Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
4 Maret 2026
A A
Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu MOJOK.CO

Ilustrasi Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bekal ndeso ibu temani perjalanan saya ke Amerika

Hari keberangkatan Rif’an ke Amerika akhirnya tiba di bulan Desember tahun 2018. Bersama adik perempuannya, Rif’an dibonceng menggunakan sepeda motor menuju Bandara Adisucipto Yogyakarta tanpa rombongan keluarga.

“Aku cuma bawa satu tas gunung dan satu daypack,” ujar Sarjana UGM itu.

Iklan

Meski perjalanannya terasa sunyi, tapi Rif’an memang sudah menyiapkan mental untuk menghadapi segala konsekuensi yang ada. Termasuk saat orang tuanya tidak memberikan sangu berupa uang, melainkan bekal sederhana.

“Ibuku menyiapkan ketupat, lemper, dan kering tempe untuk bekalku di perjalanan,” ujar Rif’an.

Sebelum membuka bekal ibunya, Rif’an sejujurnya biasa saja tanpa ekspektasi muluk-muluk. Ia sempat bergurau dengan teman-temannya dari UGM, yang ikut mengantar dia ke Bandara Soekarno Hatta. Menjelang sore, temannya mengajak Rif’an makan di HokBen.

Saat itulah Rif’an membuka bekal dari ibunya yang berisi ketupat, lemper, dan tempe kering. Sekilas, makanan itu memang terkesan “ndeso” tapi bagi Rif’an lebih kaya makna ketimbang makan di HokBen.

Ibunya memang hanya lulusan SD dan hampir selalu di rumah sebelum dia berangkat ke US. Ke kondangan pun jarang, jadi yang beliau tau hanyalah makanan di sekitar rumah atau pasar tradisional.

“Bagi ibuku mungkin, ketupat, lemper, dan tempe kering adalah bekal yang cocok untuk menemani perjalanan ku ke Amerika Serikat,” kelakar Rif’an, “tapi aku tetap bangga, bahkan memamerkan bekal itu ke teman-temanku,” ujar Rif’an yang tak takut diejek ndeso.

Belajar memaafkan diri dan keluarga

Alih-alih memesan menu HokBen, Rif’an justru memakan bekal ketupat, lemper, dan tempe kering dari ibunya sebelum keberangkatan pesawat dari Jakarta ke Abu Dhabi untuk transit. Dan sengaja tidak ia habiskan bekal tersebut untuk dimakan saat perjalanan menuju Abu Dhabi–Amerika Serikat.

“Jadi aku nggak jajan selama perjalanan dua hari ke Amerika,” ujar Rif’an.

Bagi Rif’an, bekal sederhana dari ibunya lebih dari cukup untuk mengisi amunisinya kuliah S2 di Amerika. Sebab selama ini, ia mungkin marah terhadap keluarganya, yang dirasa tak pernah mendukung mimpi-mimpinya.

Padahal, jauh di lubuk hati orang tuanya, mereka tentu menyayangi Rif’an. “Aku sudah memaafkan orang tuaku, karena aku pikir mereka tentu punya cerita hidup di masa lalu yang melatar belakanginya bersikap seperti ini di masa sekarang. Semua adalah bagian dari takdir yang harus disyukuri.” 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2026 oleh

Tags: alumnus UGMJogjakisah inspiratifkuliah s2perjuangan kuliahtulang punggung keluargaUGMUniversitas Gadjah Mada
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026
Alasan seorang ibu tak ragu kuliahkan anak di Universitas Terbuka (UT). Perjalanan dan pencapaian anak jadi jawabannya MOJOK.CO

Saat Ibu Dukung Anak Kuliah di Universitas Terbuka (UT): Berbuah Pencapaian Membanggakan

30 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
Sombongkan IPK dan gelar sarjana cumlaude dari PTS Jogja. Optimis pikat HRD perusahaan incaran tapi ujungnya lontang-lantung bawa lamaran pekerjaan MOJOK.CO

Dulu “Sombongkan” IPK dan Gelar Sarjana Cumlaude, Kini Malu Lontang-lantung Cari Kerja karena Tren HRD Tak Terpikat IPK

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.