta bayar,” jelas Sugiarto. 

Yang ingin Sugiarto tekankan, ini ada kesempatan sangat terbuka bagi anak-anak perempuan—terutama di Kudus—untuk mengembangkan bakatnya di bidang sepak bola, untuk mengejar karier yang jalannya juga pelan-pelan telah terbuka. Maka, bagi Sugiarto, orang tua semestinya memberikan dukungan penuh. 

“Lebih bagus lagi kalau tidak sekadar didaftarkan klub. Tapi juga didampingi prosesnya. Dianter, ditunggui saat latihan maupun pertandingan. Itu sangat berpengaruh di perkembangan anak,” beber Sugiarto. 

Sugiarto mengawasi timnya bermain (Dokumentasi Resmi)

Menanti industri sepak bola putri mengakar kuat di Indonesia, dimulai dari Hydroplus Soccer League

Memang, industri sepak bola putri di Indonesia masih belum mengakar sekuat selaiknya sepak bola putra dengan penjenjangan kompetisi yang telah berputar: dari Liga 4, Liga 3, Liga 2, hingga puncaknya di Liga 1. 

Para pemain dari Liga 1 nanti lantas memiliki potensi untuk masuk skuad Timnas Indonesia putra yang gemuruhnya memang sudah terbentuk. 

“MLSC dan HSL adalah satu upaya, membangun pembinaan dan ekosistem sepak bola putri di bawah. Tinggal bagaimana nanti, federasi menaruh perhatian serius untuk membangun ekosistem yang berjalan seirama dengan sepak bola putra. Karena tantangan sepak bola putri saat ini kan memang belum ada liga profesionalnya,” ucap Sugiarto. 

Sebab, tanpa liga berjenjang dan profesional, sebagus apa pun talenta, tidak akan pernah terasah. 

Hydroplus Soccer League (dan tentu saja MilkLife Soccer Challenge) saat ini menjadi kawah candradimuka tim-tim sepak bola putri yang ada di seantero negeri. Tak hanya di Kudus, Hydroplus Soccer League juga berlangsung di Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Nantinya, mungkin tiap kabupaten akan punya liga sendiri, dan industri akan makin maju dan kompetitif. Siapa tahu, nanti 5-10 tahun ke depan, pemain-pemain yang saling beradu kaki di dua kompetisi yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut bakal bertanding di FIFA’s Women World Cup. 

Reporter: Rizky Prasetya
Editor: Mochamad Aly Reza

BACA JUGA Gadis-gadis Tangguh di Sepak Bola Putri Hydroplus Soccer League Kudus, Mengisi Peran Vital yang Jarang Jadi Sorotan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2026 oleh

Tags: hydroplus soccer leaguekudussepak bola kudussepak bola wanitaSKU FeminaSKU Women
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO
Eksplor

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO
Eksplor

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO
Fragmen

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO
Jagat

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Lulus dari Universitas Mataram lanjut ke University of Queensland Australia. MOJOK.CO

Kisah Awardee LPDP yang Tak Ingkar Janji: Dulu Hanya Bocah Penggembala Kuda, Kini Jadi Asisten Gubernur NTB

6 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.