Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

User KA Sri Tanjung Nyoba Bus Eka: Tak Seburuk Naik Kereta Ekonomi, Tapi Pikiran Dibuat Tak Tenang Meski di Kursi Nyaman

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
2 Maret 2026
A A
User kereta api (KA) ekonomi Sri Tanjung pertama kali naik bus Eka PATAS ketimbang Sumber Selamat. Dari keterpaksaan menjadi ketagihan meski tetap tidak tenang MOJOK.CO

Ilustrasi - User kereta api (KA) ekonomi Sri Tanjung pertama kali naik bus Eka PATAS ketimbang Sumber Selamat. Dari keterpaksaan menjadi ketagihan meski tetap tidak tenang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

User kereta api (KA) Sri Tanjung naik bus PATAS Eka, lah kok lebih nyaman?

Jujur saja, kesan pertama Wiratama berada di dalam bus PATAS Eka penuh kekhawatiran. Apalagi saat itu, kursi-kursi bus terisi penuh oleh para pemudik. Takut kalau-kalau, di antara para penumpang itu, ada pengutil yang sedang mengincar barang bawaan Wiratama. 

Namun, nyatanya toh hal buruk itu tidak terjadi pada Wiratama. Justru kesan nyaman lah yang ia dapatkan selepas perjalanan dengan bus PATAS Eka itu. Jauh lebih nyaman ketimbang naik Sri Tanjung. 

“Pertama, kursi jelas nggak hadap-hadapan. Tapi lebih penting dari itu, kursi bisa nyender, nggak tegak lurus 90 derajat. Punggung nggak tersiksa lah. Empuk juga,” ujar Wiratama. 

“Kedua, AC-nya enak. Dan yang lebih penting, ada toilet juga buat sekadar buang air kecil. Kan nggak jauh berbeda dengan Sri Tanjung. 

Jika di kereta api ekonomi Sri Tanjung ada kantin kereta untuk membeli makan, bus PATAS Eka juga punya restoran pemberhentian di Ngawi, Jawa Timur. Jadi, membeli karcis bus memang sudah sepaket dengan kupon makan. 

Kupon makan itu bisa digunakan untuk menukar menu makanan di restoran pemberhentian. Selain bisa makan, waktu berhenti yang relatif senggang (tidak terlalu singkat) memungkinkan penumpang seperti Wiratama bisa menikmati rokok sejenak. 

Dari keterpaksaan menjadi ketagihan, walaupun tetap tak bisa tenang

Momen pertama kali seorang user KA Sri Tanjung naik bus PATAS Eka itu justru berubah dari keterpaksaan menjadi ketagihan. Sebab, setelahnya, Wiratama justru lebih sering naik bus Eka ketimbang Sri Tanjung. 

“Kalau masih dapat tiket ya tetep Sri Tanjung. Tapi kalau nggak, ya ke bus Eka aja. Kalau Sumber Selamat memang belum berani coba hehe,” ungkap Wiratama. 

Jika kehabisan tiket Sri Tanjung, misalnya dari Solo hendak ke Surabaya, ia tinggal menuju Terminal Tirtonadi. Setidaknya hingga di jam-jam setelah isya, masih ada bus Eka yang beroperasi. 

Begitu juga untuk perjalanan dari arah Surabaya ke Solo. Tinggal ke Terminal Bungurasih, lalu jujuk ke jalur keberangkatan bus Eka. “Tapi memang harus pinter-pinter mengelabui calo. Kecuali kalau udah terbiasa ngadepin calo dan nggak tertipu,” ucap Wiratama. 

Waktu tempuh bus PATAS Eka imbang-imbangan dengan Sri Tanjung dan tentu lebih ringkas daripada Sumber Selamat. Sebab, bus Eka ini mengambil rute full tol. Dari Solo langsung bablas Surabaya. Paling turun di Ngawi untuk kemudian naik lagi dari Kertosono. 

Begitu juga sebaliknya. Dari Surabaya langsung full tol hingga turun di Sragen atau Solo sekalian. 

“Jelas aku bisa tidur. Karena punggung bisa nyender, to. Bangun-bangun udah mau masuk Tirtonadi. Cuma kalau tidur, ya kuamankan dulu tasku. Syukur aku belum pernah ngalami kehilangan di bus itu. Tapi kan isu kehilangan di bus Eka sudah sangat umum, jadi perlu hati-hati,” beber Wiratama. 

“Di sisi ini, jenis penumpang Sri Tanjung memang lebih baik dari bus Eka. Karena di kereta api aku nggak khawatir kehilangan barang. Barang ditaruh di bagasi atas, udah aman. Kalau di bus, sekalipun sudah didekep, tetep aja waswas. Jadi seolah siksaan punggung pindah ke pikiran karena overthinking,” sambungnya. 

Iklan

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2026 oleh

Tags: bus ekabus eka patasbus patasbus solo surabayabus surabaya soloka sri tanjungkarcis bus ekakereta apikereta ekonomiMudikpilihan redaksisri tanjungwar ticketwar tiketwar tiket sri tanjung
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Gagal kerja di Jakarta sebagai musisi. MOJOK.CO

Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung

11 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.