Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Berandal-Berandal Bagelen

Putro Wasista Hadi oleh Putro Wasista Hadi
22 Agustus 2025
A A
Berandal-Berandal Bagelen MOJOK.CO

Ilustrasi Berandal-Berandal Bagelen. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dari Bagelen untuk Indonesia, sejarah kita pada akhirnya (sebagian besar) menarasikan “berandal” dengan segala sisi meliknya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon gagal memberi kado Republik pada HUT ke-80 dengan buku sejarah ber-tone positif. Ini bukti bahwa perjalanan meneroka masa lalu bukan lempeng-lempeng saja, tapi penuh kelok, naik, turun, dan terkadang lubang.

Berbeda segalanya dengan program Menteri Zon yang bisa ulur target terbit. Kami, Kavaleri Selatan Radio Buku bertekad, apa pun yang terjadi, tim ekspedisi tur Perang Jawa harus berangkat pada 18 Agustus 2025. 

Pada 200 tahun silam, Pangeran Diponegoro atau Erutjokro berangkat gerilya salah satunya karena tanah milik nenek moyang dikapling Belanda. Di masa kini, perjalanan kami tergugah, salah satunya karena rencana pengkaplingan ingatan leluhur oleh Kemenbud.

Maka, perjalanan menafakuri perlawanan Diponegoro bertitik mula di kompleks Keraton Yogyakarta. Dalam lingkungan yang serba adiluhung inilah Pangeran berasal, sebelum teguh berdiri bersama petani sebagai Erutjokro. Kami sengaja ambil garis awal persis dari titik anak Hamengkubuwana III bertolak. Syukur-syukur Kavaleri Selatan terilhami.

Etape pertama perjalanan berakhir di Bagelen, Purworejo. Kami berhenti usai dipersilakan rehat di Rumah Budaya Tjokrodipo. Ba’da Magrib, Kavaleri Selatan sampai di pasamunan yang terletak di pojok Dusun Kalikepuh. Kediaman itu milik leluhur Angko Setiyarso Widodo, seorang pensiunan politisi lokal yang akrab dengan pemuda sekitar. 

Bagelen kota kenthol

Setelah beristirahat secukupnya, pagi hari kami buka dengan melakukan tur Bagelen ditemani sejarawan dan arkeolog muda lulusan kampus Bulaksumur. Keduanya adalah Bagas Pratyaksa Nuraga dan Lengkong Sanggar Ginaris. 

Dengan sungguh-sungguh saya berterima kasih kepada Bagas dan Lengkong. Kedua pemuda itu tak hanya memandu dan bertukar tutur, tapi sekaligus memantik saya menulis esai ini. 

Di lokasi tur pertama, di depan kompleks pemakaman Cokronegoro I, kira-kira Bagas bilang begini, “Kenthol boleh dibilang menjadi warisan mentalitas sebagian rakyat Bagelen. Bukan hal aneh bila kenthol, atau lenggaong, atau ‘jago’, inheren dengan identitas rakyat daerah berjuluk “Kota Pejuang” ini. 

Saya teringat sebutan “berandal” milik George Quinn yang kemudian saya pergunakan untuk meneroka kembali subjek dengan narasi yang tidak dominan dan suci melulu.

Dari masa Diponegoro hingga rezim Soeharto, para “berandal” yang berangasan ini telah menciptakan banjar raksasa serdadu dari Bagelen. Barisan terdepan banjar itu ada Cokronegoro I, disusul Oerip Soemohardjo di era revolusi, dan Ahmad Yani maupun Sarwo Edhie Wibowo di masa demokrasi terpimpin.

Baca halaman selanjutnya: Berandal yang mengisi sejarah Indonesia.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2025 oleh

Tags: 200 tahun perang jawaahmad yanibagelenCokronegoro IdiponegoroKasman SingodimedjoPerang JawaPurworejoSarwo Edhie Wibowo
Putro Wasista Hadi

Putro Wasista Hadi

Alumni sejarah UGM. Aktif berkomunitas di Radio Buku dan tinggal di Klaten.

Artikel Terkait

Sisi Kelam di Balik Wajah Purworejo yang Tenang dan Damai MOJOK.CO
Esai

Sisi Kelam di Balik Wajah Purworejo yang Tenang dan Damai

25 November 2025
November 2025, Bandara Ahmad Yani Buka Rute Menuju Singapura
Kilas

November 2025, Bandara Ahmad Yani Buka Rute Menuju Singapura

6 September 2025
Daendels Pesek Masih Menyiksa Rakyat Kecil Sampai Sekarang MOJOK.CO
Esai

Kita Masih Melihat “Daendels Pesek” Menyiksa Rakyat Kecil dalam Perayaan 200 Tahun Perang Jawa

24 Agustus 2025
200 Tahun Perang Jawa- yang Tersisa dari Perang Besar MOJOK.CO
Esai

200 Tahun Perang Jawa: Menyusuri yang Tersisa di Selarong, Bagelen, dan Wates

23 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Purwokerto .MOJOK.CO

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.