Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Histori

Traumanya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, Tak Mau Lagi Pakai Nama Diponegoro

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
30 Maret 2024
A A
Traumanya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, Tak Mau Lagi Pakai Nama Diponegoro MOJOK.CO

Ilustrasi Traumanya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, Tak Mau Lagi Pakai Nama Diponegoro. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pangeran Diponegoro dari Kartasura yang memberontak pada Amangkurat IV

Yosef Kelik memaparkan, tidak aneh jika Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta punya trauma dengan gelar Pangeran Diponegoro. Selain sosok Pangeran Diponegoro yang mengobarkan Perang Jawa, ada sosok Pangeran Diponegoro lain yang pernah ada di kerajaan dinasti Mataram Islam ini. 

Pangeran ini juga punya nama Pangeran Diponegoro. Sosoknya memberontak saat Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta masih menjadi satu sebagai Mataram Islam. Saat itu masa ketika keraton beribukota di Kartasura sehingga dikenal juga dengan Keraton Kartasura.

Raja yang memimpin Keraton Kartasura saat itu adalah Sri Susuhunan Amangkurat IV. Pemberontakan ini merupakan episode perang besar lainnya di Jawa yakni Perang Suksesi Jawa II. Perang berlangsung tahun 1719 hingga 1723 atau seabad sebelum Perang Jawa berkobar.

Lebih lengkapnya untuk mengetahui fakta-fakta tersembunyi Pangeran Diponegoro ada di kanal YouTube Mojok di program JasMerah, “Pangeran Diponegoro: Fakta Tersembunyi dari Pangeran Pemberontak.”

 

 

Penulis: Agung Purwandono

Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Jika Perang Diponegoro Tak Pernah Ada

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 April 2024 oleh

Tags: diponegorokeraton solokeraton surakartakeraton Yogyakartapangeran diponegoro
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Esai

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang?

18 Desember 2025
Daendels Pesek Masih Menyiksa Rakyat Kecil Sampai Sekarang MOJOK.CO
Esai

Kita Masih Melihat “Daendels Pesek” Menyiksa Rakyat Kecil dalam Perayaan 200 Tahun Perang Jawa

24 Agustus 2025
200 Tahun Perang Jawa- yang Tersisa dari Perang Besar MOJOK.CO
Esai

200 Tahun Perang Jawa: Menyusuri yang Tersisa di Selarong, Bagelen, dan Wates

23 Agustus 2025
Berandal-Berandal Bagelen MOJOK.CO
Esai

Berandal-Berandal Bagelen

22 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.