Alvina menyebut, rentalnya saat ini mempunyai 10 unit yang terdiri dari seri XR, 11, 11 Pro Max, dan 13. Keempatnya dapat dipastikan tidak bersisa satu pun saat tanggal merah.
Fitur kamera untuk ngasih “makan konten”
Dalam sistem sewanya, Alvina bilang, calon penyewa harus mengisikan data diri terlebih dahulu. Identitas nama, alamat, dan media sosial ditukarkan untuk menjamin keaslian data diri penyewa.
Setelah itu, barulah penyewa dapat datang langsung untuk menjemput ponsel yang ingin dipinangnya.
Apabila masa sewa berakhir, iPhone akan dikembalikan dan dikirimkan hasil-hasil penggunaan kepada mantan penyewa ponsel tersebut. Dalam kurang dari 24 jam, mereka akan menerima data yang bisa dipamerkan sebagai “pengguna iPhone”.
Alvina bilang, fitur yang paling sering digunakan oleh penyewanya adalah kamera. Alhasil, pengiriman data “pengguna iPhone sesaat” ini seringnya berupa foto-foto, yang tidak jarang bisa mencapai lebih dari 100 foto dalam satu hari sewa.
“Fitur paling sering digunakan itu kamera, karena kita tahu fitur kamera itu lebih jernih, lebih stabil, karena foto itu bisa lebih bagus, lebih jernih hasilnya,” beber Alvina.
“Foto yang disimpan bisa sampai 100 lebih, bisa 100-200 foto,” tambah dia.
Karena itu juga, Alvina tidak heran ketika pilihan penyewanya sering jatuh kepada seri 11. iPhone seri ini disewakan dengan tarif Rp120 ribu untuk penyewaan 24 jam, Rp95 ribu untuk 12 jam, dan Rp75 ribu untuk 10 jam.
Meski terbilang mahal, hasil foto dari iPhone 11 layak dipamerkan sebagai kebutuhan makanan konten. Kamera ganda 12 MP, terdiri dari kamera wide dan ultra wide yang bisa dipakai untuk berfoto 0,5 menggunakan kamera belakang dengan flash menyala, didukung mode malam, deep fusion, sampai perekaman 4K 60fps jika ingin mengambil konten video.
“Seri yang diminati itu seri iPhone yang 11 karena harganya yang relatif murah dan fitur kamera yang lengkap itu udah bagus,” kata Alvina.
Dibayarkan dengan hasil foto yang bisa memenuhi gengsi, sewa iPhone ini bisa jadi cara paling cepat tampil keren. Terlebih, Alvina mengatakan, mayoritas penyewanya adalah pelajar.
“Dari siklus penyewaan, seringnya di hari weekend hari Sabtu Minggu sama pas libur sekolah karena kebanyakan penyewa itu rata rata dari pelajar,” akunya.
Maka, tidak heran, menabung untuk membayarkan biaya yang terbilang tidak murah menjadi jurus jitu agar dianggap keren. Bagi pelajar saat ini, kalah dengan gengsi lebih menakutkan daripada terlihat seadanya dan harus menahan lapar saat menyisihkan uang. Toh, nggak apa-apa, yang penting pakai IPhone.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan













